Kualitas Udara Pekanbaru 17 September 2026 Sangat Tidak Sehat, 125 Titik Panas Menyala di Riau, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Api di Inhu
Kualitas Udara Pekanbaru 17 September 2026 Sangat Tidak Sehat hingga pukul 04.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 156,7 µg/m3. Sebanyak 125 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, terbanyak di Kabupaten Indragiri Hulu 73 titik panas, berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 16 September 2026 pukul16.00 WIB.
WARTASULUH.COM, INHU - Kualitas Udara Pekanbaru 17 September 2026 Sangat Tidak Sehat hingga pukul 04.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 156,7 µg/m3. Sebanyak 125 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, terbanyak di Kabupaten Indragiri Hulu 73 titik panas, berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 16 September 2026 pukul16.00 WIB.
Dikutip Wartasuluh.com dari laman Bmkg.go.id, Kamis (17/9/2026), Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat sejak pukul 00.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat 204,9 µg/m³, pukul 01.00 WIB sebesar 226 µg/m³, pukul 02.00 WIB sebesar 201,2 µg/m3, dan pukul 04.00 WIB sebesar 156,7 µg/m3.
Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).
Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Sementara itu, Prakirawan BMKG Pekanbaru Indah DN, mengatakan, terdapat 125 titik panas berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 16 September 2026 pukul 16.00 WIB, yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu 73 titik panas, Kampar 34 titik panas, Indragiri Hilir 11 titik panas, Kota Dumai 3 titik panas, Kuantan Singingi, Pelalawan, Rokan Hulu dan Siak masing-masing 1 titik panas.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 1.930 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 1.414 titik panas, Jambi 182 titik panas, Riau 125 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 118 titik panas, Lampung 80 titik panas, Sumatera Barat 9 titik panas, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara masing-masing 1 titik panas," ungkap Indah DN.
Sementara itu,upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulau Jum'at, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, masih berlanjut hingga Rabu (16/9/2026).
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan penanganan di lokasi tersebut telah memasuki hari kelima. Karhutla terjadi di kawasan bergambut yang membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif.
“Hari ini penanganan hari kelima lokasi karhutla di Desa Pulau Jum'at, Kuala Cenaku,” kata Ilham, Rabu malam.
Ia menjelaskan, luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut masih dalam proses perhitungan. Sementara itu, tim di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala dalam menjangkau titik api.
Belum seluruh akses menuju kepala api dapat dilalui tim darat. Kondisi angin, keterbatasan sumber air, serta bahan bakar padat di lokasi juga menjadi tantangan dalam operasi pemadaman.
Untuk mempercepat penanganan, tim gabungan Manggala Agni bersama unsur terkait Satgas Darat Kabupaten Inhu melakukan pembukaan akses menuju lokasi kebakaran.
“Upaya utama pembukaan akses masuk menggunakan lima unit alat berat dan pembuatan embung sebagai dukungan sumber air,” jelasnya.
Setelah akses dan dukungan sumber air tersedia, tim darat melakukan serangan langsung ke kepala api. Operasi tersebut juga mendapat dukungan helikopter water bombing (WB) untuk membantu pemadaman dari udara.
Menurut Ilham, pembukaan akses menjadi bagian penting dalam operasi karena kondisi medan membuat sebagian titik api belum dapat dijangkau secara optimal oleh personel melalui jalur darat.
Pada Rabu, lokasi operasi pemadaman di Desa Pulau Jum'at juga dikunjungi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah berlangsungnya operasi pemadaman yang telah memasuki hari kelima.
Hingga Rabu malam, Manggala Agni bersama unsur Satgas Darat Kabupaten Inhu masih melakukan penanganan di lokasi untuk mengendalikan kebakaran di kawasan gambut tersebut. (shd)



Lestari
