Tasya Atlet Sports Dance Indonesia, Buktikan Disabilitas Butuh Aktivitas Fisik dan Olahraga
Tasya Atlet Sports Dance Indonesia dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.
WARTASULUH.COM, JAKARTA - Tasya Atlet Sports Dance Indonesia dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.
"Ini baru pertama kalinya aku ikut kegiatan ini, bisa se-pede ini," ujar Tasya, dikutip Wartasuluh.com, Senin (14/9/2026).
Tasya mengaku penampilannya di panggung tak lepas dari dukungan sang pelatih, Coach Eva, yang terus menyemangatinya selama latihan maupun saat tampil. "Disemangatin terus sama Coach Eva," katanya.
Tasya sebelumnya juga pernah tampil di ajang internasional, yaitu Special Olympics World Winter Games 2025 di Italia, di mana ia meraih medali perunggu pada cabang olahraga Dance Sport kategori solo-traditional dance lewat penampilan tarian Ondel-Ondel yang memukau juri dan penonton.
Coach Eva, pendamping Tasya, menilai kehadiran festival olahraga disabilitas di ISS 2026 menjadi wadah penting untuk mengenalkan pentingnya olahraga bagi anak-anak disabilitas kepada masyarakat luas. Menurutnya, masih belum banyak masyarakat yang menyadari bahwa anak disabilitas juga membutuhkan aktivitas fisik dan olahraga.
Ia menjelaskan, anak-anak disabilitas turut memiliki ajang kompetisi tersendiri, seperti Special Olympics World Winter Games dan World Summer Games, yang digelar setiap dua tahun sekali layaknya olimpiade. Kehadiran ISS 2026, kata Eva, menjadi ruang apresiasi sekaligus pembuktian kepada Indonesia dan dunia bahwa anak-anak disabilitas mampu bersaing setara dengan yang lain.
"Ini ajang kita untuk bisa memberikan informasi kalau sebenarnya anak disabilitas itu amat sangat butuh untuk olahraga," ujar Coach Eva.
Penampilan Tasya dan tim sports dance SOIna Jakarta pada festival olahraga disabilitas ISS 2026 turut menjadi salah satu momen yang menegaskan semangat inklusivitas dalam ekosistem olahraga nasional, sejalan dengan tema besar ISS 2026 yang mendorong olahraga sebagai ruang bagi semua kalangan. (kha)



Lestari
