Kualitas Udara Pekanbaru 29 Agustus 2026 Tidak Sehat, Pemko Siagakan Seluruh Puskesmas Selama Tanggap Darurat

Kualitas Udara Pekanbaru 29 Agustus 2026 Tidak Sehat hingga pukul 09.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 56,3 µg/m³. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho siagakan seluruh Puskesmas selama masa tanggap darurat kebakaran lahan dan hutan (karhutla), sebagai antisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat terpapar kabut asap.

Kualitas Udara Pekanbaru 29 Agustus 2026 Tidak Sehat, Pemko Siagakan Seluruh Puskesmas Selama Tanggap Darurat
Kualitas Udara Pekanbaru 29 Agustus 2026 Tidak Sehat hingga pukul 09.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 56,3 µg/m³. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho siagakan seluruh Puskesmas selama masa tanggap darurat kebakaran lahan dan hutan (karhutla), sebagai antisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat terpapar kabut asap. GRAFIS: BMKG

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Kualitas Udara Pekanbaru 29 Agustus 2026 Tidak Sehat hingga pukul 09.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 56,3 µg/m³. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho siagakan seluruh Puskesmas selama masa tanggap darurat kebakaran lahan dan hutan (karhutla), sebagai antisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat terpapar kabut asap.

Dikutip Wartasuluh.com dari laman Bmkg.go.id, Sabtu (29/8/2026) pagi, Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat sejak pukul 00.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat di Pekanbaru 91,1 µg/m³, pukul 01.00 WIB sebesar 63,8 µg/m³, pukul 02.00 WIB sebesar 80,5 µg/m³, pukul 03.00 WIB sebesar 84,2 µg/m³, pukul 04.00 WIB sebesar 108,1 µg/m³, pukul 05.00 WIB sebesar 106,2 µg/m³, pukul 06.00 WIB sebesar 106,5 µg/m³, pukul 07.00 WIB sebesar 114,2 µg/m³, pukul 08.00 WIB sebesar 82,8 µg/m³, dan pukul 09.00 WIB sebesar 56,3 µg/m³.

Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). 

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Akibatnya, berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, jumlah kasus ISPA sudah mencapai 177 orang. Ada juga satu orang yang mengalami pneunomia.

Oleh karena itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, agar seluruh Puskesmas siaga selama masa tanggap darurat kebakaran lahan dan hutan di Kota Pekanbaru. Apalagi dikhawatirkan ada peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat terpapar kabut asap.

"Warga yang terpapar kabut asap bisa mengakses puskesmas untuk mendapatkan layanan kesehatan," papar Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.

Dirinya menyebut bahwa pemerintah kota menyiagakan 21 puskesmas di Kota Pekanbaru. Ia menyebut bahwa puskesmas menjadi posko utama bagi warga yang terpapar kabut asap selama penetapan status tanggap darurat kebakaran lahan.

Agung menegaskan bahwa puskesmas harus tetap buka selama status tanggap darurat ini. Apalagi warga yang terpapar kabut asap bisa datang kapan saja.

Dirinya mengingatkan puskesmas tetap buka selama masa tanggap darurat bencana kebakaran lahan. Ia tidak ingin ada puskesmas yang tutup saat libur nanti.

"Biasanya tutup kalau libur, tapi sekarang seluruh puskesmas bakal tetap buka walau libur selama tanggap darurat ini," tegasnya.

Wali Kota menyebut bahwa puskesmas harus menyiagakan masker. Mereka harus menyiapkan vitamin dan peralatan penanganan pasien yang terpapar kabut asap. (shd)