Susunan Pengurus Golkar Riau Ditetapkan, Duet Yulisman–Suparman Siap Bangun Lumbung-lumbung Suara

Susunan Pengurus Golkar Riau Ditetapkan, Duet Yulisman–Suparman Siap Bangun Lumbung-lumbung Suara
Rapat pleno perdana kepengurusan DPD I Golkar masa bakti 2025-2030 pasca ditetapkan. Menggelorakan semangat kebangkitan Golkar. (Foto: Lestari)

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi menetapkan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Riau periode 2025–2030. H Yulisman yang diamanahi sebagai Ketua dan Suparman sebagai Sekretaris pun berkomitmen membesarkan parpol berlambang pohon beringin rindang itu kembali berjaya di Bumi Lancang Kuning.

"Kita akan kembali membangun lumbung-lumbung suara. Kita maksimalkan kekuatan untuk menggarap potensi yang ada hingga di tingkat desa dan kelurahan," ujar Ketua DPD I Golkar Riau, Erisman, saat membuka Rapay Pengurus pleno di kantor Golkar Riau, Kamis (23/7/2026) malam.

Yulisman yang kini merupakan anggota DPR RI yakin dengan komposisi kepengurusan sekarang, dirinya bisa mengembalikan lagi kejayaan Golkar. Apalagi dengan masuknya Suparman di kabinet organisasi.

Dia juga mengungkapkan, pasca kepengurusan ditetapkan, pihaknya juga mempersiapkan pelantikan. Menjelang pelantikan, seluruh bidang diminta segera menyusun program yang selaras dengan visi dan misi partai. Sehingga program yang sudah disusun dapat segera terlaksana.

"Prioritas kita saat ini adalah pelantikan pengurus DPD I terlebih dahulu. Dalam momentum pelantikan itu nanti juga akan dilaksanakan Rakerda," kata Yulisman usai memimpin rapat pleno.

Pelantikan kepengurusan DPD I Partai Golkar Riau ditargetkan akan dilaksanakan pada Agustus 2026. Namun, jadwal pasti pelaksanaannya masih menunggu arahan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

"Prinsipnya sudah, beliau sudah setuju. Teknisnya kita tunggu arahan beliau. Insya Allah Agustus nanti," ujarnya.

Kepengurusan baru ini diisi oleh kader-kader yang memiliki komitmen kuat untuk membesarkan Partai Golkar di Provinsi Riau. Menurutnya, kekompakan pengurus menjadi modal utama dalam menjalankan program organisasi sekaligus mengembalikan kejayaan Golkar di Bumi Lancang Kuning.

Kader-kader Golkar yang mengisi struktur organisasi yang baru ini memiliki komitmen kuat untuk membesarkan Partai Golkar di Provinsi Riau. Ini menjadi modal utama dalam menjalankan program organisasi sekaligus mengembalikan kejayaan Golkar di Bumi Lancang Kuning.

"Sama-sama kita ketahui di jajaran Golkar Riau ada Suparman sebagai sekretaris, kemudian Rinor sebagai bendahara. Ini adalah orang-orang yang punya komitmen membesarkan partai," tegasnya.

Pada jajaran Dewan Pembina dan Dewan Penasehat akan diperkuat sejumlah tokoh berpengalaman, di antaranya SF Hariyanto dan mantan Gubernur Riau Syamsuar. Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan semakin memperkuat arah kebijakan dan konsolidasi organisasi.

Selain pelantikan dan Rakerda, DPD Partai Golkar Riau juga akan memprioritaskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Musda dinilai penting sebagai bagian dari konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah sekaligus mempersiapkan mesin partai menghadapi agenda politik mendatang.

Yulisman menegaskan seluruh rangkaian agenda tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat soliditas partai dan membangun organisasi yang lebih modern, responsif, serta dekat dengan masyarakat. Dia berharap seluruh pengurus dapat bekerja dengan penuh komitmen agar Partai Golkar kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan dan mampu meraih kemenangan di Provinsi Riau.

Dengan dimulainya kepengurusan baru, DPD Partai Golkar Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan konsolidasi internal sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Partai juga bertekad menghadirkan program-program yang responsif terhadap kebutuhan daerah serta mendukung pembangunan di Provinsi Riau.

Sementara itu, Suparman dalam arahan perdananya mengatakan silaturahmi yang dirangkai dengan rapat pleno menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antarpengurus. Suasana kekeluargaan diharapkan dapat memperkuat sinergi sehingga roda organisasi berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kader Golkar harus solid, harus dekat dengan rakyat. Selama ini kita tidak pernah masuk ke kampus, ke desa-desa. Ini strategi untuk memenangkan Golkar ke depannya," kata Suparman. (Rik)