Penyebab Makanan Sehat Mudah Mengeluarkan kentut

Penyebab Makanan Sehat Mudah Mengeluarkan kentut
Penyebab Makanan Sehat Mudah Mengeluarkan kentut, Foto: KlikDokter

WARTASULUH.COM- Memakan makanan seperti kacang-kacangan atau kubis panggang memang baik untuk tubuh karena selain kaya akan serat, terdapat berbagai nutrisi kaya di dalamnya.

Meski demikian, jenis makanan tersebut bisa menyebabkan anda mungkin lebih mudah kentut. Hal ini bisa disebabkan oleh udara yang terperangkap di saluran pencernaan akibat menelan, berbicara, makan, dan minum, penyebab utama kentut bagi kebanyakan orang adalah gas yang dihasilkan oleh bakteri yang hidup di usus besar.

Kemudian, serat dan pati yang tidak dapat diserap tubuh Anda akan melewati usus besar untuk diproses oleh bakteri sebelum dikeluarkan.

“Bakteri probiotik sehat di usus anda akan memfermentasi serat yang tidak dapat dicerna ini untuk mengonsumsinya, dan gas akan terbentuk dalam proses tersebut,” kata ahli gizi yang berspesialisasi dalam gangguan makan dan nutrisi kuliner Christine Byrne, MPH, RD dalam siaran Eating Well yang diterbitkan pada Selasa (1/9) waktu setempat.

Byrne menyampaikan tubuh menanggapinya sebagai waktu untuk mengeluarkan gas melalui anus yang merupakan saluran pencernaan terdekat. Akibatnya, kita akan lebih sering kentut.

Namun, gas bukanlah satu-satunya produk sampingan dari bakteri usus yang mengonsumsi serat. Saat serat berfermentasi di usus, asam lemak rantai pendek diproduksi bersamaan dengan gas.

Senyawa-senyawa ini kemudian menyebar ke seluruh tubuh, membantu melindungi jantung, hati, dan otak, mendukung metabolisme, dan melawan peradangan.

Ahli gizi terdaftar Holly Larson, MS, RD menyampaikan bahwa hal itu dapat terjadi karena usus setiap orang tidak terbuat dari bakteri yang sama, dan toleransi terhadap serat juga berbeda. Hal ini juga dapat berubah seiring Anda menyesuaikan pola makan.

Tetapi bukan hanya makanan berserat yang dapat meningkatkan perut kembung. Jika kita memiliki sindrom iritasi usus (IBS) atau intoleransi makanan tertentu, kita mungkin mengalami lebih banyak gas daripada kebanyakan orang setelah mengonsumsi makanan dengan gula atau senyawa tertentu.

“Sama seperti satu galon susu yang basi memiliki tekanan pada botol, fermentasi senyawa di usus kita dapat menyebabkan gas, nyeri, kembung, dan tekanan yang tidak nyaman di perut,” kata Larson.

Terkait dengan makanan sehat yang dapat membuat kentut, beberapa di antaranya seperti kacang-kacangan karena mengandung jenis karbohidrat yang sangat mudah difermentasi yang disebut oligosakarida.

Kentut dapat terjadi karena usus kecil kekurangan enzim yang dibutuhkan untuk memecah karbohidrat ini, sedangkan karbohidrat tersebut menuju ke usus besar. Di usus besar, bakteri tertentu memfermentasinya, menghasilkan gas dan senyawa bermanfaat.

Makanan lain yang kaya akan oligosakarida termasuk gandum, bawang bombai, bawang putih dan gandum hitam.

Kentut dengan bau yang lebih kuat bisa terjadi setelah memakan makan sayuran cruciferous seperti brokoli, kembang kol, kubis, kale, dan kubis Brussel.

Bersama dengan serat dan raffinose yang merupakan jenis oligosakarida yang sama yang melimpah dalam kacang-kacangan, sayuran cruciferous kaya akan senyawa yang mengandung sulfur yang disebut glukosinolat, yang bertanggung jawab atas manfaat kesehatannya yang ampuh dan kentut berbau kuat yang dihasilkannya.

Kemudian ada beberapa sumber perut kembung yang lebih tersembunyi. Makanan yang mengandung karbohidrat yang dapat difermentasi yang dikenal sebagai FODMAP atau oligosakarida, disakarida, monosakarida, dan poliol yang dapat difermentasi.

Makanan ini sebenarnya sehat dan umumnya dapat ditoleransi oleh kebanyakan orang, tetapi merupakan penyebab umum gas dan kembung bagi penderita IBS atau sensitivitas pencernaan lainnya.

Ada beberapa makanan umum yang merupakan sumber FODMAP, misalnya seperti bawang bombai, bawang putih, gandum, dan kacang-kacangan kaya akan oligosakarida.

Buah seperti mangga, ara, serta madu yang kaya akan monosakarida juga dianggap sebagai FODMAP. Poliol adalah alkohol gula yang ditemukan secara alami dalam buah-buahan berbiji, apel, dan pir.