Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api Inhu dan Inhil, Polda Riau Tetapkan 44 Tersangka dari 41 Kasus Karhutla

Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sempat terkendala oleh pasang surut air, angin kencang yang berubah arah, serta banyaknya pohon tumbang. 

Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api Inhu dan Inhil, Polda Riau Tetapkan 44 Tersangka dari 41 Kasus Karhutla
Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sempat terkendala oleh pasang surut air, angin kencang yang berubah arah, serta banyaknya pohon tumbang.  FOTO: Polda Riau

WARTASULUH.COM, INHU - Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sempat terkendala oleh pasang surut air, angin kencang yang berubah arah, serta banyaknya pohon tumbang. 

Petugas dijadwalkan melanjutkan pemadaman ke tahap mopping up pada hari ini, Senin (7/9/2026) untuk membersihkan sisa bara api.

"Kepala api sudah dapat dikendalikan, dilanjutkan besok tahapan mopping up," kata Muhammad Ilham Sidik, Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Sumatera VII/Rengat.

Tim gabungan terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir, Provinsi Riau. 

Penanganan di kawasan Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat, masih berlangsung intensif setelah api kembali menyebar di empat penjuru memasuki hari ke-10 operasi pemadaman.

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, menyatakan bahwa titik api kembali muncul di sisi utara, timur, barat, dan selatan. Luas total area yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare.

"Api aktif kembali timbul di sejumlah titik yang tersebar berjauhan di sisi utara, timur, barat, dan selatan," kata Muhammad Ilham Sidik.

Sebanyak 13 hektare lahan dari total area terbakar di Desa Kuantan Babu saat ini berhasil dipadamkan oleh petugas di lapangan. 

Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD Inhu, TNI, dan Polri terus berupaya melokalisir sisa titik api yang masih aktif.

Operasi di kawasan ini melibatkan 12 personel Manggala Agni yang bertugas di tengah vegetasi hutan sekunder yang rapat. 

Kendala utama yang dihadapi petugas di lokasi meliputi tingginya pepohonan serta jarak sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran.

Berbeda dengan situasi di Rengat, kebakaran lahan seluas dua hektare di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, dipastikan telah padam sepenuhnya pada hari kedua penanganan. 

Pemadaman tuntas tersebut berhasil dicapai berkat kerja sama 11 personel Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

"Operasi pemadaman karhutla di Desa Talang Jerinjing, Rengat Barat, Inhu, berhasil dipadamkan tuntas," ujar Muhammad Ilham Sidik.

Kendati area yang terbakar di Talang Jerinjing tidak terlalu luas, tim di lapangan sempat menghadapi kendala minimnya pasokan air. 

Petugas tetap disiagakan di sekitar lokasi guna memantau dan mengantisipasi munculnya kembali titik api susulan.

Sementara itu, penanganan karhutla di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, menunjukkan perkembangan positif setelah kepala api berhasil dikendalikan. 

Kebakaran di area kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) ini diperkirakan melahap lahan seluas 2,8 hektare.

Hingga Minggu malam, tim gabungan telah memadamkan sekitar 0,7 hektare lahan dan menjinakkan arah perambatan api utama. 

Sebanyak 11 personel Manggala Agni dikerahkan bersama TNI, Polri, MPA, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Riau menetapkan 44 orang sebagai tersangka dari total 41 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Provinsi Riau. 

Penetapan tersebut disampaikan saat Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengecek lokasi Karhutla di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Minggu (6/9/2026).

Langkah penegakan hukum ini diambil guna memberikan efek jera kepada para pelaku pembakar lahan. Pihak kepolisian memastikan setiap titik kebakaran akan didalami untuk mengetahui penyebab pasti serta pihak yang bertanggung jawab secara hukum.

"Pencegahan kita perkuat, pemadaman kita lakukan maksimal, tetapi penegakan hukum tetap berjalan. Kalau ditemukan unsur pidana, tentu akan kita proses," tegas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

Polda Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai memperkuat sinergi bersama BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah, hingga relawan di lapangan. 

Kerjasama lintas instansi tersebut difokuskan pada upaya pencegahan serta pemadaman cepat agar titik api tidak makin meluas.

Upaya pencegahan Karhutla diprioritaskan pada desa-desa rawan, kawasan perkebunan, lahan gambut, serta lokasi yang memiliki riwayat kebakaran. 

Polisi menilai penguatan pengawasan di wilayah rentan menjadi kunci utama dalam meminimalisasi potensi bencana.

Langkah sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar juga terus ditingkatkan hingga tingkat desa dan dusun. 

Personel Bhabinkamtibmas bersama Babinsa disiagakan sebagai ujung tombak untuk mengedukasi masyarakat, kelompok tani, dan pemilik lahan.

Pengecekan langsung di areal PT Bumi Siak Pusako, Kecamatan Dayun, dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman di lapangan. Kapolda Riau memastikan seluruh tim bekerja optimal dalam melakukan pemadaman hingga pendinginan area gambut.

"Saya bersama Pangdam turun langsung melihat kondisi di Siak. Sementara untuk wilayah lain yang terpantau memiliki hotspot, jajaran sudah kita minta melakukan pengecekan di lapangan. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti agar api tidak sampai meluas," kata Herry, Minggu (6/9/2026).

Petugas di lapangan diimbau untuk tidak berasumsi bahwa setiap hotspot (titik panas) merupakan kebakaran aktif sebelum memverifikasinya. 

Jajaran kewilayahan diinstruksikan melakukan pemeriksaan darat (ground check) guna memastikan kondisi riil di lokasi.

"Kondisi Karhutla sangat dinamis. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Begitu ada hotspot, cek. Kalau ditemukan api, segera padamkan dan pastikan pendinginannya tuntas," ujar Herry. (kha)