Diet Ketat, Malah Bau Mulut dan Gampang Sariawan? Mungkin Ini Penyebabnya
WARTASULUH.COM- Sedang diet tetapi napas jadi lebih bau atau sariawan muncul berulang? Jangan terburu-buru menyalahkan kebersihan gigi, pola makan yang tidak seimbang ternyata juga bisa memengaruhi kondisi rongga mulut.
Hal ini disampaikan oleh praktisi diet dr Igus Ulfa Yaze, SpGK. Menurutnya, bau mulut yang muncul saat diet ketat salah satunya bisa dipicu oleh pemecahan lemak sebagai sumber energi ketika suplai karbohidrat tidak mencukupi. Kondisi ini dikenal sebagai fase ketosis.
"Fase ketosis menyebabkan bau mulut," kata dr Yaze, dalam live TikTok dikutip dari detikcom, Rabu (19/8/2026).
Tubuh mulai menjadikan lemak sebagai bahan bakar antara lain saat menjalankan diet rendah karbohidrat. Saat asupan karbohidrat sangat rendah, tubuh mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Proses tersebut menghasilkan badan keton, yakni kelompok senyawa hasil pemecahan lemak, termasuk aseton. Aseton dapat dikeluarkan melalui napas dan menimbulkan aroma khas seperti cairan pembersih kuteks.
Kondisi ini dikenal sebagai salah satu efek yang dapat muncul saat tubuh berada dalam kondisi ketosis, termasuk pada pola makan ketogenik. Jadi, kalau napas berubah saat menjalani diet rendah karbohidrat, penyebabnya belum tentu karena malas menyikat gigi.
Bagaimana dengan Sariawan?
Bukan hanya muncul bau mulut, pembatasan makanan yang terlalu ketat juga dapat memengaruhi kecukupan nutrisi. Ketika banyak jenis makanan dihindari, asupan beberapa zat gizi seperti vitamin B12, folat, zat besi, dan zinc dapat ikut berkurang.
Kekurangan zat gizi tertentu telah dikaitkan dengan recurrent aphthous stomatitis atau sariawan yang berulang.
"Karena terlalu ketat, ada mikronutrisi yang tidak terpenuhi, akhirnya bisa terjadi sariawan," kata dr Yaze.
Belum Tentu karena Diet
Namun demikian, seseorang yang sering sariawan tidak otomatis berarti mengalami kekurangan vitamin atau mineral. Kondisi ini dapat dipengaruhi berbagai faktor sehingga penyebabnya perlu dilihat secara menyeluruh.
Demikian juga bau mulut. Meski ketosis dapat memengaruhi aroma napas, bau mulut tetap bisa berasal dari berbagai kondisi di dalam rongga mulut seperti:
- penumpukan plak
- lapisan pada permukaan lidah
- penyakit gusi
- gigi berlubang
- mulut kering
- hingga sisa makanan yang tertinggal.
Karena itu, menjaga kebersihan gigi dan mulut tetap penting meskipun bau mulut muncul setelah perubahan pola makan. Jadi sebelum menyalahkan dietnya, coba terapkan beberapa tips menjaga kebersihan gigi dan mulut berikut:
- Pastikan makanan tetap beragam dan memenuhi kebutuhan nutrisi.
- Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
- Bersihkan sela gigi dengan floss atau pembersih interdental.
- Bersihkan permukaan lidah untuk membantu mengurangi penumpukan debris dan bakteri.
- Cukupi kebutuhan cairan agar mulut tidak mudah kering.
Gunakan obat kumur atau mouthwash sebagai pelengkap bila diperlukan pilih varian antibakteri untuk membantu mengontrol bau mulut, atau berbasis fluoride untuk mendukung perlindungan gigi. Obat kumur tetap dipakai setelah sikat gigi dan flossing, bukan sebagai pengganti keduanya.
Perlukah Modifikasi Diet?
Tidak selalu. Yang perlu dihindari adalah pola diet yang terlalu ekstrem hingga membuat kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi.
Jika bau mulut menetap atau sariawan sering muncul selama menjalani diet, jangan hanya mengandalkan permen atau mouthwash untuk menutupinya. Coba evaluasi kembali pola makan dan kebersihan mulut. Bila keluhan terus berulang, konsultasikan dengan dokter gizi atau dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya.
Khaliza



