Ahli Nutrisi Sebut Makanan Tradisional Sejalan Dengan Prinsip Gizi

Ahli Nutrisi Sebut Makanan Tradisional Sejalan Dengan Prinsip Gizi
Ahli Nutrisi Sebut Makanan Tradisional Sejalan Dengan Prinsip Gizi, Foto: Gebrak

WARTASULUH.COM- Vice President of Health and Wellness Herbalife, Dr. Luigi Gratton, mengatakan makanan tradisional dari berbagai negara memiliki prinsip sejalan dengan pola nutrisi yang diterapkan atlet elite, yakni mengutamakan keseimbangan gizi, bahan pangan utuh, serta pemenuhan kebutuhan energi dan pemulihan tubuh.

"Selama puluhan tahun berkecimpung di bidang nutrisi olahraga, saya justru belajar bahwa makanan yang dahulu dimasak oleh nenek kita sesungguhnya jauh lebih dekat dengan prinsip nutrisi atlet elite daripada yang kita bayangkan," kata Gratton dikutip dari Antara, Rabu (05/08/2026).

Menurut dia, banyak hidangan tradisional di berbagai belahan dunia telah menerapkan konsep Performance Plate, yakni kerangka penyusunan menu yang digunakan atlet profesional untuk mendukung performa melalui keseimbangan karbohidrat, protein, lemak sehat, serta asupan sayur dan buah.

Ia menjelaskan, kuliner tradisional Asia, seperti bibimbap dari Korea dan sup miso Jepang, mengombinasikan sumber karbohidrat, protein rendah lemak, sayuran, serta pangan fermentasi yang mendukung kesehatan pencernaan. Rempah seperti kunyit juga dinilai bermanfaat membantu pemulihan setelah aktivitas fisik karena memiliki sifat antiinflamasi.

Di kawasan Amerika Tengah dan Meksiko, kombinasi nasi, kacang-kacangan, serta telur pada hidangan seperti huevos rancheros dinilai mampu menyediakan protein dan karbohidrat yang sesuai untuk dikonsumsi sebelum maupun sesudah latihan.

Sementara di Amerika Selatan, hidangan seperti feijoada dan ceviche disebut memenuhi kebutuhan protein dan karbohidrat untuk pemulihan, sedangkan minuman tradisional yerba mate mengandung kafein yang kerap dimanfaatkan atlet untuk menunjang performa.

Gratton juga menilai pola makan Mediterania yang kaya makanan laut, biji-bijian utuh, minyak zaitun, dan sayuran telah lama menjadi acuan dalam berbagai penelitian nutrisi karena mendukung kesehatan sekaligus proses pemulihan tubuh.

Di kawasan Timur Tengah, makanan seperti hummus, falafel, tabbouleh, dan kurma menyediakan protein nabati, lemak sehat, vitamin, mineral, serta karbohidrat alami yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi sebelum berolahraga.

Sementara itu, hidangan khas Afrika seperti jollof rice dan shakshuka juga dinilai memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan mikronutrien sehingga dapat mendukung aktivitas fisik sehari-hari.

Gratton mengatakan prinsip nutrisi olahraga tidak mengharuskan seseorang meninggalkan makanan tradisional yang telah menjadi bagian dari budaya.

"Yang terpenting adalah memahami bahwa keseimbangan makronutrien, konsumsi makanan utuh, sayur dan buah berwarna-warni, hidrasi yang cukup, serta pola makan yang disesuaikan dengan tingkat aktivitas merupakan prinsip yang bersifat universal," ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat dapat menerapkan prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk berolahraga maupun menjaga kebugaran, dengan memanfaatkan makanan tradisional yang tersedia di lingkungan masing-masing.