Ribuan Rumah Tak Layak di Riau Dibedah, SF Hariyanto Targetkan Rampung Akhir 2026
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Bumi Lancang Kuning terus dikebut. Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah pusat menggesa percepatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) demi memastikan ribuan keluarga berpenghasilan rendah di Riau segera menikmati hunian yang aman dan layak.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa pengerjaan fisik di lapangan terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut disampaikannya usai menggelar pertemuan tertutup bersama Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera III di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru.
"Tadi kita duduk bersama Kepala Balai Perumahan mengevaluasi progres program bedah rumah bantuan Pak Presiden di daerah kita. Alhamdulillah, pengerjaan di lapangan berjalan lancar dan ada peningkatan signifikan," kata Plt Gubri SF Hariyanto, Rabu (23/9/2026).
SF Hariyanto membeberkan, program BSPS tahun ini menjangkau ribuan unit rumah warga yang tersebar di 12 kabupaten/kota se-Riau dengan pengerjaan secara bertahap.
"Total ada 7.046 unit rumah warga kita di kabupaten/kota yang mendapat bantuan. Sekarang kondisinya bervariasi, ada yang baru 30 persen, 50 persen, dan sudah ada 272 unit yang rampung 100 persen siap dihuni," paparnya.
Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau itu juga memastikan seluruh pembangunan dari dana APBN tersebut tuntas tepat waktu. Di saat bersamaan, Pemprov Riau mulai menyusun pemetaan wilayah untuk pengajuan bantuan tahap berikutnya.
"Semua anggaran dari pusat dan kita targetkan selesai akhir tahun 2026 ini. Untuk tahun 2027 mendatang, kita sudah siapkan usulan daerah baru, nanti realisasinya tinggal menyesuaikan dengan alokasi kemampuan dari pemerintah pusat," tambah SF Hariyanto.
Sementara itu, Kepala BP3KP Sumatera III, Iswanto, membenarkan bahwa program bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Terkait pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sekarang kita bangun di sini ada 7.046 unit rumah swadaya. Bantuan ini merupakan dari dana APBN sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto," tutur Iswanto.
Iswanto menjelaskan, pencairan dana sudah menyasar sekitar 3.000 unit penerima, dengan target fisik selesai secara menyeluruh menjelang penutupan tahun.
"Penyaluran dana saat ini sudah mencapai sekitar 3.000 unit, dengan fisik rumah yang selesai terbangun sebanyak 276 unit. Penyaluran anggaran ditargetkan selesai pada pertengahan Oktober, sedangkan seluruh pengerjaan fisik ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Desember," ungkapnya.
Setiap penerima bantuan mendapatkan alokasi Rp20 juta yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing untuk menghindari pemotongan. Bantuan difokuskan bagi warga penerima manfaat yang masuk dalam kategori ekonomi desil empat.
Dalam alokasi tahun ini, Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebagai wilayah penerima kuota bedah rumah terbanyak di Provinsi Riau.
"Alokasi terbesar berada di Kabupaten Kepulauan Meranti, yaitu sebanyak 1.000 unit. Karena wilayah tersebut memiliki jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan cukup tinggi," pungkas Iswanto. (advertorial)



Lestari



