Buka Peluang Mandiri, BNNK Pelalawan Gandeng Dunia Usaha Berdayakan Penyintas Narkotika
WARTASULUH.COM, PELALAWAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan meluncurkan program pemberdayaan ekonomi berbasis kemitraan ekonomi kreatif bagi para penyintas penyalahgunaan narkotika. Langkah ini bertujuan membuka akses pelatihan keterampilan, kesempatan kerja, hingga pengembangan usaha agar para penyintas dapat hidup mandiri di tengah masyarakat.
Kepala BNNK Pelalawan, Sasli Rais, menyatakan bahwa pemulihan ketergantungan narkotika harus diimbangi dengan pemberian ruang bagi penyintas untuk membangun masa depan yang produktif.
"Mereka tidak cukup hanya dipulihkan, tetapi juga perlu diberi ruang untuk mengembangkan potensi dan membangun masa depan yang lebih mandiri," ujar Sasli.
Guna mewujudkan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan, BNNK Pelalawan membentuk Forum Kemitraan Pemberdayaan Penyintas pada 21 September 2026. Forum ini melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, komunitas antinarkoba, hingga perwakilan penyintas untuk menyinergikan dukungan.
Selain itu, BNNK Pelalawan juga telah mengesahkan Pedoman Tata Kelola Pemberdayaan Penyintas pada 12 Oktober 2026 sebagai acuan pelaksanaan, pembagian peran antar-pemangku kepentingan, serta mekanisme evaluasi.
Dalam pelaksanaannya, BNNK Pelalawan memetakan kompetensi para penyintas terlebih dahulu sebelum mehubungkannya dengan peluang di dunia kerja maupun usaha. Sebagai langkah awal, penjajakan kolaborasi telah dilakukan dengan sejumlah perusahaan swasta, seperti PT Ciptadaya Sejatiluhur dan PT Petroflexx.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan magang, pelatihan kerja, maupun permodalan usaha bagi penyintas. Untuk menjaga keberlanjutan program, BNNK Pelalawan juga menyiapkan sistem pemantauan berkala serta skema penghargaan bagi mitra dunia usaha yang berpartisipasi. (Sis)



Lestari



