Kualitas Udara Pekanbaru 28 Agustus 2026 Tidak Sehat, 177 Orang Kena ISPA Terdampak Asap Karhutla, Pemprov Riau Siapkan Posko Kesehatan dan Rumah Oksigen
Kualitas Udara Pekanbaru 28 Agustus 2026 Tidak Sehat hingga pukul 07.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 62,7 µg/m³, sebanyak 177 orang kena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan 3 orang kena konjungtivitis atau mata merah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah beberapa hari terakhir menyelimuti langit Pekanbaru.
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Kualitas Udara Pekanbaru 28 Agustus 2026 Tidak Sehat hingga pukul 07.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 62,7 µg/m³, sebanyak 177 orang kena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan 3 orang kena konjungtivitis atau mata merah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah beberapa hari terakhir menyelimuti langit Pekanbaru.
Dikutip Wartasuluh.com dari laman Bmkg.go.id, Jumat (28/8/2026) pagi, Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat sejak pukul 01.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat di Pekanbaru 85,4 µg/m³, pukul 02.00 WIB sebesar 56,6 µg/m³, pukul 06.00 WIB sebesar 65,1 µg/m³, dan pukul 07.00 WIB sebesar 62,7 µg/m³. Kualitas Udara sempat Sedang pada pukul 05.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat 51,3 µg/m³.
Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).
Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Akibatnya, berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, jumlah kasus ISPA sudah mencapai 177 orang. Ada juga satu orang yang mengalami pneunomia.
"Jumlah kasus ISPA meningkat seiring penurunan kualitas udara selama dua hari belakangan," ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra.
Menurutnya, kabut asap yang melanda bukan cuma menyebabkan ISPA. Ada juga yang mengalami konjungtivitis atau mata merah sebanyak tiga orang.
"Ada juga yang mengalami iritasi kulit sebanyak tujuh orang dan asma sebanyak lima orang," ulasnya.
Dirinya menyebut bahwa kebanyakan pasien tersebut menjalani rawat jalan. Mereka menjalani rawat jalan di layanan kesehatan atau puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengimbau agar menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Ia mengingatkan agar menghindari aktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Diskes) Riau siapkan posko kesehatan dan rumah oksigen sebagai langkah antisipasi jika dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Riau semakin memburuk.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan saat ini kedua fasilitas tersebut telah dipersiapkan di lingkungan Dinas Kesehatan Riau. Namun, pengoperasiannya masih menyesuaikan kondisi kualitas udara dan perkembangan karhutla.
"Untuk mengaktifkannya kita masih melihat situasi. Yang jelas, kita sudah mempersiapkan," kata Zulkifli.
Posko kesehatan nantinya akan didukung tenaga medis dan obat-obatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. Ambulans juga disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi maupun pelayanan medis darurat.
Sementara, rumah oksigen disiapkan khusus dengan peralatan oksigen yang dapat digunakan apabila kondisi asap semakin parah dan masyarakat membutuhkan bantuan pernapasan.
Zulkifli mengatakan Dinas Kesehatan Riau terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan jajaran kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Kita terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan semua pihak, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," ujarnya.
Lebih lanjut, Kadiskes Riau mengimbau di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi kelompok rentan seperti penderita asma, warga dengan riwayat gangguan pernapasan, serta ibu hamil. Sedangkan untuk bayi para orang tua wajib memberikan perhatian khusus jangan sampai terpapar asap langsung di luar ruangan.
"Bagi masyarakat yang rentan terhadap gangguan kesehatan, seperti penderita asma atau memiliki riwayat gangguan pernapasan, termasuk ibu hamil, kami imbau saat keluar rumah menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan," ungkap Zulkifli.
Ia menyarankan masyarakat tidak keluar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Pada kesempatan ini, Kadiskes juga mengingatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit pemerintah dan swasta, puskesmas, klinik hingga puskesmas pembantu di daerah agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap diminta segera mendapatkan penanganan dan tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Masyarakat tidak perlu ragu untuk mengecek kesehatannya di tempat pelayanan kesehatan terdekat. Masyarakat tidak perlu membayar karena kita sudah menerapkan UHC," jelasnya.
Puluhan Ribu Masker Didistribusikan
Pemprov Riau juga telah mendistribusikan masker ke sejumlah daerah yang terdampak karhutla. Sepertu di Pelalawan, sebanyak 18 ribu masker telah dibagikan, disertai dukungan dua unit oksigen. Sementara distribusi masker juga dilakukan di Indragiri Hulu sebanyak 4 ribu, Indragiri Hilir 4 ribu, Kampar 4 ribu, serta Rokan Hilir sebanyak 4 ribu masker yang segera dikirimkan.
Untuk Kota Pekanbaru, sebanyak 12 ribu masker telah didistribusikan. Sebagian masker dibagikan di sejumlah titik pada awal pekan lalu. Pembagian dilakukan di enam lokasi, yakni Tugu Zapin Jalan Sudirman, Simpang Tiga, Pasar Pagi Arengka, Jalan Garuda Sakti, kawasan Melur, dan Jalan Riau.
Selain itu, sebanyak 2 ribu masker juga dibagikan di kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, bertepatan dengan kedatangan Presiden Prabowo Subianto.
Zulkifli menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat asap karhutla yang masih melanda sejumlah wilayah di Riau.
"Yang terpenting masyarakat menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan akibat asap," pungkasnya. (shd)



Lestari
