Wastafel di RS Awal Bros Ahmad Yani Pekanbaru Injak Pedal
Menjalani kehidupan normal baru, Rumah Sakit Awal Bros Ahmad Yani, Pekanbaru memberlakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat di lingkungan opesionalnya.

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Menjalani kehidupan normal baru, Rumah Sakit Awal Bros Ahmad Yani, Pekanbaru memberlakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat di lingkungan opesionalnya. Rumah Sakit milik swasta ini menyediakan fasilitas touchless atau yang dioperasikan tanpa menyentuh.
Salah satunya adalah penyediaan westafel yang kerannya dimodifikasi dengan injakan pedal. Westafel dengan kran pedal itu diletakkan di pintu masuk pengunjung. Pengunjung yang diwajibkan cuci tangan sebelum masuk ke venue rumah sakit tak lagi harus memutar kran dengan tangan. Cukup menginjak pedal yang ada di bawah untuk mengeluarkan air.
Salah seorang security rumah sakit yang memiliki jaringan cukup luas di Indonesia itu, Irvan mengatakan westafel pedal itu sebagai upaya pihak rumah sakit meminimalisir terjadinya sentuhan dengan tangan. "Tangan adalah salah satu media penyebaran Virus Corona. Dengan westafel yang memakai pedal sebagai upaya untuk meminimalisir risiko penyebaran Covid-19," kata Irvan sembari mengatakan westafel pedal ini sudah diadakan sejak pandemi Covid-19 merebak di Pekanbaru.
Selain itu, dalam penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, saat masuk rumah sakil, suhu tubuh pengunjung dicek terlebih dahulu dengan thermo gun. Pengunjung juga wajib mengenakan masker. Bagi pengunjung yang tidak mengenakan masker maka dilarang masuk ke ruangan.
Tidak hanya westafel, beberapa fasilitas lainnya juga menggunakan sistem touchless seperti pengambilan tiket parkir.
"Sekarang tidak perlu menyentuh tombol. Sudah memakai teknologi sensor. Pembayaran tarif parkir juga bisa dilakukan dengan e-money," ungkapnya.
Berdasarkan pantauan, lift di rumah sakit ini juga menggunakan sensor tangan untuk membukanya. Sedangkan untuk memilih lantai yang akan ditujukan, pada sisi dalam lift juga disediakan pedal untuk diinjak.
Salah seorang pengunjung, Dahniar mengaku senang atas pemberlakuan hal-hal baru di rumah sakit tersebut. Walaupun awalnya dirinya bingung ketika menjajal modifikasi baru. "Awalnya bingung ketika mau cuci tangan tempat muter airnya kok tidak ada. Tapi petugas memberi tahu bahwa kran airnya cukup diinjak dengan kaki, air akan keluar," kata guru di slah satu SMA di Pekanbaru tersebut. (Sri Lestari)