Siswa MAN Insan Cendekia  Pekalongan Luncurkan KomProMi untuk Atasi Sampah

Siswa Madrasah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Pekalongan meluncurkan KomProMi (Komposting Projek Mizan), program pengolahan sampah makanan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong keterlibatan pelajar dalam mengatasi persoalan sampah nasional.

Siswa MAN Insan Cendekia  Pekalongan Luncurkan KomProMi untuk Atasi Sampah
Siswa Madrasah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Pekalongan meluncurkan KomProMi (Komposting Projek Mizan), program pengolahan sampah makanan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong keterlibatan pelajar dalam mengatasi persoalan sampah nasional. FOTO: Kemenag

WARTASULUH.COM, PEKALONGAN — Siswa Madrasah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Pekalongan meluncurkan KomProMi (Komposting Projek Mizan), program pengolahan sampah makanan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong keterlibatan pelajar dalam mengatasi persoalan sampah nasional.

Program KomProMi merupakan inovasi pengolahan food waste berbasis metode Bokashi Composting yang cepat, higienis, tanpa bau, dan tanpa emisi. 

Inisiatif ini telah dijalankan siswa MAN IC Pekalongan sebelum Presiden Prabowo menyampaikan seruan gerakan kolektif berbasis pendidikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, 2 Februari 2026.

“Kami senang dan bangga anak-anak kami punya inisiatif, ide, dan melakukannya dalam aksi nyata, termasuk dalam mencari sponsor atau pembiayaannya, di tengah kesibukan mereka dalam belajar dan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tutur Kepala MAN IC Pekalongan Khoirul Anam, Rabu (4/2/2026).

Program ini diketuai oleh Ahmad Ali Rayyan Shahab, siswa kelas XII MAN IC Pekalongan, dengan melibatkan lebih dari 50 relawan siswa. 

KomProMi mengintegrasikan pendekatan eko-teologi dan ekonomi sirkular dengan menjadikan nilai spiritual sebagai fondasi kesadaran ekologis.

“Nama KomProMi merupakan akronim dari Komposting Projek Mizan, dengan Mizan merujuk pada konsep keseimbangan dalam Al-Qur’an (QS. Ar-Rahman: 7–9), yang menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi,” jelas Rayyan menjelaskan latar belakang penamaan program tersebut.

Selain membangun sistem pengolahan sampah makanan di lingkungan sekolah, KomProMi juga menjalankan program edukasi, kampanye visual, serta seminar lingkungan berbasis nilai keislaman. 

Sampah makanan diolah melalui fermentasi anaerobik selama 10–14 hari hingga menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk penghijauan sekolah dan urban farming.

Ditambahkan Khoirul Anam, MAN IC Pekalongan berbangga karena para siswanya memiliki kepedulian dan semangat yang sangat tinggi. 

“Apalagi Ketuanya, Mas Rayyan sangat aktif dalam isu lingkungan, pernah terlibat dalam riset pengelolaan limbah batik, menjadi pembicara forum internasional eko-teologi, serta alumni pertukaran pelajar Finlandia 2024/2025, dan saat ini, telah memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari enam universitas luar negeri bergengsi pada jurusan Teknik Lingkungan,” tambahnya. (kha)