Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Periode 4-10 Februari 2026 Naik Rp131,95 per Kg Jadi Rp3.743,34 per Kg
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Mitra Plasma Riau periode 4-10 Februari 2026 naik Rp131,95 per Kg atau 3,65 persen jadi Rp3.743,34 per Kg untuk kelompok umur 9 tahun berdasarkan hasil kajian tabel rendemen dari PPKS Medan.
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Mitra Plasma Riau periode 4-10 Februari 2026 naik Rp131,95 per Kg atau 3,65 persen jadi Rp3.743,34 per Kg untuk kelompok umur 9 tahun berdasarkan hasil kajian tabel rendemen dari PPKS Medan.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, menjelaskan bahwa penetapan harga periode ini telah mengacu pada regulasi terbaru, yakni Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144 Tahun 2025.
Dengan dasar hukum tersebut, standardisasi harga kini mencakup klasifikasi umur tanaman mulai dari 3 hingga 30 tahun guna memberikan kepastian nilai ekonomi bagi pekebun mitra.
"Harga pembelian TBS petani untuk satu minggu ke depan naik sebesar Rp131,95/Kg atau mencapai 3,65 persen dari periode sebelumnya, sehingga harga dipatok menjadi Rp3.743,34/Kg dengan tambahan harga cangkang sebesar Rp19,47/Kg," ungkap Supriadi, Rabu (4/2/2026).
Kenaikan ini dipicu oleh tren positif di pasar komoditas global. Supriadi merincikan bahwa indeks K yang digunakan pada periode ini berada di angka 92,67 persen.
Tercatat, harga penjualan Crude Palm Oil (CPO) minggu ini mengalami lonjakan sebesar Rp551,58, sementara harga kernel atau inti sawit juga merangkak naik sebesar Rp378,96 dibandingkan pekan lalu.
Terkait mekanisme pasar, tim penetapan harga juga mengantisipasi adanya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan.
Sesuai Pasal 16 Permentan Nomor 13 Tahun 2024, jika terjadi validasi 2, maka rujukan yang digunakan adalah harga rata-rata KPBN. Saat ini, harga rata-rata CPO KPBN berada di level Rp15.189,20 dan harga kernel sebesar Rp12.637,50.
Supriadi menegaskan bahwa fluktuasi harga yang menguntungkan petani ini murni didorong oleh penguatan harga internal CPO dan kernel di tingkat produsen.
Ia berharap stabilitas harga ini dapat terus terjaga untuk mendukung produktivitas lahan sawit di Riau yang merupakan salah satu sentra perkebunan terbesar di Indonesia.
Selain faktor pasar, Disbun Riau berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan tata kelola penetapan harga agar tetap berkeadilan bagi petani maupun perusahaan mitra.
Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi yang transparan dan akuntabel.
"Membaiknya tata kelola ini adalah kerja keras kolektif seluruh stakeholder. Komitmen bersama ini pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan riil para petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat luas," tutup Supriadi.
Berikut Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Periode 4-10 Februari 2026:
Umur 3 Tahun: Rp2.881,58
Umur 4 Tahun: Rp3.269,94
Umur 5 Tahun: Rp3.466,64
Umur 6 Tahun: Rp3.618,16
Umur 7 Tahun: Rp3.695,71
Umur 8 Tahun: Rp3.739,43
Umur 9 Tahun: Rp3.743,34
Umur 10-20 Tahun: Rp3.722,96
Umur 21 Tahun: Rp3.663,99
Umur 22 Tahun: Rp3.607,35
Umur 23 Tahun: Rp3.546,98
Umur 24 Tahun: Rp3.480,75
Umur 25 Tahun: Rp3.406,34
Umur 26 Tahun: Rp3.361,17
Umur 27 Tahun: R3.315,76
Umur 30 Tahun: Rp3.240,62
(kha)


Lestari 



