Bukan Cuma Apa yang Dimakan, Waktu Makan Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak

Bukan Cuma Apa yang Dimakan, Waktu Makan Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak
Waktu Makan Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak, Foto: Ngopibareng

WARTASULUH.COM- Kesehatan otak bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Namun, ternyata bukan hanya itu, waktu makan juga dapat memengaruhinya.

Penelitian menemukan adanya kaitan potensial antara kesehatan otak dan jadwal makan. Hasilnya menunjukkan bahwa membatasi waktu makan pada jam-jam tertentu setiap hari dapat membantu menjaga kemampuan kognitif tetap baik seiring bertambahnya usia.

Dikutip dari laman New York Post, studi nutrisi dan kognitif dari Rutgers University yang dipresentasikan dalam pertemuan American Society for Nutrition pada Juli 2026 mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan hanya dalam rentang waktu 8-9 jam per hari serta berhenti makan sekitar empat jam sebelum tidur berpotensi meningkatkan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.

Penelitian ini melibatkan 47 perempuan berusia 50-79 tahun dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang mengikuti program penurunan berat badan selama enam bulan.

Seluruh peserta diminta mengurangi asupan energi harian sebanyak 500 kalori. Namun, sebanyak 26 peserta juga diminta menghabiskan seluruh makanan mereka dalam waktu maksimal sembilan jam setiap hari, sedangkan peserta lainnya tetap makan seperti biasa dalam rentang sekitar 12 jam.

Kelompok yang menjalani pembatasan waktu makan umumnya makan mulai pukul 10.00 hingga 18.00, atau sekitar delapan jam setiap hari. Sementara itu, kelompok pembanding menghabiskan waktu makan rata-rata selama 12 jam.

Setelah enam bulan, kedua kelompok mengalami penurunan berat badan yang hampir sama, yakni sekitar 15 pon atau 6,8 kg. Meski demikian, peserta yang menerapkan pola makan dalam jendela waktu delapan jam memperoleh hasil lebih baik pada tes yang mengukur kemampuan perencanaan spasial dan pemecahan masalah.

Selain itu, kelompok dengan pembatasan waktu makan juga melakukan lebih sedikit kesalahan pada tes yang menilai kemampuan memori dan proses belajar.

Obesitas diketahui menjadi salah satu faktor risiko penurunan fungsi kognitif karena kelebihan jaringan lemak dapat memicu peradangan yang berpotensi merusak otak. Oleh karena itu, menurunkan berat badan memang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan otak.

"Menurunkan berat badan saja akan mencegah sebagian penurunan kognitif yang berkaitan dengan penuaan," kata peneliti utama studi, Sue Shapses.

Namun, karena kedua kelompok kehilangan berat badan dalam jumlah yang serupa tetapi menunjukkan hasil tes kognitif yang berbeda, para peneliti menduga bahwa pembatasan waktu makan menjadi faktor yang berperan dalam perbedaan tersebut.

"Hasil ini menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengingat informasi saat menjalankan aktivitas sehari-hari serta mengurangi kesalahan yang berkaitan dengan memori, perhatian, dan pemecahan masalah," kata Shapses.

Meski demikian, penelitian ini masih berskala kecil. Penelitian lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar masih diperlukan untuk memastikan apakah manfaat terhadap fungsi kognitif juga berlaku pada populasi yang lebih luas, sekaligus menjelaskan mekanisme yang membuat waktu makan dapat memengaruhi kesehatan otak.