Kebiasaan Mager dan Bahaya Sedentary Lifestyle Buat Kesehatan Jantung
WARTASULUH.COM- Males gerak alias mager ternyata juga punya istilah keren, yaitu sedentary lifestyle? Istilah ini mengacu pada kebiasaan hidup yang ditandai oleh kurangnya aktivitas fisik, seperti duduk atau berbaring selama berjam-jam setiap hari.
Secara tak sadar, kebiasaan ini mampu membawa dampak risiko kesehatan jantung dan menurunkan kualitas hidup. Lantas, ini saatnya bagi kaum 'mager' dan kaum 'rebahan' untuk mengubah pola hidup sedentary lifestyle menjadi lebih sehat, guna menghindari risiko kesehatan jantung.
Menyadari fenomena tersebut, Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dari Mayapada Hospital Tangerang, yakni dr. Aron Husink, Sp.JP (K), FIHA mengungkapkan, Sedentary lifestyle semakin tak terhindarkan akibat kemudahan yang ditawarkan oleh kecanggihan teknologi, ditambah dengan pola makan yang serba tinggi lemak dan gula. Hal ini memicu timbulnya obesitas, hipertensi, dan diabetes yang berpotensi mengakibatkan peradangan dalam tubuh dan merusak pembuluh darah.
"Pola makan tak sehat serta kurangnya aktivitas fisik ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat yang kemudian menumpuk pada dinding pembuluh darah yang rusak. Akumulasi ini membentuk plak (aterosklerosis) yang menyempitkan pembuluh darah, dan pada akhirnya menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai Penyakit Jantung Koroner (PJK)," lanjut dr Aron dalam keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).
Sementara itu, dr. Vireza Pratama, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, mengatakan PJK akan meningkatkan risiko serangan jantung atau sindroma koroner akut. Apabila tidak dikontrol dengan baik karena permukaan plak yang tidak stabil dapat menimbulkan bekuan darah di dalam pembuluh darah hingga menutup total pembuluh darah dengan cepat.
Serangan jantung sendiri terjadi ketika aliran pembuluh darah arteri koroner mengalami penyumbatan sehingga aliran darah yang membawa oksigen serta zat-zat makanan ke otot jantung terganggu. Tanpa adanya aliran darah, maka otot jantung menjadi tidak berfungsi dan menyebabkan kerusakan otot jantung
Serangan jantung ditandai dengan gejala yang bervariasi, namun yang paling umum adalah nyeri dada dengan sensasi seperti ditekan, yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung. Nyeri dada ini dapat berlangsung lebih dari 20 menit dan semakin sakit. Gejala lainnya dapat berupa sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, dan pusing.
"Ketika gejala nyeri dada dan sesak napas terjadi, segera duduk tegak, longgarkan pakaian, dan hubungi ambulans atau segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan yang tepat dan cepat," imbau dr. Vireza.


Khaliza 



