Sekdaprov Riau Lepas Ratusan Orang Peserta Mudik Gratis PTPN IV Regional III, Berangkatkan 13 Unit Bus Jelang 1 Syawal 1447 H

Region Head PTPN IV Regional 3, Bambang Budi Santoso, mengatakan program mudik gratis tahun 2026 ini merupakan bentuk komitmen dalam membantu masyarakat Riau pulang ke kampung halaman.

Sekdaprov Riau Lepas Ratusan Orang Peserta Mudik Gratis PTPN IV Regional III, Berangkatkan 13 Unit Bus Jelang 1 Syawal 1447 H
Region Head PTPN IV Regional 3, Bambang Budi Santoso, mengatakan program mudik gratis tahun 2026 ini merupakan bentuk komitmen dalam membantu masyarakat Riau pulang ke kampung halaman. FOTO: Diskominfotiks Riau

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi melepas 520 orang peserta program Mudik Gratis PTPN IV Regional III tahun 2026, yang diberangkatkan dalam 10 unit bus tujuan Medan, 2 unit bus ke Padang Sidempuan, dan 1 unit bus ke Sumatera Barat, jelang 1 Syawal 1447 H, Selasa (17/3/2026).

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengatakan program mudik gratis tahun 2026 ini merupakan bentuk komitmen dalam membantu masyarakat Riau pulang ke kampung halaman.

“Tahun ini kami memberangkatkan 520 orang, di luar anak-anak yang masih dipangku. Adapun 13 bus terdiri dari 10 unit tujuan Medan, dua unit ke Padang Sidempuan, dan satu unit ke Sumatera Barat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, katanya, PTPN IV PalmCo memberangkatkan sekitar 1.000 pemudik dengan 25 bus, di mana untuk wilayah Riau mendapatkan porsi terbesar. 

"Program mudik gratis ini telah berlangsung sejak 2018 dan memasuki pelaksanaan ke-9, meski sempat terhenti selama pandemi Covid-19. Hingga kini, lebih dari 5.000 pemudik telah difasilitasi," katanya. 

Bambang berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dikatakannya, langkah kecil yang diakukan hari ini dapat menjadi keberkahan bagi masyarakat.

"Sekaligus menjadi bentuk sumbangsih kami kepada Provinsi Riau. Sebagai BUMN, kami memiliki tanggung jawab untuk turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutannya di tengah prosesi pelepasan, Sekdaprov Riau Syahrial Abdi mengungkapkan rasa harunya melihat antusiasme warga yang begitu besar. 

Sekdaprov Riau memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen PTPN IV Regional III yang dinilai memiliki komitmen luar biasa dalam membantu masyarakat.

"Melihat bapak dan ibu bisa tersenyum lebar hari ini adalah kebahagiaan bagi kami di pemerintahan. Program ini membuktikan bahwa kehadiran negara dan perusahaan negara benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar rakyat, yaitu bisa berkumpul dengan keluarga di hari yang fitri," ujar Syahrial Abdi.

Syahrial Abdi kembali menekankan bahwa kenyamanan pemudik selama di perjalanan menjadi fokus utama yang harus dijaga oleh penyelenggara. Dia sudah instruksikan agar seluruh armada dipastikan laik jalan dan supir dalam kondisi prima.

"Kita ingin momen haru ini berakhir dengan kebahagiaan saat sampai di rumah, bukan justru membawa duka di jalan raya. Keamanan adalah harga mati," tegasnya. 

Winda, seorang pemudik yang akan berangkat menuju Medan, mengaku sangat bersyukur setelah dua tahun tertahan tidak bisa pulang kampung. 

Ia merasa pelayanan tahun ini sangat istimewa karena selain gratis, penumpang juga difasilitasi dengan baik.

"Alhamdulillah, busnya nyaman dan kami juga mendapatkan paket sembako. Saya membawa empat anak hari ini, sementara suami akan menyusul setelah libur kerja besok," ungkapnya penuh syukur.

Selain Winda, pemudik bernama Zulkifli juga membagikan cerita harunya mengenai kondisi rekan-rekannya yang sempat putus asa untuk bisa pulang. 

Ia menggambarkan betapa banyak masyarakat yang hanya bisa termenung memikirkan cara pulang di tengah keterbatasan ekonomi. 

Menurutnya, program mudik bersama ini telah menghidupkan kembali harapan yang sempat pupus bagi banyak keluarga kecil di Riau.

"Ini bukan sekadar perjalanan transportasi, tetapi kesempatan untuk kembali memeluk orang tua, sesuatu yang sangat kami rindukan. Kami merasa disambut dengan sangat hangat oleh panitia dan Pemerintah Provinsi Riau sejak proses pendaftaran hingga hari keberangkatan ini. Kami merasa diperlakukan seperti keluarga sendiri, bukan sekadar penumpang," tambah Zulkifli. (shd)