Ketua Fraksi Gerindra DPRD Riau Desak Pemprov Riau Perbaiki Jalan Protokol Hingga Bayar Hak Tenaga Ahli
WARTASULUH.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau diminta memberikan atensi serius melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera merealisasikan proyek perbaikan jalan (tambal sulam) di Kota Pekanbaru. Desakan ini muncul mengingat kondisi sejumlah ruas jalan protokol yang kini dipenuhi lubang dan membahayakan pengendara.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Riau, Ginda Burnama, dalam Rapat Paripurna yang digelar Senin (09/03/2026). "Pak Sekda, mohon beri atensi kepada OPD terkait untuk segera merealisasikan tambal sulam di Pekanbaru, terutama di jalan-jalan protokol yang menjadi kewenangan Provinsi," tegas Ginda.
Anggota Komisi II DPRD Riau ini mencontohkan kerusakan di Jalan Sudirman, tepatnya di area sekitar Gramedia menuju Jalan Pattimura. Menurutnya, kondisi jalan tersebut sudah sangat tidak layak dan mengganggu arus lalu lintas.
Selain infrastruktur jalan, legislator dapil Kota Pekanbaru ini juga mendesak Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi, untuk mengevaluasi aspek keamanan di flyover Pasar Pagi Arengka menyusul seringnya terjadi kecelakaan di lokasi tersebut.
"Mohon ditindaklanjuti, apakah rambu-rambunya perlu diperbanyak atau ada kajian teknis tertentu agar kecelakaan tidak terus berulang," tambahnya.
Persoalan internal pemerintahan juga tak luput dari sorotan Ginda. Ia mengungkapkan bahwa Tenaga Ahli di DPRD Riau belum menerima hak gaji mereka sejak Januari hingga Maret 2026.
"Ini menyangkut hajat hidup keluarga mereka. Saya minta Pak Sekda membina atau membimbing Kepala OPD terkait agar hal ini segera diselesaikan," cetus Ginda.
Di sisi lain, Ginda juga melayangkan kritik keras terhadap rendahnya tingkat kehadiran anggota DPRD Riau dalam rapat paripurna. Ia meminta Badan Kehormatan (BK) untuk memberikan teguran tegas kepada anggota dewan yang malas hadir demi menjaga marwah lembaga.
"Sangat disayangkan, hari ini pihak OPD ramai hadir, tapi kita (anggota dewan) justru minim. Saya selaku Ketua Fraksi Gerindra menunggu surat teguran itu sebagai bentuk pembinaan," tandasnya di hadapan pimpinan rapat, Parisman Ikhwan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, rapat paripurna tersebut sempat disoroti karena hanya dihadiri secara fisik oleh sekitar 21 anggota dewan. Namun, pimpinan rapat Parisman Ikhwan menyatakan bahwa berdasarkan daftar hadir sekretariat, sebanyak 34 dari 65 anggota dewan telah menandatangani absensi sebelum rapat dimulai. (Rik)


Lestari 



