18 Titik Panas Menyala di Riau, Manggala Agni Taklukkan Karhutla di Tanjung Kapal Rupat Bengkalis
Sebanyak 18 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 7 Juni 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau, taklukkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Sebanyak 18 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 7 Juni 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau, taklukkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Anggun R, mengatakan, sebanyak 18 titik panas di Riau tersebar di Kabupaten Rokan Hulu 10 titik panas, Siak 3 titik panas, Bengkalis dan Indragiri Hulu masing-masing 2 titik panas dan Pelalawan 1 titik panas.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 94 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 41 titik panas, Riau 18 titik panas, Aceh 13 titik panas, Lampung 6 titik panas, Jambi 5 titik panas, Sumatera Utara 4 titik panas, Bengkulu 3 titik panas, Sumatera Barat dan Bangka Belitung masing-masing 2 titik panas, " ungkap Anggun R, Senin (8/6/2026).
Sementara itu, Strategi pengepungan api dari dua arah dengan memanfaatkan sistem estafet air embung dan bentangan selang hingga 40 roll membuahkan hasil dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Sehingga pada Minggu (7/6/2026) malam, tim gabungan berhasil menuntaskan penanganan di dua sektor utama yang sebelumnya masih berasap.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi cuaca turut mendukung operasi pemadaman. Gerimis yang turun sejak subuh hingga sekitar tengah hari membantu personel melakukan penyerangan langsung ke titik-titik api.
"Operasi pemadaman karhutla di Tanjung Kapal Rupat berprogres bagus. Dari subuh sampai pukul 12.00 siang kemarin ada gerimis di lokasi yang membantu pemadaman karena kondisi angin juga tidak kencang," kata Ferdian, Senin (8/6/2026).
Ia mengatakan operasi pemadaman karhutla di Tanjung Kapal kemarin dibagi menjadi dua sektor karena masih terdapat dua area yang mengeluarkan asap.
Masing-masing sektor ditangani oleh tim berbeda dengan strategi yang disesuaikan dengan kondisi medan.
Sektor kiri dikerjakan empat tim Manggala Agni Daops Siak dan dua tim dari Kota Jambi. Tim bergerak menyusuri seluruh sekat yang telah dibuat sebelumnya, kemudian memperdalam pemadaman ke arah tengah kawasan terbakar dengan memanfaatkan sistem estafet air embung.
"Sektor kiri dikerjakan oleh Manggala Agni Daops Siak empat tim dan dua tim dari Kota Jambi dengan strategi menyusur semua sekat dan memperdalam sekat ke tengah menggunakan estafet embung, terus maju sampai titik api terakhir dan temu gelang dengan regdam PT SRL pada sore hari," ujarnya.
Strategi temu gelang tersebut dilakukan dengan cara mempertemukan jalur penyekatan dan pemadaman dari dua arah berbeda sehingga area yang masih berpotensi terbakar dapat dikurung dan dipersempit.
Sementara itu, sektor kanan ditangani satu tim Manggala Agni Daops Siak dan dua tim dari Daops Muara Tebo. Tantangan utama di sektor ini adalah jauhnya jarak sumber air menuju titik api yang masih aktif.
Untuk mengatasinya, tim membangun sistem estafet air menggunakan collapsible tank atau tangki air portabel yang disambungkan melalui bentangan selang berjarak panjang.
"Sektor kanan dikerjakan satu tim Daops Siak dan dua tim Daops Muara Tebo yang melaksanakan pemadaman sampai pukul 19.00 WIB dengan strategi estafet air memanfaatkan collapsible tank dan bentangan sepanjang 40 roll selang sampai ke titik api terakhir," jelas Ferdian.
Kerja keras tim gabungan sepanjang hari menghasilkan perkembangan positif. Dua sektor yang menjadi fokus operasi berhasil ditangani hingga tidak lagi menjadi sumber penyebaran api.
"Final progres sisi kanan dan kiri tuntas. Besok pagi dilanjutkan konsentrasi di pulau-pulau api kecil yang masih ada di tengah," katanya.
Meski demikian, operasi di lapangan tidak berjalan tanpa hambatan. Tim masih harus menghadapi banyak batang kayu tumbang yang melintang di area kebakaran, sehingga menyulitkan personel menuju titik api maupun mengangkut peralatan dan logistik.
"Kendala yang dihadapi posisi kedua sisi berupa tumbangan-tumbangan kayu melintang sehingga menyulitkan akses nozzleman menuju titik api serta akses sarana-prasarana dan logistik," ungkap Ferdian.
Untuk membantu mengatasi kendala tersebut, satu unit alat berat milik perusahaan dikerahkan ke lokasi pada siang hari.
Alat berat digunakan untuk membuka jalur akses sekaligus membuat embung tambahan sebagai sumber air bagi sistem estafet pemadaman.
"Siang hari kami terbantu satu alat berat perusahaan yang membantu membuka akses dan membuat embung estafet," tuturnya.
Dengan tuntasnya penanganan dua sektor utama, tim gabungan kini akan memusatkan operasi pada titik-titik api kecil yang masih tersisa di bagian tengah area terbakar.
Fokus tersebut dilakukan untuk mencegah bara api berkembang kembali dan memastikan pengendalian karhutla di Tanjung Kapal terus menunjukkan kemajuan dalam beberapa hari ke depan. (shd)
Lestari



