Tumbuhkan Rasa Bangga terhadap Bahasa Ibu, Balai Bahasa Riau Gelar Bimtek RBD di Pelalawan

Kepala BBR, Dr. Umi Kulsum, M.Hum., mengatakan setiap hari, ada saja bahasa yang hilang di dunia. Kehilangan ini menjadi kekhawatiran bersama. Ambil contoh, kehadiran alat masak magic com bisa menghilangkan 50 kosa kata, sebagai bahasa ibu yang pernah gunakan. 

Tumbuhkan Rasa Bangga terhadap Bahasa Ibu, Balai Bahasa Riau Gelar Bimtek RBD di Pelalawan
Kegiatan Bimtek Revitalisasi Bahasa Melayu Riau atau Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang ditaja Balai Bahasa Riau (BBR) patut diapresiasi. Untuk itu, setiap peserta diminta untuk bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bisa mengimbaskannya di sekolah. Sehingga, bahasa Melayu Riau makin dimasyarakatkan di lingkungan sekolah dan bisa menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa ibu.FOTO: Balai Bahasa Riau

WARTASULUH.COM, PELALAWAN – Kegiatan Bimtek Revitalisasi Bahasa Melayu Riau atau Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang ditaja Balai Bahasa Riau (BBR) patut diapresiasi. Untuk itu, setiap peserta diminta untuk bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bisa mengimbaskannya di sekolah. Sehingga, bahasa Melayu Riau makin dimasyarakatkan di lingkungan sekolah dan bisa menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa ibu.

Demikian dikatakan dr. Endid Romo Pratinyo, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemasyarakatan Kabupaten Pelalawan saat mmebuka acara Bimtek Revitalisasi Bahasa Melayu Riau untuk Guru Utama di Kabupaten Pelalawan yang berlangsung di aula Bappeda Pelalawan, Selasa (5/5/2026). 

Sementara itu, Kepala BBR, Dr. Umi Kulsum, M.Hum., mengatakan setiap hari, ada saja bahasa yang hilang di dunia. Kehilangan ini menjadi kekhawatiran bersama. Ambil contoh, kehadiran alat masak magic com bisa menghilangkan 50 kosa kata, sebagai bahasa ibu yang pernah gunakan. 

“Kehilangan kosa kata yang hilang tersebut terjadi pada kosa kata dari proses memasak, alat-alatnya, cara menanak nasinya, dan bahan yang digunakan. Inilah yang disebut dengan ketirisan bahasa dan tentu ini menjadi tangungjawab kita bersama,” kata Umi Kulsum.

Dengan adanya fenomena ketirisan bahasa, maka kegiatan RBD menurut Umi menjadi kegiatan yang sangat penting dilakukan. “Tahun 2026 adalah tahun ketiga kegiatan RBD di Provinsi Riau. Kegiatan meliputi Bimtek, pengimbasan di sekolah, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten, dan FTBI tingkat Provinsi Riau pada November 2026. Sedangkan, untuk FTBI nasional akan dilakukan pada tahun mendatang,” jelas Umi. 

Kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta yang berasal dari kalangan kepala sekolah SD dan SMP, dan guru Budaya Melayu Riau (BMR) SD dan SMP. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini untuk mata saji Bahasa Melayu Riau Berbasis Pidato adalah Nurzikri Z, Bahasa Melayu Riau Berbasis Mendongeng, Sudirman Shomary, Bahasa Melayu Riau Berbasis Puisi, Syamsir, Bahasa Melayu Riau Berbasis Cerpen, Marsia Anita dan Dedi Irwan, Bahasa Melayu Riau Berbasis Komedi Tunggal, Robi Syofyan, Bahasa Melayu Riau Berbasis Tembang Tradisi, Sulastri Yerni, dan Bahasa Melayu Riau Berbasis Aksara Arab Melayu, Agus Pratama. 

Pada acara pembukaan, Kepala BBR berkesempatan menyerahkan buku bahan bacaan anak dwibahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Riau dialek Pelalawan kepada 16 penulis. Karya mereka sudah diterbitkan BBR pada tahun 2025. 

Hadir juga kepala Bappeda Pelalawan, Tengku Muhammad Sukron, S.Sos., M.E.,  Kepala Dinas Pndidikan dan Kebudayaan Leo Nardo S.Pd.MM. Kepala DP3AP2KB, Erwan B, dan Sekretaris Dinas Pol PP, Yusman. (rls)