Petani Sawit Kecewa PT SAI Buat Parit Gajah Tanpa Musyawarah

WARTASULUH.COM, PASIRPENGARAIAN - PT Sawit Asahan Indah yang berada di Ruang Hak Guna Usaha(HGU) yang dikelilingi Kecamatan Rambah Samo, Kecamatan Ujung Batu, Kecamatan Rokan IV koto dan Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam mengubah jalan menjadi parit gajah, Senin (20/09/2021). Sikap perusahaan tersebut mengecewakan petani karena tak dilakukan secara musyawarah.
Penggalian itu berdampak kepada petani sawit di sekelilingnya yang berbatasan langsung dengan kebun perusahaan. Pasalnya akses jalan yang sehari harinya digunakan untuk dilalui dan mengeluarkan produksi buah sawit milik petani tidak dapat digunakan akibat pemutusan jalan sepihak yang dilakukan perusahaan.
Zainal salah satu petani yang menggunakan jalan tersebut mengatakan masalah pencurian buah di PT SAI itu dan bukan cuma merugikan perusahaan tapi juga petani. "Kami juga dirugikan oleh pencuri karena bukan sawit PT SAI aja yang hilang punya kamipun sering hilang," ujarnya.
Zainal juga mengatakan sebenarnya ada akses jalan lain, namun sudah tak memungkinkan untuk lewati jalan itu. Karena saat ini jalan itu rawa dan butuh waktu lama untuk memperbaiki jalan tersebut.
"Inilah akses jalan satu-satunya buat kami untuk keluarkan buah sawit selama ini. Tapi mengapa dibuat parit gajah," tanyanya.
Seharusnya menurut Zainal sebelum ada penggalian masyarakat diajak berunding dulu, dengan perusahaan disaksikan Pemdes terkait. Sekalipun itu memang untuk mengamankan aset dari perusahaan itu sendiri.
Ia mengatasnamakan warga lainnya berharap pihak perusahaan ada kebijakan untuk membuka jalan akses untuk keluarkan produksi petani sawit. Mengingat jalan dulunya bagus kini berubah menjadi parit yang lebar atau disebut parit gajah. "Tolong dibuka kembali akses jalan. Karena itulah satu satunya akses jalan bagi kami untuk mengangkut hasil kebun sawit kami. Ini mata pencarian untuk kehidupan kami selaku petani," tuturnya.
Dihari yang sama manejemen PT SAI membenarkan adanya pemutusan akses jalan yang berbatasan dengan masyarakat dengan alasan untuk pengamanan aset perusahaan.
"Sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan pihak Desa Lubuk Bendahara Timur untuk lakukan pengamanan aset perusahaan. Tidak mungkin kami koordinasi dengan masyarakat karena yang ada hubungan adalah pihak Desa Lubuk bendahara timur dengan perusahaan," terang Misman sebagai CD Admin di PT SAI yang saat itu mewakili pihak perusahaan.
Ia menambahkan, pembuatan parit gajah terpaksa dilakukan untuk mengurangi angka kriminal pencurian buah sawit yang belakangan ini sudah sangat merugikan pihak perusahaan. Pencurian dilakukan mulai dari tandanan buah kelapa sawit hingga berondolan.
Sebelumnya pihak manajement sudah meminta bantuan kerjasama dengan pihak masyarakat yang berbatasan langsung dengan pihak kebun perusahaan. "Kita juga sudah memberikan bantuan berupa pembangunan akses jalan baru di belakang kebun masyarakat dan masih di kerjakan," ujar Misman.
Namun dalam hal ini pihaknya akan tetap memberikan solusi terbaik,tentunya setelah adanya kesepakatan antara Pihak Perusahaan dengan masyarakat yang mungkin akan difasilitasi oleh Pemdes Lubuk bendahara timur. (To'at)