GALERI FOTO DPRD PROVINSI RIAU
Bahas LKPJ Kepala Daerah Tahun 2025, Pansus DPRD Riau Rapat Bersama BPKAD, Bapenda, DPMPTSP, Biro Ekonomi dan BRIDA
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Bahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2025, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau gelar rapat lanjutan bersama BPKAD Provinsi Riau, Bapenda Provinsi Riau, DPMPTSP Provinsi Riau, Biro Ekonomi Setda Provinsi Riau, serta BRIDA Provinsi Riau, Selasa (31/3/2026) di Ruang Rapat Medium DPRD Provinsi Riau.

Rapat ini dipimpin Ketua Pansus LKPJ Androy Aderianda, yang didampingi Wakil Ketua Pansus LKPJ Indra Gunawan Eet, serta anggota Pansus LKPJ, yakni Soniwati, Zulhendri, dan Monang Eliezer Pasaribu.

Saat membuka rapat, Androy Aderianda mempersilakan BPKAD untuk memaparkan kondisi keuangan daerah Tahun 2025. Pansus memberikan kesempatan kepada seluruh OPD yang hadir untuk menjelaskan laporan serta data terkait penggunaan anggaran guna memastikan pelaksanaannya sesuai ketentuan.

Dalam sesi diskusi, Wakil Ketua Pansus LKPJ Indra Gunawan Eet mempertanyakan kendala tidak tercapainya target serta realisasi anggaran Tahun 2025.
Perwakilan BPKAD menjelaskan bahwa pada masa transisi kepemimpinan gubernur, pelaksanaan program tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, baik dari Kementerian Dalam Negeri, pemerintah pusat, maupun instruksi presiden.

Disampaikan bahwa realisasi anggaran Tahun 2025 berada pada angka 78,07 persen. Meski belum optimal, pemerintah daerah tetap memprioritaskan penanganan program-program yang bersifat mendesak agar roda pemerintahan tetap berjalan.

Selain itu, tingginya beban belanja pegawai, termasuk untuk PPPK yang melebihi 30 persen, menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Ke depan, diharapkan pengalihan sebagian beban anggaran PPPK ke pemerintah pusat dapat memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi daerah.

BPKAD juga menjelaskan bahwa salah satu faktor utama tidak optimalnya realisasi anggaran adalah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Data lebih rinci akan disampaikan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang akan segera dibahas.

Sementara itu, Bapenda Provinsi Riau melaporkan upaya peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak, seperti pajak kendaraan bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pajak air permukaan, meskipun pada Tahun 2025 terjadi penurunan pada beberapa sektor.
Dari sisi investasi, DPMPTSP Provinsi Riau menyampaikan capaian nilai investasi dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 53.786 orang. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024.

Pembahasan juga menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berada di bawah koordinasi Biro Ekonomi Setda Provinsi Riau.
Ketua Pansus Androy Aderianda meminta agar dilakukan analisis menyeluruh terhadap potensi keuntungan maupun risiko kerugian, sehingga dapat menjadi bahan rekomendasi perbaikan ke depan.
Selanjutnya, BRIDA Provinsi Riau memaparkan sejumlah kegiatan riset yang telah dilakukan pada Tahun 2025, di antaranya riset pengembangan pendidikan, lahan produktif, perikanan, serta energi dan sumber daya mineral.
Selain itu, BRIDA juga mengusulkan riset lanjutan seperti aktivasi sumur tua, rumah inovasi daerah, serta riset karbon ramah lingkungan.
Namun demikian, BRIDA mengakui masih menghadapi kendala, terutama dalam kerja sama dengan dunia usaha dan perguruan tinggi, serta keterbatasan peralatan riset modern.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Pansus Androy Aderianda meminta BRIDA untuk menyampaikan tiga riset unggulan yang dapat ditindaklanjuti sebagai rekomendasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke depan.
Selanjutnya Pansus akan kembali menggelar pembahasan bersama BUMD guna pendalaman lebih lanjut. (galeri)


Lestari



