Advertorial
Jemput Bola ke Pusat, Rangkaian Roadshow Jilid II Pemkab Inhu Sukses Boyong Dukungan
WARTASULUH.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab Inhu) bergerak agresif mempercepat pembangunan daerah melalui agenda Roadshow Kementerian & Lembaga Jilid II di Jakarta pada 8–10 Juli 2026.
Dipimpin langsung oleh Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi bersama Wakil Bupati Ir H Hendrizal MSi dan Sekda Zulfahmi Adrian AP MSi, Pemkab Inhu melakukan gerak cepat "jemput bola" ke berbagai instansi strategis demi mengatasi keterbatasan fiskal daerah dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

1. Pendidikan & Penguatan Literasi (Kemendikdasmen & Perpusnas RI)
Dalam upaya memperkokoh fondasi intelektual dan melestarikan kebudayaan daerah, Pemkab Inhu langsung mengamankan sinergi strategis dengan dua lembaga literasi tertinggi negara.
Kemendikdasmen Penandatanganan nota kesepakatan 5 tahun untuk pelindungan bahasa/sastra daerah, serta usulan hibah buku bermutu.
"Kesepakatan ini merupakan langkah nyata Pemkab Inhu dalam membangun ekosistem pendidikan, sosial, dan kebudayaan yang kuat untuk meningkatkan kualitas SDM yang unggul secara intelektual tanpa meninggalkan kelestarian nilai budaya lokal," ujar Bupati Ade Agus.
Perpusnas RI
Usulan renovasi Gedung Layanan Perpustakaan Digital, fasilitas TIK, dan armada perpustakaan keliling pelosok.
"Peningkatan literasi adalah kunci untuk menciptakan SDM yang siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. Oleh karena itu, kami berharap Perpustakaan Nasional dapat mendukung upaya Pemkab Inhu dalam menghadirkan fasilitas yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke wilayah pelosok," tegas Bupati Ade Agus.

2. Ketahanan Pangan & Ekonomi Desa (Kemenko Pangan & Kemenkop RI)
Kemenko Pangan
Audiensi bersama Wamenko Dr. Hanif Faisol Nurofiq membahas optimalisasi pertanian, revitalisasi pasar tradisional pasca-kebakaran, dan pengalihan lahan sawit eks-Satgas PKH ke koperasi desa.
Kementerian Koperasi
Pengusulan hak pengelolaan kebun sawit produktif hasil penertiban hutan kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk kemandirian desa.
"Pola pengelolaan melalui koperasi desa akan memberikan dampak ekonomi yang masif. Selain membuka lapangan kerja baru dan menaikkan pendapatan koperasi, skema ini dapat menjadi sumber PADes yang signifikan, sehingga desa tidak lagi melulu bergantung pada dana transfer pemerintah pusat," jelas Bupati Ade Agus.
3. Strategi Anggaran & Pemulihan Fiskal (Ditjen Bina Keuda Kemendagri)
Ditjen Bina Keuda
Konsultasi taktis mencari stimulus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pasca-pemotongan dana transfer pusat.
"Melalui pertemuan ini, kami berharap Ditjen Bina Keuda Kemendagri dapat memberikan arahan serta regulasi stimulus yang tepat agar Pemkab Inhu mampu mengoptimalkan potensi PAD secara mandiri dan keluar dari tekanan fiskal yang ada," harap Bupati Ade Agus.

4. Perlindungan Sosial & Infrastruktur Ramah Anak (Kemen PPPA)
Pengajuan DAK Fisik untuk pembangunan gedung UPTD PPA ramah disabilitas dan Rumah Aman (Shelter) bagi korban kekerasan.
"Urusan perlindungan perempuan dan anak merupakan pelayanan dasar wajib pemerintah daerah. Keterbatasan fiskal daerah bukan menjadi penghalang bagi kami untuk terus berjuang di tingkat pusat guna menghadirkan pelayanan yang cepat, aman, nyaman, dan menjaga kerahasiaan korban," tegas Bupati Ade Agus.
5. Akselerasi Infrastruktur & SDM Perhubungan (Kementerian PU & PTDI-STTD)
Demi menopang status Kawasan Perkotaan Rengat sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yang mengantongi potensi investasi raksasa senilai Rp 614,9 Miliar, Pemkab Inhu bergerak cepat mendorong modernisasi sistem transportasi dan konektivitas jalan nasional yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian daerah
Kementerian PU
Mengusulkan pelebaran menjadi dua jalur terpisah pada TA 2027 untuk tiga ruas jalan kritis terintegrasi Tol Trans Sumatera (Pematang Reba–Rengat sepanjang 11,14 Km, Pematang Reba–Siberida sepanjang 6,0 Km, dan Simpang Japura–Pematang Reba sepanjang 1,0 Km). Proyek ini dipastikan Ready to Build tanpa konflik sosial karena telah mengantongi 100% surat pernyataan pelepasan lahan sukarela dari warga setempat.
"Kawasan Perkotaan Rengat memiliki potensi investasi raksasa yang mencapai Rp 614,9 Miliar berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM. Namun, perputaran ekonomi ini masih tertahan oleh kapasitas jalan arteri primer konvensional yang bermasalah dengan sistem satu jalur. Oleh sebab itu, kami memohon dukungan penuh APBN TA 2027 agar usulan ini menjadi Prioritas Nasional," papar Wakil Bupati Inhu, Ir. H. Hendrizal, M.Si.
PTDI-STTD
Menjajaki rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis yang mencakup program pendidikan, pelatihan teknis, serta sertifikasi kompetensi perhubungan guna mencetak SDM lokal yang profesional dan mampu mengoptimalkan tata kelola transportasi darat di Kabupaten Inhu.
6. Kesejahteraan Masyarakat & Lingkungan
Penanganan Sosial Up-to-Date dan Studi Tiru Sampah Modern
Pemkab Inhu memadukan aspek kelestarian lingkungan dan kepedulian sosial guna mewujudkan tata kelola daerah yang bersih serta responsif terhadap dinamika masyarakat:
Kementerian Sosial
Mengajukan pengadaan armada evakuasi kedaruratan ODGJ/ABH, pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT), serta bantuan modal usaha produktif bagi keluarga prasejahtera.
Sudin LH Jakarta Utara
Melakukan benchmarking sistem pengelolaan sampah raksasa lewat adopsi teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan budidaya maggot BSF untuk menyulap 18 ton sampah harian Inhu menjadi komoditas bernilai ekonomi.

Melalui sinergi erat lintas kementerian ini, Pemkab Inhu membuktikan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, modern, dan berdampak ekonomi nyata menuju Indragiri Hulu yang inklusif dan mandiri.
Rangkaian Roadshow Jilid II ini membuktikan bahwa keterbatasan fiskal daerah bukan penghalang bagi Pemkab Inhu. Dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Indragiri Hulu optimis mampu mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata, SDM yang unggul, serta lingkungan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (Advertorial)
Lestari



