Mengenal Lebih Dekat Gen Z Komisaris PT SPR Langgak M Sambu Harman: Menempa Kritik Menjadi Kekuatan, Siap Bawa BUMD Menuju Era Keemasan

Mengenal Lebih Dekat Gen Z Komisaris PT SPR Langgak M Sambu Harman: Menempa Kritik Menjadi Kekuatan, Siap Bawa BUMD Menuju Era Keemasan
Muhammad Sambu Harman, sosok muda yang kini menduduki kursi komisaris PT SPR Langgak

WARTASULUH.COM, PEKANBARU – Di tengah dinamika pembangunan daerah Provinsi Riau, sebuah pemandangan menyegarkan sekaligus membanggakan hadir dari jajaran elite Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah berani diambil oleh PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) melalui anak perusahaannya, PT SPR Langgak, dengan memercayakan posisi strategis Komisaris kepada representasi generasi muda terbaik bumi lancang kuning, Muhammad Sambu Harman.

Saat ditemui di Pekanbaru pada Minggu (12/7/2026), sosok pemuda tampan berkulit kuning bersih ini langsung memancarkan aura wibawa yang matang di luar usianya. Memiliki postur tubuh tinggi proporsional dan pembawaan yang santun namun tegas, pria kelahiran Pekanbaru, 15 November 2003 ini merupakan potret sahih dari bangkitnya kepemimpinan intelektual Gen Z di sektor korporasi strategis daerah.

Jadikan sang ayah, Suparman sebagai guru dan panutan 

Sambu bukanlah nama asing dalam konstelasi sosial-politik Riau. Ia merupakan putra pertama dari tokoh legendaris Riau, Suparman—seorang tokoh pemuda pada masanya, mantan Bupati Rokan Hulu, sekaligus mantan Ketua DPRD Riau yang dikenal sebagai sesepuh dan tokoh masyarakat senior Partai Golkar. Mewarisi darah kepemimpinan dan kharisma sang ayah, Sambu kini melangkah tegak mengukir sejarahnya sendiri.

Terpilihnya Sambu sebagai Komisaris PT SPR Langgak dikukuhkan secara resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 19 Juni 2026 lalu. Kendati demikian, jalan mulus pemuda berusia 22 tahun ini menuju tampuk penting BUMD tidak lepas dari sinisme dan cibiran publik. 

Sebagian pihak menilai dirinya terlalu muda dan belum layak menduduki posisi bergengsi tersebut. Bahkan, ada yang menuding kedekatan sang ayah dengan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menjadi ‘jimat’ atau jalur khusus baginya.

Namun, alih-alih goyah atau terpengaruh oleh anggapan sarkas tersebut, pemuda bermental baja ini justru menanggapi segala kritik dengan senyuman penuh optimisme. Baginya, riak-riak penolakan tersebut bukanlah pelemah, melainkan bahan bakar terbaik untuk pembuktian kinerja nyata dalam mengembalikan masa keemasan PT SPR Langgak serta menyumbang profit optimal bagi pendapatan asli daerah (PAD).

“Kritik adalah kekuatan. Saya sangat terbuka dengan kritikan, karena proses pendewasaan seseorang itu bukan dibentuk dari pujian, melainkan dari kritikan. Kita jadikan kritik sebagai lecutan untuk mengevaluasi diri dan menunjukkan performa terbaik,” ujar Sambu dengan nada penuh keyakinan.

Kepemimpinan bagi lulusan sarjana Administrasi Publik Fisip Universitas Riau (UNRI) akhir tahun 2024 ini bukanlah hal baru. Jiwa kepemimpinan tersebut telah tertanam dan teruji sejak masa sekolah. "Sejak SMP saya selalu didapuk oleh teman-teman untuk menjadi leader. Mulai dari ketua Pramuka, ketua PMR, hingga aktif di OSIS," kenangnya.

Kematangan organisasinya semakin terasah tajam saat menduduki bangku kuliah sebagai aktivis mahasiswa dan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Perjalanan panjang di dunia pergerakan inilah yang membentuk mentalitas bertarungnya. 

Kini, sembari mengemban tugas di BUMD, ia juga tengah menempuh pendidikan tahun ketiga di Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning (Unilak) demi memperkuat fondasi keilmuannya.

Ketangguhan mental Sambu tidak didapatkan dari kenyamanan, melainkan dari tempaan badai kehidupan yang luar biasa. Publik mungkin melihat jalannya mulus, namun sedikit yang tahu pergulatan batin seorang Sambu remaja ketika sang ayah tersandung kasus hukum beberapa tahun lalu. 

Di saat berada pada fase usia yang sangat membutuhkan figur seorang ayah, ia harus menerima kenyataan terpisahkan oleh dinginnya tembok penjara. Keadaan memaksa Sambu untuk bertahan, mandiri, dan mendewasakan diri tanpa kehadiran fisik sang ayah selama enam tahun. 

Badai itulah yang membentuknya menjadi pribadi yang sangat kuat, mandiri, dan bertanggung jawab penuh atas keluarga dan masa depannya. Pengalaman pahit tersebut kini bermutasi menjadi modal spiritual yang tak ternilai harganya.

Menepis tudingan miring terkait "jalur tol" kelolosannya, pendiri Himpunan Pengusaha Muda Mahasiswa Riau ini menegaskan bahwa dirinya mengikuti seluruh prosedur formal yang ketat dan transparan. Peluang itu bermula saat ia berdiskusi dengan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang kemudian menantangnya untuk ikut serta dalam bursa penjaringan resmi PT SPR Langgak.

“Sebagai kader HMI, saya memegang teguh doktrin: jika kamu mendapat kesempatan maka ambillah, dan jika kamu tidak mendapat kesempatan maka carilah kesempatan itu. Saya memberanikan diri, mengikuti seluruh tahapan, termasuk fit and proper test secara profesional. Jadi, salah besar jika ada yang menuding ini lewat jalur belakang,” tegasnya.

Secara regulasi, Sambu memastikan tidak ada satu pun aturan yang dilanggar terkait persyaratan usia minimal maupun kompetensi. Terlebih, rekam jejak profesionalnya telah dimulai sejak kuliah, di mana ia dipercaya menjadi advisor selama dua tahun di PT Pagar Negeri hingga akhirnya dipromosikan menjadi Direktur Utama di perusahaan tersebut.

Pengalaman manajerial dalam mengimplementasikan good corporate governance itulah yang ia bawa ke PT SPR Langgak. Sebagai Komisaris, Sambu memahami betul fungsi utamanya adalah pengawasan ketat terhadap jalannya manajemen korporasi agar mampu menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi daerah. 

Dengan latar belakang ganda di bidang Administrasi Publik dan Hukum, ia kini mencurahkan energinya untuk mendalami tata kelola regulasi bisnis dan manajemen korporasi modern.

Sambu yang juga merupakan Founder komunitas Riau Youth Era serta penggagas terbentuknya Himpunan Pengusaha Muda Perguruan Tinggi Riau ini memelihara keyakinan besar bahwa masa depan Riau berada di tangan pemuda yang progresif. Lewat diskusi intensif bersama berbagai tokoh penting dan pebisnis sukses, ia memasang target tinggi.

“Riau akan maju di tangan anak muda. Spirit itu yang saya bawa untuk ambil bagian membangun tanah kelahiran kita. Saya sangat yakin, pada tahun 2027 mendatang, PT SPR Langgak akan mampu memberikan deviden dan keuntungan besar bagi Provinsi Riau,” pungkasnya menutup perbincangan dengan sebuah prinsip hidup yang agung: Manusia yang terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat. (Rik)