GALERI FOTO DPRD PROVINSI RIAU
Bahas SPMB di SMAN Plus dan SMAN SKO Riau, Wakil Ketua Dewan Parisman Ihwan Ikuti RDP Komisi V Bersama Dinas Pendidikan
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Bahas sistem penerimaan murid baru (SPMB) di SMAN Plus Provinsi Riau, dan SMAN Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Provinsi Riau, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Parisman Ihwan ikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPRD Provinsi Riau bersama Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Senin (30/3/2026) di Ruang Rapat Komisi V.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Indra Gunawan Eet, didampingi Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Abdul Kasim, dan Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Riau Robin P Hutagalung itu juga dihadiri anggota Komisi V, Syafrudin Iput, Daniel Eka Perdana, Rizal Zamzami, Septina Primawati, Agus Triansyah, dan Magdalisni.

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya, Kepala SMAN Plus Edi Sutono, serta Kepala SMAN SKO Aslim, beserta jajaran.
Dalam rapat itu, Indra Gunawan Eet meminta penjelasan terkait perkembangan proses penerimaan siswa di SMAN Plus dan SMAN SKO Provinsi Riau, yang saat ini tengah berlangsung.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau menjelaskan sistem penerimaan siswa tahun 2026 menggunakan mekanisme seleksi melalui penjaringan.
Untuk SMAN Plus, katanya, kuota penerimaan sekitar 200 siswa dengan nilai rata-rata minimal sekitar 87, perwakilan setiap kabupaten sekitar satu orang, serta wajib mengikuti tes psikotes.

Kepala SMAN Plus Provinsi Riau Edi Sutono menyampaikan, jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.473 orang, dengan berbagai jalur seleksi.
Dari jumlah tersebut, sekitar 400 peserta dinyatakan lulus seleksi akademik dan akhirnya diterima sebanyak 200 orang.

Sementara itu, Kepala SMAN SKO Provinsi Riau Aslim menjelaskan, jumlah pendaftar mencapai 438 orang, dengan 252 orang lolos administrasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 130 siswa akan tinggal di asrama dan 122 siswa berada di luar asrama.

Menanggapi paparan tersebut, Komisi V DPRD Provinsi Riau menekankan pentingnya sistem seleksi yang transparan dan akuntabel.

Selain itu, Komisi V DPRD Provinsi Riau juga meminta adanya solusi bagi siswa maupun atlet yang tidak lolos seleksi.

Komisi V DPRD Provinsi Riau turut menyoroti perlunya kejelasan dalam pengelolaan asrama serta pembinaan atlet, mengingat tingginya minat masyarakat untuk masuk ke SMAN Plus dan SMAN SKO pada tahun 2026. (galeri)


Lestari



