Terlalu Sering Memendam Emosi Bisa Picu Kanker? Ini Kata Dokter Onkologi
WARTASULUH.COM- Emosi yang dipendam disebut-sebut dapat meningkatkan risiko kanker. Pembahasan tentang hal ini ramai di media sosial. Benarkah demikian?
Spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi Dr dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM menyebut hal tersebut ada benarnya. Namun ia mengingatkan, tidak berarti semua jenis emosi yang dipendam dapat memicu kanker.
"Tapi, mana yang akan berwujud pada kanker? Yang kalau sampai mengakibatkan luapan emosi, itu jadi depresi, stres, dan stresnya yang bukan stres harian yang kita dapatkan," ujar dr Andhika dikutip dari Detik, Minggu (24/5/2026).
Lalu bagaimana mekanismenya? dr Andhika menjelaskan ketika seseorang depresi, tubuh akan mengeluarkan zat kimia sitokin pro-inflamasi. Zat kimia tersebut dapat memicu inflamasi atau peradangan pada tubuh.
Ketika tubuh mengalami inflamasi, maka tubuh akan mengalami kenaikan suhu. Akibatnya, beberapa sel-sel yang ada berubah secara genetik akibat adanya perubahan environment.
"Akibatnya terjadi kerusakan, mulai ada kerusakan genetik. Di situlah, kalau gennya terganggu kemudian terjadi perubahan protein yang berwujud kepada jadinya keganasan," ungkapnya.
Namun, ia kembali menegaskan, tidak semudah itu emosi yang mendalam dapat memicu kanker. Perlu waktu dan mekanisme yang panjang sampai akhirnya depresi dapat memicu kanker.
Belum lagi, memperhitungkan faktor risiko lain yang mungkin ada seperti gaya hidup yang tidak sehat, faktor keturunan, dan lainnya.
"Pencegahannya dengan kontrol stres dan jangan lupa olahraga, main-main jalan-jalan juga itu penting untuk bantu (mencegah)," tandas dr Andhika.
Khaliza



