4 Kombinasi Makanan ini Dapat Merusak Jantung, Waspadalah!
WARTASULUH.COM- Masyarakat umumnya lebih fokus pada jenis makanan yang dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, para ahli mengingatkan kombinasi makanan dalam satu kali makan juga dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan pembuluh darah dan jantung.
Melansir laporan yang dikutip dari Times of India, Rabu (10/6/2026), kombinasi makanan tinggi garam, gula, dan lemak jenuh dapat memicu lonjakan gula darah, peningkatan trigliserida, tekanan darah tinggi, hingga peradangan yang mempercepat kerusakan pembuluh darah.
Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, tetapi juga dapat memperbesar kemungkinan terkena penyakit jantung dalam jangka panjang. Berikut beberapa kombinasi makanan yang disebut perlu diwaspadai:
1. Camilan Asin dan Minuman Manis
Kombinasi keripik, snack asin, atau makanan tinggi natrium dengan minuman bersoda maupun minuman manis dinilai menjadi salah satu yang paling berbahaya.
Natrium dalam makanan asin dapat menyebabkan tubuh menahan cairan dan meningkatkan tekanan darah. Sementara minuman manis memicu lonjakan gula darah dan insulin dalam waktu singkat.
Peneliti menjelaskan, ketika rasa haus akibat makanan asin dipuaskan dengan minuman manis, tubuh harus menghadapi tekanan metabolik dan tekanan cairan secara bersamaan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dikaitkan dengan kenaikan berat badan, resistensi insulin, hingga peningkatan risiko penyakit jantung.
2. Gorengan dengan Saus Krim
Makanan yang digoreng umumnya mengandung lemak jenuh dan dalam beberapa kasus lemak trans. Ketika dipadukan dengan saus berbahan dasar krim, jumlah lemak jenuh yang masuk ke tubuh menjadi semakin tinggi.
Kombinasi ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta membuat lemak bertahan lebih lama dalam aliran darah setelah makan.
Akibatnya, fungsi pembuluh darah menjadi terganggu dan risiko peradangan meningkat. Jika dikonsumsi terlalu sering, kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan arteri.
3. Keju dan Daging Olahan
Perpaduan keju dengan sosis, ham, bacon, atau daging olahan lainnya juga masuk dalam daftar yang perlu dibatasi.
Kedua jenis makanan tersebut sama-sama kaya lemak jenuh dan garam. Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol LDL, sedangkan kadar natrium yang tinggi berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Para ahli menyebut konsumsi rutin kombinasi ini dapat mempercepat pembentukan plak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
4. Paket Fast Food Lengkap
Burger, kentang goreng, dan minuman manis menjadi kombinasi yang paling umum ditemukan dalam menu cepat saji.
Namun, kombinasi tersebut menghadirkan karbohidrat olahan, lemak jenuh, garam dalam jumlah tinggi, serta gula sekaligus dalam satu waktu makan.
Efeknya, tubuh mengalami lonjakan gula darah, trigliserida, dan tekanan darah secara bersamaan. Para ahli menekankan, dampak gabungan ini lebih berbahaya dibandingkan masing-masing komponen jika dikonsumsi terpisah.
Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini dapat memicu kenaikan berat badan, peradangan kronis tingkat rendah, resistensi insulin, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Siapa yang Paling Berisiko?
- Para peneliti menyebut semua orang dapat terdampak oleh pola makan tersebut. Namun, risikonya lebih tinggi pada orang yang mengalami obesitas, memiliki tekanan darah tinggi, jarang berolahraga, mengalami stres berkepanjangan, atau memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
- Mereka yang sering mengalami mudah lelah, sesak napas saat aktivitas ringan, atau stamina yang menurun juga disarankan untuk lebih memperhatikan pola makan karena gejala tersebut dapat menjadi tanda awal gangguan kardiovaskular.
- Untuk mengurangi risiko, para ahli menyarankan mengganti minuman manis dengan air putih, memilih protein panggang dibanding gorengan, memperbanyak sayuran dan kacang-kacangan, serta menghindari porsi makan berlebihan terutama pada malam hari.
Khaliza



