13 Titik Panas Menyala di Rokan Hilir, Tim Manggala Agni Daops V Dumai Berjibaku Padamkan Karhutla di Rantau Bais

Sebanyak 13 titik panas (hotspot) menyala di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Update 1 Juni 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Daops V Dumai berjibaku padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Rantau Bais, Rohil.

13 Titik Panas Menyala di Rokan Hilir, Tim Manggala Agni Daops V Dumai Berjibaku Padamkan Karhutla di Rantau Bais
Sebanyak 13 titik panas (hotspot) menyala di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Update 1 Juni 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Daops V Dumai berjibaku padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Rantau Bais, Rohil. FOTO: Manggala Agni Riau

WARTASULUH.COM, ROKAN HILIR - Sebanyak 13 titik panas (hotspot) menyala di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Update 1 Juni 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Daops V Dumai berjibaku padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Rantau Bais, Rohil.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Sanya G, mengatakan, sebanyak 13 titik panas di Kabupaten Rokan Hilir itu merupakan bagian dari 236 titik panas di Sumatera.

"Sisanya di Provinsi Aceh 65 titik panas, Sumatera Selatan 49 titik panas, Sumatera Barat 31 titik panas, Bengkulu, Sumatera Utara dan Bangka Belitung masing-masing 20 titik panas serta Jambi dan Lampung masing-masing 9 titik panas," ungkap Sanya G, Selasa (2/6/2026).

Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, mendapat satu tim tambahan dari Manggala Agni Daops V Dumai, sehingga total terdapat 3 tim Manggala Agni Daops V Dumai yang bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi di lapangan masih membutuhkan upaya ekstra karena masih terdapat material yang terbakar di bawah permukaan.

"Untuk wilayah Rantau Bais, Rohil, yang ditangani dua tim Manggala Agni Daops Dumai sampai dengan sore tadi masih membutuhkan energi ekstra. Walaupun posisi kepala api sudah tersekat, kondisi di bagian tengah masih menimbulkan asap sehingga membutuhkan waktu untuk memastikan tuntas padam," kata Ferdian.

Ia juga menyampaikan bahwa, operasi pemadaman sepanjang hari ini juga mendapat dukungan dari Satgas Udara yang mengerahkan satu unit helikopter water bombing untuk membantu mempercepat pengendalian kebakaran.

"Pemadaman di Rantau Bais tadi dibantu juga oleh Satgas Udara dengan pengerahan satu helikopter water bombing," ujarnya.

Ia juga menjelaskan kondisi karhutla di Rantau Bais sempat menyulitkan petugas akibat angin yang bertiup cukup kencang. Situasi tersebut menyulitkan proses pemadaman maupun pendinginan.

"Kondisinya sempat merepotkan dengan angin cukup kencang," jelas Ferdian.

Meski perkembangan pengendalian api menunjukkan hasil positif dengan berhasil disekatnya kepala api, proses pemadaman belum dinyatakan selesai. 

Tim masih harus memastikan tidak ada lagi bara maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Karena itu, operasi pemadaman dan pendinginan akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi dengan dukungan personel yang telah diperkuat.

"Tim akan melanjutkan pekerjaan besok pagi," tutup Ferdian.

Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera bersama para pihak terkait terus memantau perkembangan di lokasi guna memastikan kebakaran dapat dipadamkan secara menyeluruh dan tidak meluas ke area lain. (shd)