Sachio Diandra Najla dan Nachwa Aliefya Putri Dharma Siswa MAN IC Serpong Raih Gold Medal dan Second Prize ASPC 2026 di Bangkok
Sachio Diandra Najla dan Nachwa Aliefya Putri Dharma, dua siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong berhasil meraih Gold Medal dan Second Prize kategori Biological Sciences pada The 12th ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2026 di Bangkok, Thailand, berkait penelitian mereka tentang inhaler berbahan serai wangi (Cymbopogon nardus) dan pala (Myristica fragrans).
WARTASULUH.COM, SERPONG - Sachio Diandra Najla dan Nachwa Aliefya Putri Dharma, dua siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong berhasil meraih Gold Medal dan Second Prize kategori Biological Sciences pada The 12th ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2026 di Bangkok, Thailand, berkait penelitian mereka tentang inhaler berbahan serai wangi (Cymbopogon nardus) dan pala (Myristica fragrans).
Penelitian tersebut dipresentasikan Sachio Diandra Najla dan Nachwa Aliefya Putri Dharma dalam The 12th ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2026 yang berlangsung pada 7–11 Juli 2026 di Bangkok, Thailand.
Melalui penelitian itu, mereka berhasil membawa pulang Gold Medal sekaligus Second Prize pada kategori Biological Sciences.
Kepala MAN IC Serpong Hilal Najmi mengatakan, penelitian bertajuk DIRAMU: Integrated Phytochemical Profiling and Development of a Myristica fragrans and Cymbopogon nardus Essential Oil Inhaler for Neurorelaxation and Anxiety Reduction berangkat dari upaya mencari alternatif berbahan alam untuk membantu mengurangi kecemasan pada remaja.
“Penelitian ini mengembangkan inovasi inhaler berbahan serai wangi dan pala sebagai terapi komplementer berbasis bahan alam. Melalui uji Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), tim mengidentifikasi senyawa aktif seperti sabinene dan myristicin yang berpotensi memberikan efek relaksasi pada sistem saraf,” ujar Hilal di Serpong, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, penelitian tersebut tidak berhenti pada identifikasi kandungan senyawa, tetapi juga menguji efektivitas inovasi yang dikembangkan.
“Hasil penelitian menunjukkan penggunaan inhaler tersebut mampu menurunkan skor kecemasan remaja secara signifikan dengan nilai effect size Cohen’s d sebesar 3,46. Temuan ini menjadi dasar bahwa inovasi tersebut berpotensi menjadi terapi komplementer yang sederhana, mudah digunakan, dan bermanfaat,” lanjutnya.
Hilal Najmi menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin membangun budaya riset yang melahirkan inovasi dengan manfaat nyata. Prestasi internasional tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penelitian siswa dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat,” kata Hilal. (kha)
Lestari



