Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat 17 Agustus 2026, 52 Titik Panas Menyala di Riau, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat pada 17 Agustus 2026 hingga pukul 09.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 149,7 µg/m³. Sebanyak 52 titik panas (Hotspot) menyala di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Minggu (16/8/2026) pukul 23.00 WIB, terbanyak di Pelalawan 28 titik panas.
WARTASULUH.COM, PELALAWAN - Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat pada 17 Agustus 2026 hingga pukul 09.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 149,7 µg/m³. Sebanyak 52 titik panas (Hotspot) menyala di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Minggu (16/8/2026) pukul 23.00 WIB, terbanyak di Pelalawan 28 titik panas.
Dikutip Wartasuluh.com dari laman Bmkg.go.id, Senin (17/8/2026), Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat pada pukul 02.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat di Pekanbaru 58,5 µg/m³, pukul 08.00 WIB sebesar 72,8 µg/m³ dan pukul 09.00 WIB. Namun, kualitas Udara Pekanbaru sempat membaik pada pukul 04.00 WIB.
Sisanya, kualitas udara Pekanbaru berstatus sedang pada pukul 00.00 WIB sebesar 34,5 µg/m³, pukul 01.00 WIB sebesar 38,7 µg/m³, pukul 03.00 WIB sebesar 25,3 µg/m³, pukul 05.00 WIB sebesar 17 µg/m³ dan pukul 06.00 WIB sebesar 33,8 µg/m³ dan pukul 07.00 WIB sebesar 29,4 µg/m³.
Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).
Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, mengatakan, sebanyak 52 titik panas (hotspot) menyala di Riau, berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 16 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB.
"Sebanyak 52 titik panas di Riau itu tersebar di Kabupaten Pelalawan 28 titik panas, Kampar 5 titik panas, Rokan Hilir 4 titik panas, Bengkalis, Indragiri Hulu dan Kota Pekanbaru masing-masing 3 titik panas, Kepulauan Meranti dan Siak masing-masing 2 titik panas, Indragiri Hilir dan Kota Dumai masing-masing 1 titik panas," ungkap Indah DN, Senin (17/8/2026).
Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 523 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 217 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 110 titik panas, Riau 52 titik panas, Jambi 49 titik panas, Lampung 48 titik panas, Kepulauan Riau 14 titik panas, Sumatera Utara 13 titik panas, Bengkulu 11 titik panas, Aceh 5 titik panas, dan Sumatera Barat 4 titik panas.
Sementara itu, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau. Pada Minggu (16/8/2026), operasi pemadaman masih berlangsung di Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis dan Indragiri Hulu.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan tim di lapangan tidak hanya melakukan pemadaman pada titik api aktif, tetapi juga memastikan bara dan sisa-sisa api benar-benar padam melalui proses mopping up.
“Tim Manggala Agni hari ini masih melakukan pemadaman dan penanganan lanjutan di beberapa lokasi. Untuk lokasi yang sudah dalam tahap mopping up, personel memastikan tidak ada lagi bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala,” kata Ferdian, Minggu (16/8/2026).
Di wilayah operasi Daops Pekanbaru, Manggala Agni menurunkan satu regu untuk menangani karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Lokasi tersebut memasuki hari kedua penanganan.
Satu regu lainnya dikerahkan ke Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Penanganan di lokasi ini telah memasuki hari kelima.
Sementara itu, Daops Dumai menangani sejumlah lokasi yang masih dalam proses pemadaman dan penyelesaian akhir. Di Kepenghuluan Palika, Kecamatan Palika, Kabupaten Rokan Hilir, satu tim Manggala Agni memasuki hari kedelapan penanganan dan saat ini melakukan mopping up.
Penanganan serupa juga dilakukan di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Tim Daops Dumai memasuki hari ketujuh penanganan dan melakukan mopping up untuk memastikan area yang telah dipadamkan tidak kembali terbakar.
Selain dua lokasi tersebut, satu regu Manggala Agni juga dikerahkan ke Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Penanganan di lokasi ini memasuki hari ketiga.
Di wilayah kerja Daops Rengat, penanganan karhutla di Kelurahan Sei Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, telah memasuki hari ke-14.
Sebanyak empat regu ditempatkan di sejumlah sektor untuk menangani lokasi tersebut. Penanganan dilakukan dengan membagi personel berdasarkan sektor agar pemadaman dan pemantauan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Ferdian mengatakan pengaturan personel tersebut menjadi bagian dari strategi operasi untuk memastikan penanganan di lapangan tetap berjalan optimal, terutama pada lokasi yang membutuhkan pemantauan berkelanjutan.
“Kami terus menyesuaikan kekuatan personel dengan kebutuhan di lapangan. Regu yang berada di lokasi melakukan pemadaman sekaligus pemantauan untuk memastikan api benar-benar terkendali,” ujarnya.
Dalam perkembangan operasi, regu bantuan dari Daops Lahat dan Daops Siak telah didemobilisasi setelah dukungan personel di lokasi dinilai tidak lagi diperlukan.
Ferdian menegaskan proses penanganan tetap dilanjutkan oleh personel yang berada di masing-masing daerah operasi. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan perkembangan titik api.
“Kami tetap mengedepankan pemantauan setelah api berhasil dipadamkan. Tahap mopping up penting untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan mencegah api kembali muncul,” katanya.
Manggala Agni bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di wilayah Riau. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta efektivitas pemadaman di setiap lokasi. (shd)
Lestari



