Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat 14 Agustus 2026, 46 Titik Panas Menyala di Riau, Kepala Api di Rengat Berhasil Dikendalikan
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat pada 14 Agustus 2026 hingga pukul 08.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 140,9 µg/m³. Sebanyak 46 titik panas (Hotspot) menyala di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Kamis (13/8/2026) pukul 23.00 WIB.
WARTASULUH.COM, RENGAT - Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat pada 14 Agustus 2026 hingga pukul 08.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 140,9 µg/m³. Sebanyak 46 titik panas (Hotspot) menyala di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Kamis (13/8/2026) pukul 23.00 WIB.
Dikutip Wartasuluh.com dari laman Bmkg.go.id, Jumat (14/8/2026), Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat sejak pukul 00.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat di Pekanbaru 85,2 µg/m³, pukul 01.00 WIB sebesar 72,2 µg/m³, pukul 02.00 WIB sebesar 56,5 µg/m³, pukul 03.00 WIB sebesar 84,2 µg/m³, pukul 04.00 WIB sebesar 57,9 µg/m³ dan pukul 06.00 WIB sebesar 70,6 µg/m³ dan pukul 07.00 WIB sebesar 89,6 µg/m³.
Namun, kualitas udara Pekanbaru sempat jadi Sedang pada pukul 05.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat 54,1 µg/m³.
Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).
Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira M, mengatakan, sebanyak 46 titik panas (hotspot) menyala di Riau, berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 13 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB.
"Sebanyak 158 titik panas di Riau itu tersebar di Kabupaten Bengkalis 16 titik panas, Pelalawan 11 titik panas, Kampar dan Kuantan Singingi masing-masing 5 titik panas, Rokan Hulu 4 titik panas, Rokan Hilir dan Siak masing-masing 2 titik panas, serta Indragiri Hilir 1 titik panas," ungkap Yudhistira M.
Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 489 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 189 titik panas, Lampung 116 titik panas, Riau 46 titik panas, Bengkulu 32 titik panas, Sumatera Utara 27 titik panas, Sumatera Barat 26 titik panas, Jambi 24 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 20 titik panas, Aceh 7 titik panas, dan Kepulauan Riau 2 titik panas.
Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, masih berlanjut hingga hari ke-11, Kamis (13/8/2026).
Tim Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama unsur gabungan terus melakukan pemadaman dan penyekatan untuk menahan pergerakan api di kawasan yang didominasi lahan gambut, semak belukar dan perkebunan sawit masyarakat.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan hingga Kamis sore total luasan yang berhasil dipadamkan mencapai sekitar 20,9 hektare. Namun, kondisi api belum sepenuhnya padam.
“Pemadaman masih terus dilakukan. Sampai hari ini sekitar 20,9 hektare sudah berhasil dipadamkan, namun api masih belum padam dan penanganan akan kami lanjutkan,” kata Ilham, Kamis malam.
Ia menjelaskan, penjalaran api saat ini terutama mengarah ke sisi utara dan timur. Sementara itu, bagian barat lokasi kebakaran telah berhasil tersekat oleh tanggul.
Dalam operasi tersebut, tim telah membangun sekat bakar sepanjang 1,4 kilometer dan membuat 12 titik embung untuk mendukung kebutuhan air selama pemadaman. Tim juga berhasil mengendalikan sekitar 900 meter bagian kepala api.
“Sekat bakar sepanjang 1,4 kilometer sudah dibuat, kemudian ada 12 titik embung. Untuk kepala api, sekitar 900 meter sudah berhasil dikendalikan,” ujarnya.
Meski demikian, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Akses menuju kepala api belum sepenuhnya terbuka, sementara ketersediaan sumber air di beberapa titik masih terbatas. Kondisi angin yang kencang juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Sumber air yang digunakan untuk mendukung operasi berasal dari parit, embung dan kanal yang berada di sekitar lokasi.
Operasi pemadaman pada Kamis berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 17.30 WIB. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, BBKSDA, Tim RPK perusahaan serta masyarakat.
Untuk mendukung operasi, Manggala Agni mengerahkan empat kendaraan roda empat, 22 unit kendaraan roda dua, delapan unit mesin Mini Strike, empat unit Mark 3 serta berbagai perlengkapan pendukung pemadaman lainnya.
"Dengan kondisi api yang masih belum sepenuhnya padam, operasi akan kembali dilanjutkan pada Jumat (14/8/2026)," jelasnya.
Tim akan memprioritaskan pembukaan akses menuju kepala api, pengendalian penjalaran serta pemadaman lanjutan untuk memastikan api tidak kembali meluas. (shd)
Lestari



