Jelang kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Pelatih Timnas U-20 Indonesia Nova Arianto Minta Pemain Muda Tunjukan Versi Terbaik

Jelang kualifikasi Piala Asia U-20 2027, pelatih Timnas U-20 Indonesia Nova Arianto minta para pemain muda tunjukan versi terbaik, kesungguhan, etos kerja, serta kesiapan bersaing di level internasional.

Jelang kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Pelatih Timnas U-20 Indonesia Nova Arianto Minta Pemain Muda Tunjukan Versi Terbaik
Jelang kualifikasi Piala Asia U-20 2027, pelatih Timnas U-20 Indonesia Nova Arianto minta para pemain muda tunjukan versi terbaik, kesungguhan, etos kerja, serta kesiapan bersaing di level internasional. FOTO: PSSI

WARTASULUH.COM, BEKASI - Jelang kualifikasi Piala Asia U-20 2027, pelatih Timnas U-20 Indonesia Nova Arianto minta para pemain muda tunjukan versi terbaik, kesungguhan, etos kerja, serta kesiapan bersaing di level internasional.

Pemusatan latihan (TC) dan seleksi pemain digelar dalam dua gelombang. Agenda ini menjadi ruang pembuktian bagi para pemain muda untuk menunjukkan .

TC yang berlangsung di Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, pada awal Desember 2025 ini diikuti sejumlah pemain potensial, termasuk talenta kelahiran 2007 yang menjadi fokus utama tim pelatih.   

Nova Arianto menegaskan, seleksi ini menjadi langkah awal baginya untuk mengenal lebih dalam potensi generasi baru Timnas U-20 Indonesia. 

Menurutnya, aspek mental, pemahaman permainan, serta sikap di latihan menjadi perhatian utama, bukan semata kemampuan teknik.

“Yang saya minta mereka bisa menunjukkan versi terbaik mereka. Bagaimana kerja keras mereka, bagaimana usaha mereka di latihan, itu yang ingin saya lihat,” ujar Nova, dikutip Wartasuluh.com dari Kitagaruda.id, Selasa (6/1/2026).

“Termasuk bagaimana pemain bisa memahami game plan yang kita buat. Saya harap pemain bisa bekerja lebih keras lagi dan lebih disiplin dengan apa yang akan kita bangun,” pungkasnya. 

Persaingan ketat seleksi pemain Timnas U-20 Indonesia sudah terasa sejak hari pertama, seiring tingginya kualitas pemain yang hadir.

Striker muda berdarah Indonesia-Guinea, Ousmane Camara, menyadari bahwa peluang masuk skuad Timnas U-20 Indonesia hanya bisa diraih lewat kerja keras dan konsistensi selama seleksi.

“Tantangan terbesar saya untuk seleksi kali ini adalah persaingan pemain, karena banyak pemain bagus di sini. Saya harus bekerja keras agar bisa bersaing dengan mereka,” ujar Ousmane. 

Ia juga menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai bekal untuk berkembang. 

“Evaluasi untuk diri saya sendiri, saya harus bisa mendapatkan tempat di Timnas U-20 Indonesia. Di era pelatih Indra Sjafri sebelumnya saya jadikan pengalaman berharga, dan semoga saya bisa mendapatkan tempat di sini,” tambahnya.

Hal senada disampaikan striker muda lainnya, Reno Salampessy, kelahiran 22 Juni 2007 yang menilai seleksi ini bukan hanya soal bersaing dengan pemain lain, tetapi juga tentang menantang diri sendiri untuk naik ke level berikutnya.

“Tantangannya cukup banyak. Saya terus menantang diri saya sendiri bahwa saya berada di level berbeda dari yang lain. Itu adalah tantangan bagi saya,” kata Reno. (kha)