Jelang Garuda Pertiwi vs Arab Saudi, Srikandi Merdeka Cup 2026, Menuju Kualifikasi AFC U-17 Women's Asian Cup 2027

Jelang Garuda Pertiwi vs Arab Saudi, Srikandi Merdeka Cup 2026, Jumat (14/8/2026) pukul 20.00 WIB di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, persiapan menuju Kualifikasi AFC U-17 Women's Asian Cup 2027. 

Jelang Garuda Pertiwi vs Arab Saudi, Srikandi Merdeka Cup 2026, Menuju Kualifikasi AFC U-17 Women's Asian Cup 2027
Jelang Garuda Pertiwi vs Arab Saudi, Srikandi Merdeka Cup 2026, Jumat (14/8/2026) pukul 20.00 WIB di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, persiapan menuju Kualifikasi AFC U-17 Women's Asian Cup 2027. FOTO: PSSI

WARTASULUH.COM, KUDUS - Jelang Garuda Pertiwi vs Arab Saudi, Srikandi Merdeka Cup 2026, Jumat (14/8/2026) pukul 20.00 WIB di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, persiapan menuju Kualifikasi AFC U-17 Women's Asian Cup 2027. 

Srikandi Merdeka Cup 2026 yang akan digelar pada 14-23 Agustus 2026, menjadi bagian dari persiapan menuju Kualifikasi AFC U-17 Women's Asian Cup 2027.

Di ajang ini, Indonesia menurunkan Garuda Pertiwi yang ditangani Timo Scheunemann dan Putri Nusantara ditangani Takumi Taniguchi, sebagai ajang pemantauan pemain untuk memperkuat Timnas Putri U-17 Indonesia.

Garuda Pertiwi berada di Grup A bersama Hong Kong, Malaysia, dan Arab Saudi. Sedangkan Putri Nusantara, tergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, dan Yordania.

Srikandi Merdeka Cup 2026 akan menggunakan format dua grup yang masing-masing dihuni empat tim. 

Juara dan runner-up dari setiap grup berhak melaju ke babak semifinal, sebelum memperebutkan gelar juara Srikandi Merdeka Cup 2026 di partai final.

Selain trofi juara, penyelenggara juga menyiapkan penghargaan bagi tim peringkat kedua, ketiga, dan tim fair play. 

Sementara pada kategori individu, penghargaan akan diberikan kepada pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, dan penjaga gawang terbaik sepanjang Srikandi Merdeka Cup 2026.

Turnamen ini menggunakan format pertandingan 11 vs 11 berdurasi 45 menit x 2 babak dengan dimensi lapangan 68 m x 105 m. Setiap harinya sebelum fase knockout akan tersaji dua pertandingan, serta terdapat dua hari rest day di tanggal 20 dan 22 Agustus. 

Sebelum turnamen berlangsung, Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara menjalani training camp pada 24 Juli sampai 11 Agustus 2026 di Kudus dan Pati, sebagai bagian dari pemantapan strategi, fisik, serta membangun chemistry antar pemain.

"Kami sengaja menyiapkan dua tim dengan kualitas yang kompetitif agar semakin banyak pemain mendapatkan pengalaman bertanding internasional. Kami berharap keberhasilan Timnas Putri Senior menjuarai Piala AFF Putri 2026 menjadi penyemangat bagi mereka. Apalagi turnamen ini berlangsung bertepatan dengan HUT ke-81 Republik Indonesia. Semoga para pemain mampu memberikan penampilan terbaik dan mempersembahkan prestasi yang membanggakan untuk Indonesia," ungkap Program Director Caffino Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, mengatakan, Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi momentum penting bagi para pemain muda untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional sekaligus menjadi bagian dari proses pemantauan pemain menuju pembentukan Timnas Putri U-17 Indonesia.

"Kami mengapresiasi komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation yang secara konsisten membangun pembinaan sepak bola putri dari level usia dini hingga kini menghadirkan turnamen internasional. Kesempatan bertanding melawan negara lain tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para pemain. Turnamen ini juga menjadi salah satu ajang talent scouting dalam menyiapkan skuad Timnas Putri U-17 menuju Kualifikasi AFC U-17 2027. Semakin banyak pemain yang mendapatkan menit bermain di level internasional, semakin besar pula pilihan pemain berkualitas yang dapat diproyeksikan memperkuat Indonesia," ujar Vivin.

Pelatih Kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann berucap, pemusatan latihan menjadi fase penting untuk membentuk tim yang solid jelang bergulirnya Caffino Srikandi Merdeka Cup. 

Selama training center di Kudus dan Pati, para pemain terus menunjukkan perkembangan, baik dalam kerja sama di lapangan, komunikasi, maupun adaptasi terhadap strategi yang disiapkan tim pelatih. 

Modal tersebut membuatnya optimistis Garuda Pertiwi maupun Putri Nusantara mampu tampil kompetitif sepanjang turnamen.

"Seluruh atlet berkembang dengan sangat baik selama menjalani training center. Mereka mau belajar, cepat menyerap materi, dan menunjukkan semangat yang luar biasa di setiap sesi latihan. Bekal itu menjadi modal penting bagi kami untuk menghadapi tim-tim dari enam negara. Bermain di kandang sendiri tentu menjadi motivasi tambahan. Dengan persiapan yang sudah dilakukan, kami siap memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih gelar juara," tegas Timo. 

Sementara itu, Ayla Dva Khala Ahisma, pemain jebolan MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League, yang mengantarkan tim HYDROPLUS Strikers menjadi runner-up di JSSL Singapore 7’s, mengaku bangga bisa kembali merumput di turnamen level internasional dan impiannya bergabung dengan skuad timnas kini terwujud.

"Rasanya bangga sekali bisa mendapat kesempatan mewakili Indonesia di turnamen internasional. Sebagian besar pemain sudah sering bertemu saat mengikuti MilkLife Soccer Challenge maupun HYDROPLUS Soccer League, jadi chemistry kami sudah cukup terbentuk. Sekarang kami tinggal memaksimalkan materi latihan agar bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia," kata pemain Cipta Cendikia FA yang meraih Best Player HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 tersebut. (shd)