Banyak Pedagang Abai Prokes, Dewi: Belanja Jadi Risih dan Was-Was

Melandainya kasus Covid-19 di Pekanbaru sayangnya membuat sebagian masyarakat mulai kendor terhadap protokol kesehatan

Banyak Pedagang Abai Prokes, Dewi: Belanja Jadi Risih dan Was-Was
beberapa pedagang di Pasar Kaget Pinang Merah mengabaikan protokol kesehatan. (Sri)

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Suara riuh menggema di Pasar Pinang Merah, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Sabtu (23/10/2021). Cuaca cerah yang cenderung redup, sangat mendukung untuk aktifitas jual beli di pasar tradisional yang beroperasi setiap Kamis dan Sabtu tersebut.

Suara sahut menyahut pedagang menawarkan dagangannya menjadi ciri khas layaknya sebuah pasar. Pasar yang mulai buka sejak pukul 16.00 WIN itu, relatif cukup ramai. Ada ratusan pedagang yang menggelar lapak.

Menjajakan dagangan mulai dari sayur mayur, ikan, daging, kebutuhan harian hingga jajanan. 

Pembeli pun datang dari berbagai penjuru di sekitar pasar.

Sayangnya, tak sedikit masih dijumpai pedagang bahkan pembeli yang mengabaikan protokol kesehatan (Prokes). Diantara mereka banyak yang tak memakai masker.

Syafei, pedagang jajanan menjawab santai ketika ditanya mengapa dia tak memakai masker. "Sesak nafas pakai masker terus menerus. Sesekali saya lepas masker. Lagian sekarang kan kasus Covid-19 sudah menurun," ungkapnya seperti tanpa beban. 

Setali tiga uang dengan Syafri. Yulinar, pedagang telur ayam ini mengaku tak memakai masker karena merasa sudah aman. "Lepas masker hanya sesekali kalau agak sesak nafas," katanya sembari menunjukkan masker yang digantungkan di lehernya. 

Yulinar merasa yakin tidak akan tertular atau menularkan Covid-19. keyakinan itu dikarenakan dia sudah divaksin. "Saya sudah divaksin koq. Selain itu saya juga tahu bagaimana mentamengi diri saya agar tidak tertular (Covid-19). Selalu bawa hand sanitizer," ujarnya percaya diri.

Kondisi pedagang yang tak patuh prokes ini ternyata membuat pembeli mengurut dada alias prihatin. 

Dewi, warga Jalan Kapau Sari mengaku kesal melihat pedagang bahkan pembeli yang mulai kendor terhadap Prokes.

"Tak ada alasan untuk tak mematuhi Prokes walaupun kasus Covid-19 di Pekanbaru melandai. Virus Covid-19 masih mengancam manusia," ujar perempuan paruh baya ini kesal.

Atas kebandelan oknum pedagang dan pembeli tersebut, Dewi jadi risih dan was-was belanja di pasar yang jaraknya hanya sekitar 500 meter dari kediamannya tersebut.

"Jadi risih, tak nyaman dan was-was belanja di sini. Maklumlah, pasar itu kan ramai. Tidak tahu kita latar belakangnya masing-masing. Berkerumun saja berpotensi penyebaran Covid-19, apalagi dalam kerumunan itu tidak memakai masker. Potensi penyebaran Covid-19 lebih besar," gerutu Dewi yang mengaku terpaksa tetap belanja ke pasar karena untuk memenuhi kebutuhan harian keluarganya.

Dewi yang terlihat buru-buru berbelanja itu berharap pemerintah atau satgas Covid-19 bertindak tegas terhadap pedagang dan pembeli yang tak patuh prokes. "Petugas harus sering-sering patroli. Tindak warga yang tak patuh protes. Terutama di pasar. Karena bagaimanapun saya pribadi dan mungkin banyak masyarakat yang masih butuh ke pasar," tuturnya 

Di sisi lain, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota Pekanbaru, terus mengingatkan kepada pedagang di seluruh pasar tradisional agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Menurut Kepala DPP Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut,, prokes mesti mendapat perhatian serius lantaran pasar merupakan salah satu titik rawan penularan virus corona.

"Untuk itu, kepada pedagang terus kita ingatkan agar disiplin menerapkan prokes, minimal untuk dirinya sendiri," ucapnya, Selasa (19/10/2021).

Dikatakan Ingot, jika pedagang abai terhadap prokes, dikhawatirkan bakal menjadi mata rantai penularan dan penyebaran wabah covid.

"Karena bisa saja pengunjung yang datang mungkin positif, kemudian menular ke pedagang dan pedagang menularkan ke konsumen berikutnya. Makanya kita minta pedagang tetap patuhi prokes," ucapnya.

Lebih jauh disampaikan Ingot, saat ini pertumbuhan ekonomi sudah mulai menggeliat seiring terus turunnya sebaran wabah covid di Ibukota Provinsi Riau.

"Mudah-mudahan sebaran wabah bisa terus ditekan, sehingga ekonomi kita normal lagi," harapnya. (Sri)