DPRD Riau Bentuk Pansus Pendapatan Daerah, Targetkan APBD Riau Kembali Dua Digit
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - DPRD Riau menunjuk Abdullah sebagai Ketua Panitia khusus (Pansus) Pendapatan Daerah dalam paripurna, Kamis (27/11/2025). Pasca diamanahi jabatan tersebut, Sekretaris Fraksi PKS itu optimis APBD Riau bisa kembali dua digit.
"Ya, Alhamdulillah tadi sudah dibentuk oleh DPRD. Seperti yang kita sampaikan sebelumnya bahwa DPRD menggagas satu Pansus dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah Provinsi Riau yang hari ini pendapatan terus turun," ucap anggota Komisi III tersebut.
Wakil rakyat dari Dapil Siak dan Pelalawan tersebut mengaku prihatin atas APBD Riau 2026 yang akan disyahkan dua hari lagi di rapat Badan Anggaran (Banggar) sebesar Rp8,3 triliun. Padahal sebelumnya Riau pernah punya APBD Rp11 triliun.
"Jadi Pansus pendapatan daerah ini sudah ditetapkan tadi ada 14 orang dan saya ditunjuk sebagai ketua. Tentu target kita bagaimana mengembalikan APBD Riau ke dua digit. Kita optimis lah, tapi realistisnya setidaknya bisa melampaui di angka lebih dari Rp9 triliun," ucapnya.
Untuk mencapai target tersebut tambah Abdullah, harus menggali potensi-potensi daerah yang dimiliki. Seperti pajak, retribusi. Tetapi tentu saja jangan diartikan dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini kemudian membunuh, membebani masyarakat.
"Kita melihat potensi-potensi yang sudah ada tapi belum tergali maksimal, termasuk di pajak, retribusi, aset-aset daerah. Bagaimana aset bisa menjadi uang masuk bagi pemerintah provinsi dan semua BUMD. Begitu juga dana bagi hasil sawit misalnya, sempat kami bahas tadi. Ya, semualah, potensi-potensi baru, energi terbarukan selain migas. Ini kan potensi pendapatan, turunan dari sawit yang harusnya bisa menjadi PAD baru bagi daerah," terang dia.
Abdullah mengatakan, meskipun pasti harus disinkronkan dengan peraturan perundang-unangan yang berlaku. Menurutnya, banyak potensi yang digandeng akademisi, minta pandangan dan menggali.
"Tadi kita sudah mulai dengan para akademisi. Harapannya supaya APBD bisa kembali normal. Mudah-mudahan bisa di angka Rp 11 triliun," ucapnya.
Menurut Abdullah, agar lebih maksimal masa kerja Pansus bisa sampai 6 bulan, karena semua potensi. Bahkan, Pansus harus turun ke lapangan untuk melihat pajak air permukaan, pajak bahan bakar.
Sementara saat ditanya mengenai kinerja Bapenda sendiri, Abdullah menilai cukup bagus. Hal ini ditandai dengan menaikkan target Rp300 miliar dari pajak. "Ya, kita sudah dorong menaikkan target 300 miliar dari Rp4,9 triliun PAD menjadi Rp5,2 triliun," ujarnya.
Ia berharap, dengan target ini makin lebih baik. Cuma di sisi BUMD terjadi penurunan, sehingga pendapatan juga tidak menjadi Rp300 miliar, karena ada penurunan di sisi yang lain. Belum lagi seluruh aset-aset yang hari ini sebagian menjadi beban APBD.
"Jadi ini pekerjaannya akan banyak sekali, dan akan maraton juga. Mudah-mudahan kawan-kawan Pansus diberikan kesehatan
untuk meneliti satu persatu potensi daerah agar membantu APBD. Sehingga program-program masyarakat bisa lebih maksimal dengan APBD yang lebih baik," tukasnya. (fin)


Lestari 



