56 Bhikkhu dari Indonesia hingga Thailand Jalan Damai dari Bali Menuju Borobudur
Sebanyak 56 Bhikkhu dari Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Laos memulai perjalanan damai dari Bali menuju Borobudur dalam Indonesia Walk for Peace 2026, membawa pesan persatuan di tengah keberagaman.
WARTASULUH.COM, BALI — Sebanyak 56 Bhikkhu dari Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Laos memulai perjalanan damai dari Bali menuju Borobudur dalam Indonesia Walk for Peace 2026, membawa pesan persatuan di tengah keberagaman.
Para Bhikkhu akan melintasi Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga berakhir di Yogyakarta sebelum tiba di Borobudur.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mengatakan Indonesia memiliki kekuatan besar karena keberagamannya. Karena itu, menurutnya, perbedaan harus menjadi sumber persatuan, bukan konflik.
“Indonesia memiliki kekuatan besar karena keberagamannya. Tugas kita bersama adalah memastikan keberagaman itu menjadi sumber persatuan, bukan sumber konflik. Indonesia Walk for Peace menunjukkan bahwa nilai agama harus menghadirkan kasih sayang, ketenangan, dan kepedulian sosial,” ujar Romo Syafi’i, dikutip Wartasuluh.com dari laman Kemenag.go.id, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang dimulai dari Brahmavihara-Arama, Kabupaten Buleleng, Bali, itu dihadiri Wamenag Romo R. Muhammad Syafi’i, Gubernur Bali I Wayan Koster, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag RI Supriadi, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh agama.
Romo Syafii menambahkan, kegiatan lintas negara seperti IWFP menjadi bagian penting diplomasi budaya dan diplomasi spiritual Indonesia di mata dunia.
“Perang yang paling besar itu adalah perang melawan hawa nafsu. Ketika kita sudah memiliki kekuatan mengendalikan hawa nafsu, ketika itu kita akan lahir sebagai insan yang baik. Melalui Walk for Peace ini, kita menunjukkan bahwa dengan perbedaan yang ada, kita tetap sama sebagai hamba Tuhan dan warga negara Indonesia,” tegas Romo Syafii.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi Indonesia Walk for Peace 2026 yang dinilainya membawa pesan kedamaian dari Bali untuk dunia. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam menjaga keharmonisan alam beserta isinya.
“Kegiatan ini tidak semata kegiatan fisik keagamaan yang sakral, tapi juga membawa pesan kedamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi empat provinsi. Titiang (saya) yakin seyakin-yakinnya ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” ujar I Wayan Koster. (kha)


Lestari



