165 Titik Panas Menyala di Riau, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla di Inhu dan Bengkalis
Sebanyak 165 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 8 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Personel Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera berjibaku padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu dan Bengkalis, Sabtu (8/8/2026).
WARTASULUH.COM, INHU - Sebanyak 165 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 8 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Personel Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera berjibaku padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu dan Bengkalis, Sabtu (8/8/2026).
Prakirawan BMKG Pekanbaru Bella R Adelia, mengatakan, sebanyak 165 titik panas di Riau itu tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu 74 titik panas, Rokan Hilir 28 titik panas, Siak 27 titik panas, Indragiri Hilir 9 titik panas, Bengkalis 8 titik panas, Kota Dumai 7 titik panas, Rokan Hulu 5 titik panas, Pelalawan 4 titik panas, serta Kepulauan Meranti, Kampar dan Kuantan Singingi masing-masing 1 titik panas.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 883 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 317 titik panas, Riau 165 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 124 titik panas, Lampung 95 titik panas, Jambi 92 titik panas, Sumatera Utara 33 titik panas, Sumatera Barat 32 titik panas, Kepulauan Riau 11 titik pana, Bengkulu 10 titik panas dan Aceh 4 titik panas," ungkap Bella R Adelia, Sabtu (8/8/2026).
Sementara itu, personel Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera memperluas operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (8/8/2026).
Tim gabungan terus berupaya menembus keterbatasan aksesibilitas untuk melokalisasi titik api di kedua wilayah tersebut.
Di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, operasi pemadaman yang memasuki hari keenam berfokus pada area seluas 50 hektare.
Petugas menyisir lokasi dari bagian tengah dan membentangkan selang air sepanjang 450 meter dari embung terdekat.
Sementara itu, operasi baru juga dimulai di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, yang membakar lahan seluas 10 hektare.
Untuk mencapai lokasi tersebut, personel Manggala Agni Daops Dumai harus menempuh perjalanan menggunakan perahu menyusuri sungai selama 1,5 jam.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, membenarkan bahwa jalur sungai menjadi satu-satunya akses paling efektif menuju titik api di Pematang Pudu.
Tim tiba di lokasi pada Jumat (7/8/2026) siang dan langsung melakukan penyekatan untuk menahan laju perambatan api.
Ferdian menjelaskan bahwa pemadaman di kedua lokasi menghadapi hambatan cuaca dan kondisi vegetasi yang sangat kering.
Di Pematang Pudu, hembusan angin kencang yang kerap berubah arah memicu potensi penyebaran api secara cepat.
"Adapun di Sungai Guntung Hilir, kendala utama yang dihadapi petugas adalah pekatnya asap serta mulai mengeringnya pasokan air pada embung penampungan. Akses transportasi menuju kepala api di sisi utara kawasan tersebut juga belum terbuka sepenuhnya," katanya.
Guna mengatasi hambatan di Indragiri Hulu, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera mengerahkan tiga unit alat berat ke lokasi.
Alat berat tersebut difungsikan untuk membuka jalan melintas baru serta pengerukan embung penampung air.
"Selain itu, alat berat digunakan untuk membuat sekat bakar di sekeliling area terdampak di Indragiri Hulu. Pembuatan ilaran ini bertujuan memutus penjalaran api agar tidak meluas ke vegetasi hutan di sekitarnya," sebutnya.
Di kawasan Pematang Pudu, strategi penanganan awal difokuskan pada pemantauan arah angin serta penyekatan secara manual.
Personel di lapangan terus bersiaga membentengi area pemukiman dan lahan produktif dari ancaman lidah api.
Hingga Sabtu pagi, status kebakaran hutan dan lahan di Indragiri Hulu maupun Bengkalis dilaporkan belum padam sepenuhnya.
Seluruh personel gabungan masih disiagakan di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan area terpapar.
Ferdian menegaskan bahwa penanganan di seluruh titik kebakaran akan terus dioptimalkan hingga kondisi benar-benar aman.
Prioritas utama petugas saat ini adalah mempermudah mobilisasi peralatan serta menjaga ketersediaan pasokan air di lokasi pemadaman. (shd)
Lestari



