Skadron Udara 12 Akan Diperkuat Rafale Bulan Ini, Pesawat Hawk 109/209 Tinggalkan Lanud Roesmin Nurjadin

Skadron Udara 12 Wing Udara 3.1 Group Tempur akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang direncanakan tiba pada akhir Januari 2026, Pesawat Hawk 109/209 tinggalkan Apron Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (Rsn)

Skadron Udara 12 Akan Diperkuat Rafale Bulan Ini, Pesawat Hawk 109/209 Tinggalkan Lanud Roesmin Nurjadin
Skadron Udara 12 Wing Udara 3.1 Group Tempur akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang direncanakan tiba pada akhir Januari 2026, Pesawat Hawk 109/209 tinggalkan Apron Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (Rsn). FOTO: Lanud Roesmin Nurjadin

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Skadron Udara 12 Wing Udara 3.1 Group Tempur akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang direncanakan tiba pada akhir Januari 2026, Pesawat Hawk 109/209 tinggalkan Apron Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (Rsn), Rabu (7/1/2026).

Selanjutnya, Pesawat Hawk 109/209 terbang menuju Skadron Udara 1 Wing Udara 3.1 Group Tempur di Lanud Supadio, Pontianak. 

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menyampaikan, pelepasan Hawk 109/209 menjadi momen penuh makna bagi keluarga besar Lanud Roesmin Nurjadin. 

“Ada rasa haru dan bangga saat melepas pesawat yang telah mengukir sejarah pengabdian panjang di Bumi Lancang Kuning. Ke depan, Skadron Udara 12 akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang direncanakan tiba pada akhir Januari 2026, sebagai bagian dari modernisasi alutsista untuk semakin meningkatkan daya tangkal dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara,” ujar Danlanud. 

Upacara pelepasan dipimpin Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto, selaku Inspektur Upacara, dengan Komandan Upacara Kasihar Skadud 12 Mayor Tek Arifendi Subnafeu.

Kegiatan tradisi tersebut diikuti Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, para pejabat Koopsau, Danwing Udara 3.1 Tempur, para kepala dinas, komandan satuan, serta seluruh perwira, bintara, dan tamtama Skadron Udara 12. 

Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali laporan Perwira Upacara, penghormatan pasukan, penandatanganan, hingga penyerahan dokumen pesawat sebagai simbol resmi alih satuan.

Momen ini disertai suasana haru dari keluarga besar Lanud Roesmin Nurjadin atas perpisahan dengan pesawat yang telah lama menjadi bagian dari pengabdian satuan.

Dalam amanatnya, Pangkoopsau menegaskan bahwa tradisi pelepasan pesawat merupakan bentuk penghormatan TNI Angkatan Udara terhadap alutsista yang telah mengabdi sekaligus simbol estafet pengabdian antar satuan. 

“Pesawat Hawk 109/209 telah menjadi bagian penting perjalanan tugas Skadron Udara 12, baik dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan udara maupun pembinaan kemampuan tempur penerbang. Jejak pengabdiannya di Bumi Lancang Kuning akan selalu menjadi catatan sejarah satuan,” tegas Pangkoopsau.

Lebih lanjut Pangkoopsau menyampaikan bahwa di balik setiap jam terbang pesawat tersebut tersimpan dedikasi, loyalitas, serta profesionalisme para penerbang, teknisi, dan seluruh personel pendukung yang senantiasa menjaga keselamatan terbang dan kerja. 

Pemindahan Hawk 109/209 ke Skadron Udara 1 Wing Udara 3.1 Group Tempur di Lanud Supadio Pontianak diharapkan semakin memperkuat kesiapan operasional satuan penerima dalam mengawal wilayah udara nasional, khususnya di kawasan Bumi Khatulistiwa.

Hal ini sejalan dengan upaya Koopsau dalam mengelola kekuatan udara secara adaptif, efektif, dan berkelanjutan. (kha)