Hasil DPMM FC vs Tampines Rovers, Piala Presiden 2026, Melihat Strategi Nazri Nasir di Bumi Pasundan
Hasil DPMM FC vs Tampines Rovers, Piala Presiden 2026, Sabtu (25/7/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, melihat strategi Nazri Nasir dan aksi Koya Kazama di Bumi Pasundan.
WARTASULUH.COM, BANDUNG – Hasil DPMM FC vs Tampines Rovers, Piala Presiden 2026, Sabtu (25/7/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, melihat strategi Nazri Nasir dan aksi Koya Kazama di Bumi Pasundan.
Tampines Rovers menjadi satu di antara dua klub luar negeri yang ambil bagian dalam Piala Presiden 2026.
Wakil Singapura tersebut tergabung di Grup A bersama tuan rumah Persib Bandung, Arema FC, DPMM FC, dan Tampines Rovers.
Tampines Rovers datang ke Piala Presiden 2026 dengan status sebagai salah satu klub tersukses di Singapura. Rekam jejak mereka terbentang dari kompetisi domestik hingga berbagai turnamen antarklub Asia.
Pada musim Singapore Premier League 2025/2026, Tampines Rovers mengakhiri kompetisi di posisi kedua klasemen.
Mereka mengumpulkan 51 poin dari 21 pertandingan hasil 15 kemenangan, empat imbang, dan dua kekalahan.
Tampines Rovers merupakan klub yang bermarkas di kawasan Tampines, Singapura. The Stags berdiri pada 1945 dan menjadi satu di antara tim paling bersejarah dalam perkembangan sepak bola Negeri Singa.
Perjalanan panjang klub diawali dari kompetisi amatir Singapura sebelum kemudian tampil di National Football League.
Tampines Rovers mulai menorehkan prestasi nasional dengan menjadi juara National Football League Division One pada 1979, 1980, dan 1984.
Memasuki era Singapore Premier League, Tampines Rovers berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Singapura.
Mereka telah mengoleksi lima gelar Singapore Premier League pada 2004, 2005, 2011, 2012, dan 2013.
Dominasi Tampines Rovers juga terlihat di piala domestik. The Stags meraih empat gelar Singapore Cup pada 2002, 2004, 2006, dan 2019, serta enam trofi Singapore Community Shield pada 2011, 2012, 2013, 2014, 2020, dan 2025.
Prestasi lain yang dimiliki Tampines Rovers adalah gelar ASEAN Club Championship 2005. Mereka menjadi klub Singapura pertama yang berhasil menjuarai turnamen antarklub Asia Tenggara tersebut.
Pengalaman tampil di kompetisi Asia juga menjadi modal penting bagi Tampines Rovers. The Stags pernah bermain di AFC Champions League (ACL) Elite dan Two.
Prestasi terbaik Tampines Rovers di level Asia adalah lima kali mencapai babak perempat final ACL Two yang dulunya bernama AFC Cup. Catatan tersebut dibukukan pada 2005, 2006, 2007, 2016, dan musim 2025/2026.
Perkembangan Tampines Rovers terus berlanjut setelah menjalin kolaborasi dengan klub Thailand, BG Pathum United, pada September 2023.
Kerja sama berdurasi tiga tahun itu membuat The Stags menggunakan nama BG Tampines Rovers karena alasan sponsor.
Di luar lapangan, Tampines Rovers dikenal memiliki basis pendukung yang besar di Singapura.
Rivalitas dengan Geylang International yang dikenal sebagai Eastern Derby juga menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan dalam sepak bola Singapura.
Saat ini, Tampines Rovers dilatih oleh Nazri Nasir, yang sebelumnya menjadi asisten pelatih klub Jepang, Ventforet Kofu. Ia punya riwayat sebagai pelatih interim Timnas Singapura dan arsitek Timnas Singapura U-23.
Beberapa pemain yang menjadi tulang punggung Tampines Rovers di antaranya gelandang asal Jepang, Koya Kazama, yang mencetak tujuh gol pada musim lalu, Jacob Mahler, pemain yang pernah membela Madura United, hingga Shah Shahiran, pemain Timnas Singapura.
Sedangkan DPMM FC asal Brunei Darussalam, datang dengan pengalaman panjang berkompetisi di tiga negara berbeda, yaitu Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia.
DPMM FC merupakan singkatan dari Duli Pengiran Muda Mahkota Football Club, klub profesional yang bermarkas di Bandar Seri Begawan dan dimiliki langsung oleh Putra Mahkota Brunei, Pangeran Al-Muhtadee Billah, sehingga menjadi salah satu klub dengan identitas yang cukup kuat di Asia Tenggara.
Perjalanan DPMM FC bermula sebagai tim perguruan tinggi pada 1994 sebelum bertransformasi menjadi klub profesional pada 2000, lalu berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Brunei dengan memenangi Brunei Premier League pada 2002 dan 2004.
Kesuksesan di level domestik berlanjut melalui raihan Brunei FA Cup sebanyak tiga kali pada 2004, 2022, dan 2025, dua gelar Brunei Super Cup pada 2002 dan 2004, serta sejumlah trofi lain yang mempertegas dominasi DPMM FC di kompetisi dalam negeri.
DPMM FC kemudian mengambil langkah besar dengan bergabung ke kompetisi Malaysia pada 2005 dan langsung promosi ke Malaysia Super League setelah memenangi babak play-off, sebelum finis di posisi ketiga pada musim pertamanya di kasta tertinggi sepak bola Malaysia.
Setelah meninggalkan Malaysia, DPMM FC memulai petualangan baru di Singapura pada 2009 dan langsung mencuri perhatian dengan menjuarai Singapore League Cup, meski perjalanan Tebuan sempat terhenti akibat sanksi FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Brunei yang membuat seluruh hasil kompetisi musim tersebut dihapus.
Tebuan kembali ke Singapore Premier League pada 2012 dan memasuki periode terbaiknya dengan meraih dua gelar juara liga pada 2015 dan 2019, setelah sebelumnya hampir menjadi kampiun pada musim 2014.
DPMM FC beberapa kali mempertimbangkan hijrah ke kompetisi negara lain, termasuk Thailand dan Indonesia, namun akhirnya tetap bertahan di Singapura hingga 2025 sebelum kembali menjadi peserta Malaysia Super League mulai musim 2025/2026 sebagai tim tamu.
Pengalaman bermain di level regional juga dimiliki DPMM FC melalui ASEAN Club Championship pada 2003 dan 2005, sementara di level Asia Tebuan sempat tampil pada babak kualifikasi AFC Champions League 2002/2003 serta AFC Cup 2023/2024.
Memasuki musim 2025/2026, DPMM FC kembali berkompetisi di Malaysia Super League dan mengakhiri musim di posisi ke-10, namun langkah itu menjadi bagian dari upaya DPMM FC membangun kembali daya saing setelah beberapa musim terdampak pandemi COVID-19 dan perubahan kompetisi.
Pada musim lalu, DPMM FC diperkuat oleh striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, yang bertanding dalam 27 laga dengan empat gol dan dua assist, sebelum pada musim ini bergabung ke Persebaya Surabaya.
Untuk musim depan, DPMM FC kembali dibela oleh pemain asal Indonesia. Tebuan memboyong mantan kapten Persita Tangerang, Muhammad Toha. Selain itu, pencetak 19 gol di BRI Super League 2025/2026, Dalberto Luan Belo, juga merapat.
Saat ini, DPMM FC dilatih oleh Jamie McAllister, arsitek kelahiran Glasgow, Skotlandia, pada 26 April 1978, yang telah menangani Tebuan sejak 2024.
Rekam jejaknya di dunia kepelatihan antara lain menjadi pelatih Bristol City U-23, asisten pelatih Bristol City, asisten pelatih Sunderland, asisten pelatih Hibernian FC, asisten pelatih Bristol Rovers, hingga pelatih interim Timnas Brunei Darussalam.
Seluruh partai kandang DPMM FC digelar di Stadion Nasional Hassanal Bolkiah yang berkapasitas sekitar 28 ribu penonton. Keikutsertaan Tebuan FC di Piala Presiden 2026 menjadi kesempatan untuk kembali mengukur kekuatan menghadapi klub-klub papan atas Asia Tenggara sekaligus menghadirkan tantangan bagi Persib, Arema FC, dan Tampines Rovers di Grup A.
Berikut Jadwal Piala Presiden 2026:
Matchday 1
Sabtu, 25 Juli 2026 (Grup A - Stadion Si Jalak Harupat, Bandung)
15.30 WIB: DPMM FC vs Tampines Rovers
19.30 WIB: Persib Bandung vs Arema FC
Minggu, 26 Juli 2026 (Grup B - Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya)
15.30 WIB: PSMS Medan vs Port FC
19.30 WIB: Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta
Matchday 2
Selasa, 28 Juli 2026 (Grup A - Stadion Si Jalak Harupat, Bandung)
15.30 WIB: Tampines Rovers vs Arema FC
19.30 WIB: DPMM FC vs Persib Bandung
Rabu, 29 Juli 2026 (Grup B - Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya)
15.30 WIB: Port FC vs Persija Jakarta
19.30 WIB: PSMS Medan vs Persebaya Surabaya
Matchday 3
Jumat, 31 Juli 2026 (Grup A - Stadion Si Jalak Harupat, Bandung)
15.30 WIB: Arema FC vs DPMM FC
19.30 WIB: Persib Bandung vs Tampines Rovers
Sabtu, 1 Agustus 2026 (Grup B - Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya)
15.30 WIB: Persija Jakarta vs PSMS Medan
19.30 WIB: Persebaya Surabaya vs Port FC
(kha)
Lestari



