Faktor Kelelahan dan Microsleep Masih Jadi Ancaman, 8 Orang Tewas dalam 2 Hari di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Faktor kelelahan dan microsleep masih jadi ancaman, 8 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berturut-turut dua hari di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai.

Faktor Kelelahan dan Microsleep Masih Jadi Ancaman, 8 Orang Tewas dalam 2 Hari di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai
Faktor kelelahan dan microsleep masih jadi ancaman, 8 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berturut-turut dua hari di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. FOTO: PJR

WARTASULUH.COM, PEKANBARU — Faktor kelelahan dan microsleep masih jadi ancaman, 8 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berturut-turut dua hari di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. 

Kecelakaan pertama terjadi dari arah Pekanbaru ke Dumai, tepatnya di KM 46+200 Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. 

Insiden yang melibatkan mobil penumpang Toyota Hiace dan dump truck Hino itu menyebabkan 5 orang meninggal dunia dan 5 orang lainnya luka-luka.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, 4 orang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras dan 1 korban lainnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Sehari berselang, Minggu (7/6/2026) pukul 23.45 WIB, kecelakaan maut terjadi di KM 25+800 Jalur dari arah Dumai menuju Pekanbaru. 

Lakalantas ini melibatkan sebuah mobil Ambulans dengan nomor polisi BM 7113 P dan sebuah truk trailer bernomor polisi B 9694 UIZ di KM 25/800 Jalur B. 

Berdasarkan hasil olah TKP dan penyelidikan awal, kecelakaan maut ini diduga kuat pengemudi ambulans hilang kendali.

Akibat benturan dan posisi mobil yang terbalik, 3 orang penumpang ambulans dilaporkan meninggal dunia (MD) di lokasi kejadian dan 1 orang luka-luka. 

Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah PT Hutama Karya, Untung Joko R, membenarkan dua kecelakaan tersebut telah menyebabkan 8 orang korban jiwa.

"Betul, berdasarkan data yang kami catat, dalam dua hari terakhir terjadi dua insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang menyebabkan delapan korban meninggal dunia. Hutama Karya turut berbelasungkawa dan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa ini. 

Kami juga sangat prihatin atas kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai perhatian serius untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan di lapangan," ujarnya, Selasa (9/6/26). 

Menurut Untung, perusahaan terus meningkatkan patroli dan pengawasan lalu lintas di sepanjang ruas tol, termasuk pemasangan rambu-rambu keselamatan pada sejumlah titik yang menjadi perhatian.

"Sebagai upaya pencegahan, Hutama Karya terus mengintensifkan patroli, pengawasan lalu lintas, serta penempatan rambu imbauan keselamatan di titik-titik yang menjadi perhatian. Kami juga terus melakukan edukasi dan imbauan keselamatan berkendara, khususnya terkait risiko kelelahan dan microsleep, melalui seluruh kanal komunikasi perusahaan, mulai dari media sosial, siaran pers perusahaan, media luar ruang, hingga public address di gerbang tol maupun rest area," katanya.

Hutama Karya mencatat terdapat beberapa titik di Tol Permai yang berpotensi memicu kelelahan pengemudi karena kondisi perjalanan yang relatif panjang dan monoton.

"Berdasarkan data yang kami miliki, terdapat beberapa area yang menjadi perhatian khusus pengguna jalan yang berpotensi mengalami kelelahan, yaitu Jalur A dari arah Pekanbaru mendekati KM 50, serta Jalur B dari arah Dumai pada rentang mendekati KM 33," jelas Untung.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pengguna jalan diimbau memanfaatkan fasilitas istirahat yang tersedia di sepanjang ruas tol. 

Di sekitar lokasi tersebut terdapat Rest Area KM 45 Jalur dari arah Pekanbaru dan Jalur dari Arab Dumai, serta Rest Area KM 14 Jalur B.

"Pengguna jalan yang mulai merasa mengantuk atau lelah diimbau untuk segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat sebelum melanjutkan perjalanan," tambahnya.

Terkait penyebab pasti kedua kecelakaan tersebut, Hutama Karya menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak berwenang. Namun secara umum, sejumlah faktor kerap menjadi pemicu kecelakaan di jalan tol.

"Saat ini kami tetap mengacu pada hasil investigasi dari pihak berwenang. Namun secara umum, kecelakaan di jalan tol dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi pengemudi yang kurang fit, kelelahan, microsleep, kurang menjaga jarak aman, serta kondisi kendaraan," ungkap Untung.

Karena itu, pihaknya kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk serta selalu mematuhi aturan lalu lintas.

"Kami terus mengimbau seluruh pengguna jalan untuk beristirahat apabila mengantuk, memanfaatkan rest area terdekat, menjaga batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan," paparnya. 

Selain meningkatkan pengawasan internal, Hutama Karya juga terus berkoordinasi dengan kepolisian dan berbagai pihak terkait untuk memperkuat aspek keselamatan di ruas Tol Pekanbaru-Dumai.

"Hutama Karya terus berkoordinasi dengan Kepolisian, petugas patroli jalan raya, dan pihak terkait lainnya untuk memperkuat pengawasan di Ruas Tol Pekanbaru-Dumai. Kami berharap seluruh pengguna jalan dapat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, karena berkendara di jalan tol membutuhkan konsentrasi penuh, kondisi fisik yang prima, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas," tutup Untung. (kha)