Cimanis Permen Herbal untuk Atasi Insomnia Inovasi Siswa MAN 13 Jakarta di GIEF 2026 Bogor
Cimanis permen herbal untuk atasi insomnia ringan dan meningkatkan kualitas tidur remaja, inovasi Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta yang dipresentasikan pada ajang Global Innovation and Entrepreneurship Festival (GIEF) 2026 di Kampus IPB, Bogor.
WARTASULUH.COM, BOGOR - Cimanis permen herbal untuk atasi insomnia ringan dan meningkatkan kualitas tidur remaja, inovasi Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta yang dipresentasikan pada ajang Global Innovation and Entrepreneurship Festival (GIEF) 2026 di Kampus IPB, Bogor.
Inovasi Cimanis lahir dari keprihatinan siswa terhadap meningkatnya gangguan tidur di kalangan remaja.
Kebiasaan begadang, penggunaan gawai berlebihan, serta tekanan akademik sering kali berdampak pada menurunnya fokus belajar dan kesehatan mental.
Ketua Tim Riset Cimanis, Hafiz Zahreza Ramadhan, menjelaskan, ide pembuatan produk ini berangkat dari pengamatan sederhana di lingkungan sekitar.
“Banyak teman sebaya kami yang mengalami kesulitan tidur karena terlalu sering begadang. Dari situ kami berpikir untuk mencari solusi yang alami, aman, dan mudah dikonsumsi oleh remaja,” ujar Hafiz, dikutip Wartasuluh.com dari laman Kemenag.go.id, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, inspirasi awal datang dari tanaman ketnip (catnip) yang banyak tumbuh liar di sekitar rumah.
Selama ini, tanaman tersebut lebih dikenal sebagai tanaman untuk kucing. Bersama rekan satu tim, Hafiz kemudian meneliti lebih jauh potensi ketnip sebagai bahan herbal bagi manusia.
“Kami mempelajari berbagai referensi ilmiah dan menemukan bahwa ketnip memiliki kandungan yang dapat memberikan efek relaksasi ringan. Dari situlah muncul gagasan untuk mengembangkannya menjadi permen herbal,” jelasnya.
Setelah melalui kajian literatur, tim mengembangkan Cimanis dengan memadukan tiga bahan utama, yaitu ketnip, kamomil, dan kayu manis.
“Kami memilih ketnip karena mengandung nepetalactone yang bersifat sedatif ringan. Kamomil memiliki apigenin yang membantu menenangkan saraf, sementara kayu manis memberi aroma sekaligus rasa yang menenangkan,” terang Hafiz.
Proses pengembangan produk dilakukan secara intensif selama lima bulan, mulai September 2025 hingga Januari 2026. Dalam proses tersebut, tim melakukan trial and error sebanyak 14 kali untuk menemukan komposisi bahan, dosis, serta suhu pemasakan yang tepat.
“Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan takaran bahan agar tetap aman tetapi efektif. Beberapa kali percobaan gagal, namun kami terus memperbaiki hingga menemukan formulasi yang paling optimal,” ungkap Hafiz.
Untuk menguji efektivitas produk, tim melakukan uji organoleptik kepada 10 siswa dan 2 guru MAN 13 Jakarta yang mengalami kesulitan tidur.
Uji coba dilakukan selama 1–2 minggu dengan penilaian terhadap rasa, aroma, dan efek setelah konsumsi.
“Dari hasil uji coba, permen Cimanis bekerja rata-rata 1–3 jam setelah dikonsumsi. Responden juga memberikan tanggapan positif, baik dari segi rasa maupun efek relaksasi yang dirasakan,” tambahnya.
Guru pembimbing riset MAN 13 Jakarta, Shiva Dewi Motiah, menyampaikan bahwa inovasi ini lahir melalui proses akademik yang matang.
“Siswa tidak langsung menentukan ide, tetapi terlebih dahulu membaca berbagai jurnal ilmiah sebagai referensi. Mereka belajar meneliti secara sistematis, sehingga karya yang dihasilkan benar-benar berbasis riset,” ujar Shiva.
Ia menambahkan bahwa keunggulan Cimanis terletak pada bentuknya yang praktis seperti permen lollipop sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh remaja.
“Produk ini dirancang agar menarik, aman, dan relevan dengan kebutuhan remaja masa kini. Takaran gula serta komposisi bahan juga sudah diperhitungkan dengan cermat,” jelasnya.
Saat ini, Cimanis belum diproduksi secara massal karena masih memerlukan uji laboratorium lanjutan, konsultasi dengan tenaga kesehatan, serta proses sertifikasi halal dan BPOM.
Jika nantinya dipasarkan, harga produk diperkirakan berada pada kisaran Rp25.000 hingga Rp50.000 per kemasan.
Keikutsertaan tujuh tim riset ini menunjukkan kuatnya budaya ilmiah di MAN 13 Jakarta. Para siswa tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif terhadap persoalan nyata di masyarakat.
Menutup keterangannya, Hafiz menyampaikan harapan besar terhadap inovasi yang dikembangkan timnya.
“Kami berharap Cimanis ke depan bisa terus disempurnakan dan benar-benar menjadi solusi alami bagi remaja yang mengalami insomnia ringan. Semoga produk ini dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Hafiz.
Selain riset Cimanis, MAN 13 Jakarta juga mengirimkan enam inovasi lain dalam kompetisi riset tingkat nasional IPB 2026.
Berikut Tujuh Riset Inovatif Siswa MAN 13 Jakarta di GIEF 2026 Bogor:
1. Prototype Exploration of the Re-Fresh Tray: A Recycled-Paper Food Tray with Potential Freshness Detection Features
• Adhylia Hanan Nafisyah (Leader)
• Azizah Putri Salima
• Ghaniyah Salsabila
• Inayah Nur Azizah
• Shinta Dewi Ambarwati
Mode: Offline
2. ViNote: An Artificial Intelligence-Based Bot as a Solution to Control Blind Consumption and Improve Users' Financial Literacy
• Hadyan Aulia Akbar (Leader)
• Farras Syafiq Azri Mahardika
• Palguna Satriya Abyasa
• Rahmania Najma Fadhilah
• Najla Aqmarina Wardoyo
Mode: Offline
3. Bio-Safe Paper: A Tri-Functional Biodegradable Sensor with Betel-Leaf Antimicrobial Coating and pH-Responsive Colorimetric Detection for Early Food Spoilage
• Nazla Cahya Adela (Leader)
• Patimah Zahra Lubis
• Fairuz Faaiza Amanda Yakti
• Syahla Maya Nabila
• Annisa Juwita Nugroho
• Siti Alifya Hidayat
Mode: Offline
4. CI MANIS: Based Herbal Candy to Help Overcome Insomnia
• Hafiz Zahreza Ramadhan (Leader)
• Haikal Muhammad
• Khalida Rizka Latisya
• Muhammad Miftahul Fajri
• Namira Azzahra
• Quinnmaira Fathimah Azzahra Suriadinata
Mode: Offline
5. Respawn Cup Innovation: A Sustainable Cup Designed to Decompose and Support Root Development
• Alzena Kamila Pasha (Leader)
• Annisa Mahira Khoerunnida
• Chalysha Gadisworo Sriwandari
• Dinda Mahesa Ayu
• Kayla Aqilla
• Najwa Meutia Azzahra
Mode: Offline
6. SanTea: Chitosan and Tea Residue – A Natural Solution for Microplastic-Free Clean Water
• Syahla Hasnah Avani (Leader)
• Adzra Salsabila
• Nafeeza Karinda Xaviera
• Nur Fizria Zahra
• Rifa Nurarifa
• Yasmin Izzati Maulia
Mode: Offline
7. DYNAPEEL: Dynamic Functional Anti-Hypertensive Powder from Banana and Orange Peel Extracts
• Shofwah Khoyrunnisa (Leader)
• Gita Rasya Apsari Safina Tunajah
• Hanna Laudyta Sukma
• Keisha Nadhifa Cahyani Putria
• Rayya Kamila Danisha Jatiputra
Mode: Offline
(kha)


Lestari 



