Apa Itu Istidraj dalam Islam dan Ciri-cirinya: Kenikmatan Menuju Kebinasaan

WARTASULUH.COM- Istidraj adalah jebakan atau perangkap bagi orang-orang yang suka maksiat dan jarang beribadah.
Jika seseorang mendapatkan nikmat namun menjadikan ia lalai dan durhaka, seperti itulah ciri-ciri Istidraj .
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apa itu istridraj adalah hal atau keadaan luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada orang kafir sebagai ujian sehingga mereka takabur dan lupa diri kepada Tuhan, seperti Firaun dan Karun.
Apa itu istidraj contoh nyatanya yang dapat kamu lihat adalah seseorang yang tidak pernah beribadah walaupun selalu diberikan kecukupan rezeki dan bebas dari penyakit.
Dari segi bahasa, apa itu istidraj diambil dari kata dalam bahasa Arab, yaitu “darajat” yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya.
Namun secara istilah, apa itu Istidraj memiliki makna azab berwujud kenikmatan.
Ketika seorang muslim banyak melakukan maksiat dan jarang beribadah, namun hidupnya terus dilimpahi kenikmatan, ini adalah tanda Istidraj dari Allah SWT. Ia terjebak dalam kenikmatan hidup, padahal dia semakin lalai menunaikan ibadah serta kewajiban lainnya.
Apa itu Istidraj yaitu nikmat yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang membangkang atau jauh terhadap-Nya.
Ini merupakan hukuman dari Allah SWT agar orang tersebut terus terjerumus dalam kesesatan.
Istidraj adalah seseorang yang diberikan nikmat tetapi diarahkan menuju kebinasaan oleh Allah SWT.
Hal ini tentunya harus dihindari oleh setiap muslim. Mendapatkan hidayah, teguran, hingga ridho Allah SWT dalam menjalani kehidupan adalah hal yang diperlukan agar seorang muslim tidak tersesat.
Kenikmatan yang diberikan Allah SWT dalam istidraj bukanlah kenikmatan rahmat, namun merupakan bentuk hukuman.
Apa itu istidraj merupakan nikmat yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang membangkang kepada-Nya. Hal ini tentunya membuat kamu mesti berpikir-pikir lagi atas segala nikmat yang kamu terima.
Apakah semua nikmat tersebut telah dibarengi dengan rasa syukur dan kepatuhan beribadah kepada Allah SWT atau malah sebaliknya, kamu banyak berbuat maksiat dan lalai melaksanakan ibadah kepada-Nya.
Ciri-Ciri Istidraj
Berikut ciri-ciri istidraj yang perlu dipahami umat Islam:
1. Pekerjaan dan rezeki di dunia berjalan lancar meskipun tidak pernah mengingat Allah SWT.
2. Merasa begitu tenang dan tentram meskipun tidak pernah menjalankan ibadah dan sering melakukan maksiat.
3. Jarang terkena penyakit walaupun sering melakukan perbuatan maksiat dan lalai beribadah.
4. Merasa segala kenikmatan yang didapatkan di dunia semata karena usaha sendiri tanpa campur tangan Allah SWT.
5. Jarang ditimpa musibah meskipun tidak pernah mengingat Allah SWT.