67 Titik Panas Menyala di Riau, Terbanyak di Pelalawan 50 Hotspot, Tim Gabungan Padamkan Karhutla 10 Ha di Kerumutan

Sebanyak 67 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, terbanyak di Kabupaten Pelalawan 50 titik panas berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 20 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB. Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10 hektare di kawasan habitat Harimau Sumatera, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan

67 Titik Panas Menyala di Riau, Terbanyak di Pelalawan 50 Hotspot, Tim Gabungan Padamkan Karhutla 10 Ha di Kerumutan
Sebanyak 67 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, terbanyak di Kabupaten Pelalawan 50 titik panas berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 20 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB. Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10 hektare di kawasan habitat Harimau Sumatera, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. GRAFIS: BMKG

WARTASULUH.COM, PELALAWAN - Sebanyak 67 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, terbanyak di Kabupaten Pelalawan 50 titik panas berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 20 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB. Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10 hektare di kawasan habitat Harimau Sumatera, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, pada Rabu (19/8/2026).

Prakirawan BMKG Pekanbaru Putri Santy S, mengatakan, sebanyak 67 titik panas di Riau itu tersebar di Kabupaten Pelalawan 50 titik panas, Indragiri Hulu 9 titik panas, Indragiri Hilir 6 titik panas, Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing 1 titik panas.

"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 863 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 271 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 183 titik panas, Jambi 118 titik panas, Aceh 107 titik panas, Lampung 84 titik panas, Riau 67 titik panas, Bengkulu 13 titik panas, Kepulauan Riau 8 titik panas, Sumatera Utara 7 titik panas, dan Sumatera Barat 5 titik panas," ungkap Putri Santy S, Kamis (20/8/2026).

Sementara itu, tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10 hektare di kawasan habitat Harimau Sumatera, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, pada Rabu (19/8/2026). 
Kondisi karhutla paling parah terpantau di lahan gambut Kelurahan Kerumutan yang memicu kabut asap pekat di sekitar lokasi. 

Lahan yang terbakar tersebut berada di dalam wilayah konservasi yang menjadi ruang jelajah vital bagi satwa dilindungi Harimau Sumatera.

Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, memimpin langsung operasi darurat pemadaman api di kawasan rawan tersebut. 

Ia menetapkan strategi taktis dengan membangun posko komando di bibir area kebakaran untuk mempermudah jalur komunikasi dan koordinasi tim gabungan.

Operasi ini melibatkan kekuatan dari berbagai instansi terkait guna mencegah meluasnya jangkauan api di lahan gambut kering.

"Sebagai langkah upaya pemadaman, kami menerjunkan 42 personel Polres Pelalawan beserta jajaran polsek yang dibantu oleh prajurit TNI, masyarakat, dan pihak perusahaan," kata John.

Proses pemadaman menghadapi kendala akibat ketebalan lahan gambut yang menyimpan bara api hingga ke lapisan dalam bumi. 

Kondisi ini memicu kepulan asap tebal yang mengganggu jarak pandang serta pernapasan para petugas di lapangan. 

Tantangan tim gabungan semakin bertambah akibat keterbatasan sumber air dan lokasi yang sulit dijangkau kendaraan operasional.

"Beberapa kendala kita di lapangan seperti cuaca panas, angin kencang, dan sumber air minim sekali dengan jarak tempuh ke lokasi sekitar 25 kilometer," ucap John.

Untuk mempercepat pemadaman, sebanyak lima unit ekskavator dikerahkan guna memotong jalur api, sedangkan helikopter pembom air melakukan pemadaman dari udara. 

Sinergi ini berhasil menjinakkan api di permukaan, namun tim gabungan masih bersiaga melakukan proses pendinginan untuk memastikan bara api di dalam gambut benar-benar padam. (shd)