Mbah Mardijiyono Tunaikan Ibadah Haji di Usia 103 Tahun, Salat di Masjid Nabawi hingga Ziarah ke Makam Rasulullah SAW

Mbah Mardijiyono tunaikan ibadah haji di usia 103 tahun. Selama di Madinah, Mbah Mardi telah menjalani sejumlah ibadah, mulai dari salat di Masjid Nabawi hingga berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW.

Mbah Mardijiyono Tunaikan Ibadah Haji di Usia 103 Tahun, Salat di Masjid Nabawi hingga Ziarah ke Makam Rasulullah SAW
Mbah Mardijiyono tunaikan ibadah haji di usia 103 tahun. Selama di Madinah, Mbah Mardi telah menjalani sejumlah ibadah, mulai dari salat di Masjid Nabawi hingga berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW. FOTO: Kemenhaj

WARTASULUH.COM, MADINAH — Mbah Mardijiyono tunaikan ibadah haji di usia 103 tahun. Selama di Madinah, Mbah Mardi telah menjalani sejumlah ibadah, mulai dari salat di Masjid Nabawi hingga berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW.

Menggunakan kursi roda, jemaah asal Indonesia yang akrab disapa Mbah Mardi itu berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk menjalankan umrah wajib sekaligus bersiap menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Mbah Mardi bertolak bersama kloter YIA 9 dari Hotel Makarem Haram View Suites Madinah pada Senin sore sekitar pukul 16.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Dengan didampingi petugas, ia perlahan didorong menuju bus keberangkatan.

Sejak jelang salat Ashar sekitar pukul 15.30 WAS, Mbah Mardi sudah berada di dalam bus bersama sejumlah jemaah lanjut usia lainnya sambil menunggu proses pendorongan menuju Makkah. Sementara sebagian jemaah lain masih menunaikan salat Ashar di Masjid Nabawi.

Ketua Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto mengatakan, keberangkatan kloter YIA 9 dilakukan lebih cepat dari jadwal semula karena seluruh jemaah telah siap diberangkatkan.

“Kalau semua jemaah sudah masuk bus, jumlahnya sudah dicek dan siap berangkat, maka lebih baik diberangkatkan lebih awal agar tidak terlalu lama menunggu di dalam bus,” ujar Ramlan, dikutip Wartasuluh.com dari haji.go.id, Kamis (14/5/2026).

Rombongan YIA 9 dijadwalkan singgah di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali untuk mengambil niat ihram sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah. 

Bagi jemaah yang mampu dapat melaksanakan salat sunnah di masjid, sementara jemaah lansia dan pengguna kursi roda tetap berada di dalam bus.

Meski sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit Arab Saudi, kondisi kesehatan Mbah Mardi kini dinyatakan stabil. Selama masa pemulihan, ia disebut tetap kooperatif dan memiliki nafsu makan yang baik.

“Makanannya enak, saya suka,” ujar Mbah Mardi singkat.

Selama berada di Madinah, Mbah Mardi juga telah menjalani sejumlah ibadah, mulai dari salat di Masjid Nabawi hingga berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW.

Di balik tubuh renta yang kini bergantung pada kursi roda, tersimpan semangat dan keteguhan yang menginspirasi. 

Mbah Mardi mengaku selalu berusaha hidup dengan ikhlas dan bahagia dalam kondisi apa pun. Ia juga menyebut tidak pernah merokok sepanjang hidupnya.

Perjalanan menuju Makkah yang dijalani Mbah Mardi menjadi gambaran semangat jemaah lansia Indonesia dalam memenuhi panggilan haji. 

Dengan pendampingan petugas dan perhatian penuh terhadap kondisi kesehatannya, Mbah Mardi kini bersiap menapaki fase terpenting dalam ibadah hajinya di Tanah Suci. (kha)