Kualitas Udara Pekanbaru Sempat Berbahaya 18 Agustus 2026, Konsentrasi Partikulat 276 µg/m³, Diduga Asap Kiriman Pelalawan

Kualitas Udara Pekanbaru sempat Berbahaya pada 18 Agustus 2026 pada pukul 09.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.572) 276 µg/m³. BMKG Stasiun Pekanbaru mengungkapkan asap dari wilayah Kabupaten Pelalawan diduga terbawa angin hingga ke Kota Pekanbaru, sehingga jarak pandang sempat turun hingga 500 meter.

Kualitas Udara Pekanbaru Sempat Berbahaya 18 Agustus 2026, Konsentrasi Partikulat 276 µg/m³, Diduga Asap Kiriman Pelalawan
Kualitas Udara Pekanbaru sempat Berbahaya pada 18 Agustus 2026 pada pukul 09.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.572) 276 µg/m³. BMKG Stasiun Pekanbaru mengungkapkan asap dari wilayah Kabupaten Pelalawan diduga terbawa angin hingga ke Kota Pekanbaru, sehingga jarak pandang sempat turun hingga 500 meter. GRAFIS: BMKG

WARTASULUH.COM, PELALAWAN - Kualitas Udara Pekanbaru sempat Berbahaya pada 18 Agustus 2026 pada pukul 09.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.572) 276 µg/m³. BMKG Stasiun Pekanbaru mengungkapkan asap dari wilayah Kabupaten Pelalawan diduga terbawa angin hingga ke Kota Pekanbaru, sehingga jarak pandang sempat turun hingga 500 meter.

Dikutip Wartasuluh.com dari laman Bmkg.go.id, Selasa (18/8/2026), Kualitas Udara Pekanbaru juga sempat Tidak Sehat pada pukul 02.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat di Pekanbaru 55,6 µg/m³, pukul 07.00 WIB sebesar 59 µg/m³, pukul 08.00 WIB sebesar 66,8 µg/m³ dan pukul 10.00 WIB sebesar 62,6 µg/m³. 

Kualitas Udara Pekanbaru pada pukul 00.00 berstatus Sedang dengan Konsentrasi Partikulat 51,3 µg/m³, pukul 01.00 WIB sebesar 36,9 µg/m³, pukul 03.00 WIB sebesar 34,9 µg/m³, pukul 04.00 WIB sebesar 52,4 µg/m³, pukul 05.00 WIB sebesar 38,8 µg/m³, pukul 06.00 WIB sebesar 53,8 µg/m³, pukul 11.00 WIB sebesar 35,7 µg/m³, dan pukul 12.00 WIB sebesar 31,9 µg/m³. 

Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). 

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi, mengatakan arah angin di Pekanbaru lebih dominan dari tenggara hingga selatan. Kondisi itu memungkinkan asap dari wilayah Pelalawan bergerak menuju Pekanbaru.

“Untuk arah angin lebih dominan dari arah tenggara sampai selatan. Kondisi ini yang memungkinkan adanya kiriman asap dari Pelalawan yang terbawa ke Pekanbaru,” kata Gita, Selasa (18/8/2026).

BMKG juga mencatat sejumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Dari pemantauan hotspot secara umum, Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Riau, yakni 38 titik.

Keberadaan hotspot dan arah angin tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan kondisi udara di Pekanbaru. Pada pagi hari, jarak pandang sempat berada pada titik terendah 500 meter.

“Jarak pandang terendah tadi sempat 500 meter, namun sudah mulai membaik menjadi 3 kilometer dan terus meningkat,” ujar Gita.

Di tengah kondisi tersebut, BMKG memprakirakan cuaca Riau pada Selasa masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan tetap berpeluang turun di sejumlah wilayah.

Sebanyak 75 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, terbanyak di Kabupaten Pelalawan 38 titik panas berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Yasir P, mengatakan, sebanyak 75 titik panas di Riau itu tersebar di Kabupaten Pelalawan 38 titik panas, Rokan Hulu 9 titik panas, Kampar 8 titik panas, Siak 6 titik panas, Kota Dumai 4 titik panas, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hulu masing-masing 2 titik panas, serta Bengkalis dan Indragiri Hilir masing-masing 1 titik panas.

"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 602 titik panas yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 172 titik panas, Sumatera Selatan 165 titik panas, Lampung 87 titik panas, Riau 75 titik panas, Jambi 34 titik panas, Sumatera Utara 20 titik panas, Sumatera Barat 19 titik panas, Bengkulu 14 titik panas, Aceh 10 titik panas dan Kepulauan Riau 6 titik panas," ungkap Yasir P, Selasa (17/8/2026). (shd)