Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat 24 Agustus 2026, 306 Titik Panas Menyala di Riau, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Sarankan Pakai Masker N95

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat 24 Agustus 2026 pada pukul 01.00 WIB dan pukul 04.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 175,4 µg/m³. Sebanyak 306 titik panas (Hotspot) menyala di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Minggu (13/8/2026) pukul 16.00 WIB, terbanyak di Pelalawan 161 titik panas.

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat 24 Agustus 2026, 306 Titik Panas Menyala di Riau, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Sarankan Pakai Masker N95
Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat 24 Agustus 2026 pada pukul 01.00 WIB dan pukul 04.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 175,4 µg/m³. Sebanyak 306 titik panas (Hotspot) menyala di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Minggu (13/8/2026) pukul 16.00 WIB, terbanyak di Pelalawan 161 titik panas. GRAFIS: BMKG

WARTASULUH.COM, PELALAWAN - Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat 24 Agustus 2026 pada pukul 01.00 WIB dan pukul 04.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 175,4 µg/m³. Sebanyak 306 titik panas (Hotspot) menyala di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Minggu (13/8/2026) pukul 16.00 WIB, terbanyak di Pelalawan 161 titik panas.

Oleh karena itu, Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Provinsi Riau, Dr. dr. Indra Yovi, Sp.P (K) mengatakan, dengan kondisi tersebut masyarakat diimbau untuk menggunakan masker. Masker yang paling direkomendasikan adalah masker N95, karena dapat menyaring polutan asap kebakaran hutan yang ukurannya PM 2,5.

“Masker yang paling direkomendasikan yakni masker N95. Tetapi minimal pakai masker bedah biasa untuk kondisi sekarang sudah cukup, karena masker N95 kadang susah didapat dan harganya relatif mahal,” ungkap Dr. dr. Indra Yovi, Sp.P (K).

Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan itu merekomendasikan pemakaian air purifier di dalam ruangan, bila asap masuk ke dalam rumah bisa dibersihkan sehingga tidak terjadi indoor pollution. 

“Aktifitas olahraga di luar rumah seperti bersepeda ataupun jogging dengan kondisi sekarang sebaiknya ditunda,” sebutnya.

Dengan kondisi seperti sekarang ini, masyarakat juga dihimbau untuk minum air putih yang cukup. Hal tersebut sangat diperlukan untuk menghindari dehidrasi dan tenggorokan kering.

“Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup. Serta makan makanan yang sehat dan bergizi,” imbaunya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau kelompok rentan terutama lansia dan orang-orang yang punya masalah atau penyakit paru dan saluran napas sebaiknya menghindari aktifitas diluar rumah.

“Kelompok rentan seperti lansia, mereka yang memiliki penyakit paru sebaiknya menghindari aktivitas diluar rumah,” katanya. 

Dikutip Wartasuluh.com dari laman Bmkg.go.id, Senin (24/8/2026), Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat pada pukul 04.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat di Pekanbaru 175,4 µg/m³, dan pukul 01.00 WIB sebesar 172,1 µg/m³. Namun, pada pukul 05.00 WIB, kualitas udara turun jadi Tidak Sehat dengan Konsentrasi Partikulat 148,7 µg/m³.

Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). 

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Prakirawan BMKG Pekanbaru Yudhistira M, mengatakan, sebanyak 306 titik panas (hotspot) menyala di Riau, berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 23 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.

"Sebanyak 306 titik panas di Riau itu tersebar di Kabupaten Pelalawan 161 titik panas, Indragiri Hilir 101 titik panas, Siak 20 titik panas, Rokan Hulu dan Indragiri Hulu 5 masing-masing titik panas, Kampar, Kuantan Singingi dan Rokan Hilir masing-masing 4 titik panas, Bengkalis, dan Kota Dumai masing-masing 1 titik panas," ungkap Yudhistira M, Senin (24/8/2026).

Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 1.754 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 973 titik panas, Riau 306 titik panas, Jambi 198 titik panas, Lampung 119 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 87 titik panas, Kepulauan Riau 36 titik panas, Sumatera Utara 16 titik panas, Sumatera Barat 10 titik panas, Aceh 5 titik panas, dan Bengkulu 4 titik panas.

Akibatnya, Visibility (jarak pandang) pada pukul 16.00 WIB di Pekanbaru hanya 2,5 KM (Asap), Rengat 5 KM (Asap), Pelalawan 6 KM dan Tambang 9 KM. (shd)