Anggota DPRD Riau Sumardany Sosialisasikan Ranperda Pemajuan Kebudayaan Melayu, Ini Masukan Masyarakat

Anggota DPRD Riau Sumardany Sosialisasikan Ranperda Pemajuan Kebudayaan Melayu, Ini Masukan Masyarakat
Sumardany melakukan sosialisasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau di Kecamatan Bukit Raya. (Foto: Lestari)

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Riau, HM Sumardany Zirnata ST MSc menyosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau, Sabtu (29/11/2025) di Perumahan Kesadaran Indah, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya. Kegiatan dihadiri puluhan warga. 

Sumardany dalam kata sambutannya mengatakan, sosialisasi Ranperda tersebut adalah bagian dari menjalankan salah satu fungsi DPRD yakni fungsi legislasi. Fungsi itu adalah membentuk peraturan daerah (Perda) bersama kepala daerah.

"Saat ini Ranperda Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau, masih dalam bentuk rancangan dan sedang dalam proses pembahasan di tingkat DPRD Riau lewat panitia khusus. Dalam proses itu, kami turun ke masyarakat untuk menyerap masukan-masukan dari masyarakat," ujar anggota Komisi I DPRD Riau ini.

Sosoa

Sosialisasi Perda Sumardany banjir pertanyaan dan masukan warga

Politisi Demokrat tersebut mengatakan, keberadaan Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau sangat penting. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Riau sebagai pusat budaya Melayu dunia. 

"Kita ingin kembali ke jati diri dan identitas masyarakat Melayu. Karena kami menilai jati diri sebagai masyarakat Melayu di kalangan generasi muda sudah mulai luntur. Kalau itu dibiarkan, jati diri kita bisa tergerus. Untuk itu, lewat sosialisasi ini kami minta masyarakat menyumbangkan saran-saran dan masukannya. Karena selain untuk menjaga jati diri, sasaran lain dari Perda ini nantinya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap anggota Pansus Ranperda Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau tersebut.

Sumardany berharap tahun 2026 mendatang Ranperda ini disahkan menjadi Peraturan Daerah. "Begitu disahkan menjadi Perda, maka bersama pemerintah, kami akan merumuskan program-program pengembangan kebudayaan Melayu Riau," tegas Sumardany.

Sosialisasi Perda yang digelar malam hari tersebut disambut antusias warga. Kegiatan yang dihadiri puluhan warga itu pun banjir petanyaan dan masukan. 

Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Suhendri Perdana. Dia menanyakan sejauhmana tim di DPRD melibatkan pelaku-pelaku budaya dalam penyusunan Ranperda Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau. "Dalam penyusunan Ranperda ini sebaiknya melibatkan pelaku-pelaku budaya, mulai dari seniman, penari, penyair dan sanggar-sanggar seni Riau," katanya. 

Warga juga meminta DPRD Riau dalam penyusunan Ranperda Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau memasukkan program penguatan bahasa Melayu di Bumi Lancang Kuning. "Seperti kita ketahui, bahasa Melayu penyumbang terbesar bahasa nasional kita yakni bahasa Indonesia. Tapi anak-anak Melayu banyak yang tak tahu bahasa Melayu. Selain itu sekarang ini, anak-anak kita banyak yang tak tahu tulisan Arab Melayu," ungkap warga. 

Dari Ranperda yang sekarang ini sedang digodok oleh wakil rakyat, warga berharap budaya Melayu tetap dilestari dan menjadi tuan di negeri sendiri. (Rik)