Ratusan Orang Warga Desa Kasikan dan Talang Danto Peringati Isra Mikraj 1447 H/2026 Bersama Karyawan Kebun dan PKS PTPN IV Regional III Tandun

Ratusan orang warga Desa Kasikan dan Talang Danto peringati Isra Mikraj 1447 H/2026 bersama karyawan kebun dan PKS PTPN IV Regional III Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Ratusan Orang Warga Desa Kasikan dan Talang Danto Peringati Isra Mikraj 1447 H/2026 Bersama Karyawan Kebun dan PKS PTPN IV Regional III Tandun
Ratusan orang warga Desa Kasikan dan Talang Danto peringati Isra Mikraj 1447 H/2026 bersama karyawan kebun dan PKS PTPN IV Regional III Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). FOTO: Humas PTPN IV

WARTASULUH.COM, ROKAN HULU – Ratusan orang warga Desa Kasikan dan Talang Danto peringati Isra Mikraj 1447 H/2026 bersama karyawan kebun dan PKS PTPN IV Regional III Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Kegiatan yang diselenggarakan majelis taklim PTPN IV Regional III Kebun PKS Tandun tersebut dihadiri Business Support Head Achmedi Akbar dan menghadirkan penceramah kondang Ustadz DR Salahudin Al Ayubi dari Pekanbaru.

Turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung pada medio pekan ini GM Distrik Barat Sugianto, para manajer di lingkungan Distrik Barat, tokoh-tokoh masyarakat Desa Talang Danto dan Kasikan, serta jajaran manajemen setempat.

Mengawali sambutannya, Achmedy Akbar yang belum genap sebulan menjabat sebagai Business Support Head tersebut memperkenalkan diri sekaligus memohon dukungan dari masyarakat untuk terus tumbuh dan berkembang bersama PTPN IV Regional III, terutama di Kebun Tandun.

Sosok berkacamata yang malang melintang di dunia perkebunan tersebut mengatakan entitas yang telah bertransformasi secara masif selama hampir sewindu ini, terus berupaya untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui beragam program tanggung jawab sosial lingkungan.

“Dukungan bapak ibu semua amat sangat berarti untuk kami dalam mendukung Asta Cita Presiden mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional,” kata dia.

Lebih jauh, Achmedi pun turut berpesan kepada seluruh karyawan untuk bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan ibadah. Ia menyebut, dalam Islam, pekerjaan juga merupakan bagian dari rangkaian ibadah.

Sehingga, ia meminta agar setiap pekerjaan yang diemban dapat dilakukan dengan sebaik mungkin. Terutama, sesuai dengan aturan, menjaga validitas data, serta integritas.

“Mari kita syukuri apa yang kita miliki saat ini. Rezeki yang kita peroleh, kinerja terbaik yang kita dapatkan. Dan terus jadikan setiap pekerjaan sebagai nilai ibadah,” imbaunya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya yang memukau sedikitnya 400 jemaah, Doktor Salahudin Al Ayubi mengatakan terdapat tiga hal yang tidak dapat dihindari oleh setiap insan yang beriman.

Pertama, Ridha akan ketetapan Allah SWT. Selanjutnya sabar atas ujian. Serta lebih banyak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. 

“Rizki itu adalah ujian. Dimewahkan bukan berarti dimuliakan. Disempitkan bukan berarti dihinakan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai inti dari peristiwa Isra Mikraj. Salat, kata dia, bukan sekadar kewajiban, tetapi sarana membangun karakter jujur, disiplin, dan amanah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja.

“Jika salatnya baik, maka akan baik pula pekerjaannya. Orang yang dekat dengan masjid akan jauh dari korupsi, jauh dari dusta, dan jauh dari menyakiti sesama,” ujarnya.

Di hadapan para karyawan PTPN IV Regional III, ustadz menekankan bahwa bekerja di perkebunan adalah bagian dari jihad ekonomi untuk umat dan bangsa. 

Setiap tandan buah yang dipanen dengan cara benar bernilai pahala apabila diniatkan untuk kebaikan keluarga.

Ia turut mengapresiasi keterbukaan perusahaan yang rutin menggelar kegiatan keagamaan bersama masyarakat. 

Menurutnya, sinergi seperti ini menjadi contoh nyata bahwa dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan penguatan nilai spiritual.

Menutup tausiyahnya, Ustadz Salahudin mengajak seluruh jemaah menjadikan momentum Isra Mikraj sebagai titik hijrah memperbaiki diri, keluarga, dan lingkungan kerja. (rls)