Ngeri! Kebanyakan Minum Vitamin D, Wanita 26 Tahun Harus Cuci Darah

Ngeri! Kebanyakan Minum Vitamin D, Wanita 26 Tahun Harus Cuci Darah
'Alarm Bahaya' yang Muncul saat Tubuh Overdosis Vitamin D, Foto: Hermina Hospital

WARTASULUH.COM- Sering merasa lelah, rambut rontok, badan pegal-pegal, hingga suasana hati memburuk bisa menjadi tanda tubuh kekurangan vitamin D. Karena suplemen vitamin D mudah dibeli secara bebas, tak sedikit orang mengonsumsinya tanpa mengikuti dosis yang dianjurkan.

Sebuah kasus medis yang dibagikan oleh ahli jantung Dr Umair Iftikhar menjadi pengingat bahwa konsumsi vitamin D secara berlebihan dapat berakibat fatal. Kasus tersebut menunjukkan bahwa vitamin yang identik dengan manfaat bagi kesehatan pun bisa berubah menjadi racun jika dikonsumsi tanpa pengawasan dan melebihi dosis yang dianjurkan.

Kasus ini menimpa seorang wanita berusia 26 tahun yang nekat mengonsumsi suplemen vitamin D hanya karena mendengar ucapan temannya yang menyebut dirinya kekurangan vitamin D.

Tanpa menjalani tes darah atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, wanita tersebut rutin mengonsumsi suplemen vitamin D selama berbulan-bulan.

Masalah mulai muncul ketika ia mengalami sejumlah gejala yang tidak biasa, seperti muntah, tubuh terasa sangat lemas, sembelit, rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, hingga mengalami kebingungan.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan penyebabnya. Kadar vitamin D dalam tubuh wanita tersebut telah mencapai tingkat toksik atau beracun.

Akibatnya, kadar kalsium dalam darahnya melonjak drastis (hiperkalsemia) dan memicu kerusakan ginjal yang parah. Kondisi itu membuatnya harus menjalani cuci darah (dialisis).

Bagaimana Vitamin D Bisa 'Menghancurkan' Ginjal?

Konsultan Nefrologi dan Dokter Transplantasi Ginjal di Rumah Sakit Zen Multi-spesialisasi, dr Aseem Thamba, menjelaskan bahwa kasus toksisitas vitamin D memang tergolong jarang terjadi. Meski demikian, kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja jika mengonsumsi vitamin D secara berlebihan tanpa pengawasan medis.

Menurutnya, kelebihan vitamin D dapat menyebabkan kadar kalsium dalam darah meningkat drastis atau hiperkalsemia. Kondisi tersebut kemudian membebani ginjal dan, jika berlangsung terus-menerus, dapat merusak jaringan ginjal hingga memicu gagal ginjal.

"Suplementasi vitamin D yang berlebihan tanpa pengawasan dapat menyebabkan kadar kalsium yang sangat tinggi. Kondisi ini dapat merusak ginjal dan mengakibatkan cedera ginjal akut (Acute Kidney Injury)," terang dr Thamba, dikutip dari Indian Express.

"Jika kerusakan ginjalnya sudah parah atau berlangsung lama, beberapa pasien terpaksa harus menjalani cuci darah," lanjutnya.

Banyak anak muda merasa aman dan berpikir usia mereka bisa melindungi dari komplikasi organ dalam. Tetapi, dr Thamba menegaskan, usia sama sekali bukan jaminan jika tubuh dicekoki dosis suplemen berlebihan dalam jangka panjang.

'Alarm Bahaya' yang Muncul saat Tubuh Overdosis Vitamin D

Salah satu alasan mengapa keracunan vitamin D sering kali terlambat terdeteksi adalah karena gejala awalnya sangat mirip dengan penyakit ringan sehari-hari. Menurut Dr Thamba, masyarakat wajib waspada jika mengalami tanda-tanda berikut setelah rutin mengonsumsi suplemen dosis tinggi:

  • Mual dan muntah-muntah.
  • Kehilangan nafsu makan secara mendadak.
  • Rasa haus yang ekstrem dan terus-menerus.
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat drastis.
  • Sembelit akut dan kelelahan yang tidak biasa.

Efek kerusakan ini bisa berkembang secara progresif dalam hitungan minggu hingga bulan, terutama jika kadar kalsium tinggi di dalam darah dibiarkan begitu saja tanpa penanganan medis.

Maka dari itu, dokter menyarankan untuk tidak mengonsumsi suplemen secara mandiri, hanya karena merasa tubuh lelah atau rambut mulai rontok. Langkah yang paling bijak adalah melakukan tes darah, untuk memastikan kadar vitamin D yang sebenarnya di dalam tubuh.

dr Thamba juga memperingatkan masyarakat agar tidak tertipu oleh mitos kesehatan yang menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin K2 secara otomatis membuat vitamin D dosis tinggi menjadi aman. Nyatanya, vitamin K2 tidak bisa menjadi tameng pelindung dari bahaya overdosis vitamin D.