Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya 25 Agustus 2026, 393 Titik Panas Menyala di Riau, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Minta Tunda Aktifitas Olahraga di Luar Rumah

Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya 25 Agustus 2026 hingga pukul 05.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 339,9 µg/m³. Sebanyak 393 titik panas (Hotspot) menyala di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Senin (24/8/2026) pukul 16.00 WIB, terbanyak di Pelalawan 153 titik panas.

Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya 25 Agustus 2026, 393 Titik Panas Menyala di Riau, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Minta Tunda Aktifitas Olahraga di Luar Rumah
Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya 25 Agustus 2026 hingga pukul 05.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 339,9 µg/m³. Sebanyak 393 titik panas (Hotspot) menyala di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Senin (24/8/2026) pukul 16.00 WIB, terbanyak di Pelalawan 153 titik panas. GRAFIS: BMKG

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya 25 Agustus 2026 hingga pukul 05.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 339,9 µg/m³. Sebanyak 393 titik panas (Hotspot) menyala di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Senin (24/8/2026) pukul 16.00 WIB, terbanyak di Pelalawan 153 titik panas.

Dikutip Wartasuluh.com dari laman Bmkg.go.id, Selasa (25/8/2026) pukul 07.00 WIB, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat sejak pukul 00.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat di Pekanbaru 484,3,4 µg/m³, pukul 01.00 WIB sebesar 508,8 µg/m³, pukul 02.00 WIB sebesar 433,2 µg/m³, pukul 03.00 WIB sebesar 420,1 µg/m³, pukul 04.00 WIB sebesar 325,7 µg/m³ dan pukul 05.00 WIB sebesar 339,9 µg/m³.

Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). 

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Prakirawan BMKG Pekanbaru Ranti Kurniati mengatakan, total titik panas (hotspot) di Riau berdasarkan Info Hotspot Provinsi Riau update Senin (24/8/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 393 titik panas yang tersebar di Kabupaten Pelalawan 153 titik panas, Indragiri Hilir 140 titik panas, Bengkalis 32 titik panas, Indragiri Hulu 26 masing-masing titik panas, Kampar 12 titik panas, Rokan Hilir 8 titik panas, Rokan Hulu dan Siak masing-masing 6 titik panas, Kepulauan Meranti 3 titik panas, Kota Pekanbaru 2 titik panas, dan Kuantan Singingi 1 titik panas.

"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 2.193 yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 1.207 titik panas, Riau 393 titik panas, Jambi 262 titik panas, Lampung 138 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 77 titik panas, Kepulauan Riau 57 titik panas, Bengkulu 19 titik panas, Sumatera Utara 18 titik panas, Sumatera Barat 13 titik panas, dan Aceh 9 titik panas," ungkap Ranti Kurniati.

Akibatnya, Visibility (jarak pandang) pada pukul 16.00 WIB di Pekanbaru hanya 2,5 KM (Asap), Rengat 5 KM (Asap), Pelalawan 6 KM dan Tambang 9 KM.

Sebelumnya, Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Provinsi Riau, Dr. dr. Indra Yovi, Sp.P (K) mengatakan, dengan kondisi tersebut masyarakat diimbau untuk menggunakan masker. Masker yang paling direkomendasikan adalah masker N95, karena dapat menyaring polutan asap kebakaran hutan yang ukurannya PM 2,5.

“Masker yang paling direkomendasikan yakni masker N95. Tetapi minimal pakai masker bedah biasa untuk kondisi sekarang sudah cukup, karena masker N95 kadang susah didapat dan harganya relatif mahal,” ungkap Dr. dr. Indra Yovi, Sp.P (K).

Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan itu merekomendasikan pemakaian air purifier di dalam ruangan, bila asap masuk ke dalam rumah bisa dibersihkan sehingga tidak terjadi indoor pollution. 

“Aktifitas olahraga di luar rumah seperti bersepeda ataupun jogging dengan kondisi sekarang sebaiknya ditunda,” sebutnya.

Dengan kondisi seperti sekarang ini, masyarakat juga dihimbau untuk minum air putih yang cukup. Hal tersebut sangat diperlukan untuk menghindari dehidrasi dan tenggorokan kering.

“Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup. Serta makan makanan yang sehat dan bergizi,” imbaunya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau kelompok rentan terutama lansia dan orang-orang yang punya masalah atau penyakit paru dan saluran napas sebaiknya menghindari aktifitas diluar rumah.

“Kelompok rentan seperti lansia, mereka yang memiliki penyakit paru sebaiknya menghindari aktivitas diluar rumah,” katanya. (shd)